Berita Internasional Terkini

Pasca Rebut 4 Wilayah Ukraina, Rusia Targetkan Peluncuran Senjata Nuklir, Perang Dunia 3 Makin Dekat

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perang Dunia 3 makin dekat pasalnya usai merebut 4 wilayah Ukraina, Rusia targetkan peluncuran senjata nuklir.

TRIBUNKALTIM.CO - Pasca sukses merebut empat wilayah Ukraina, Rusia kembali menargetkan peluncuran senjata nuklir hingga ancaman Perang Dunia 3 makin dekat.

Sebelumnya, Presiden Rusia, Vladimir Putin telah meningkatkan taruhannya dalam perangnya di Ukraina, setelah secara ilegal mencaplok empat provinsi baru, Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia sekarang akan secara resmi dianggap sebagai bagian dari Rusia.

Usai berhasil, Presiden Rusia, Vladimir Putin juga telah mengirim armada pembom ke pangkalan militer yang menampung pasokan besar senjata nuklir, memicu kekhawatiran akan Perang Dunia 3. 

Baca juga: Sinyal Perang Dunia 3 Makin Dekat, Potensi Rusia Gunakan Senjata Nuklir Bikin Situasi Global Panas

Sebagaimana dilansir dari express, Putin menekankan bahwa Rusia akan menggunakan segala cara yang dimilikinya untuk melindungi wilayah yang baru didirikan.

Analis menafsirkan ungkapan itu sebagai ancaman lain oleh Putin untuk mengerahkan persenjataan nuklirnya, jika Barat terus mendukung tentara Kyiv.

Gambar satelit yang baru dirilis tampaknya menunjukkan bahwa Presiden Rusia mungkin siap untuk mengatasi ancamannya.

Baca juga: Perang Dunia 3 Diprediksi Pecah, Sosok Donald Trump Pahlawan Dunia yang Akan Berhasil Mencegah

Perusahaan intelijen Israel ImageSat International (ISI) mengatakan mereka telah mendeteksi kehadiran tidak teratur dari pembom strategis TU-160 dan TU-95 Rusia di Pangkalan Udara Olenya dekat Finlandia.

Foto satelit yang diambil oleh perusahaan mengungkapkan keberadaan empat TU-160 di pangkalan pada 21 Agustus dan tiga TU-95 pada 25 September.

Pangkalan militer tersebut terletak di Semenanjung Kola dekat Murmansk dan menampung sejumlah senjata nuklir taktis dan strategis, serta Armada Utara Rusia.

Para analis Israel percaya bahwa pembom kemungkinan besar berasal dari pangkalan udara Engels, yang merupakan rumah dari Resimen Penerbangan Pembom Berat ke-121.

TU-160s satu TU-95s mampu membawa rudal jelajah dan senjata nuklir strategis.

Mereka telah aktif dalam perang Ukraina sejak Putin memerintahkan pasukannya untuk menyerang negara itu pada 24 Februari.

Itu datang ketika bukti anekdotal meningkat bahwa Rusia sedang mempersiapkan pasukannya untuk kemungkinan perang nuklir.

Laporan telah muncul tentang tentara Rusia yang diberi pakaian radioaktif dan pil anti-radiasi di provinsi Kherson dan Zaporizhzhia.

Halaman
12

Berita Terkini