Berita Internasional Terkini

Sadari Ancaman Nuklir, Paus Fransiskus Minta Rusia Hentikan Invasi di Ukraina: Dihantui Sungai Darah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gegara dihantui sungai darah dan sadari ancaman nuklir, Paus Fransiskus meminta Rusia untuk hentikan invasi di Ukraina.

TRIBUNKALTIM.CO - Menyadari ancaman perang nuklir, Paus Fransiskus meminta Rusia untuk menghentikan invasi di Ukraina lantaran Paus Fransiskus dihantui sungai darah.

Semenjak peperangan Rusia dan Ukraina terjadi pada 24 Februari 2022 sampai saat ini, banyak negara yang turut andil dalam membantu menyelesaikan konflik antara Rusia dan Ukraina, di antaranya Amerika Serikat hingga Iran.

Rupanya tidak hanya negara-negara yang turut andil dalam penyelesaian konflik tersebut hingga Paus Fransiskus juga menyoroti dan menyadari bahaya dari ancaman perang nuklir dan meminta kepada Rusia untuk menghentikan invasi di Ukraina karena dihantui dampak dari peperangan yang bisa mengakibatkan sungai darah.

Baca juga: Pasca Rebut 4 Wilayah Ukraina, Rusia Targetkan Peluncuran Senjata Nuklir, Perang Dunia 3 Makin Dekat

Sebagaimana dilansir dari reuters, Paus Fransiskus untuk pertama kalinya secara langsung memohon kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk menghentikan spiral kekerasan dan kematian di Ukraina.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Paus Fransiskus pada Minggu (2/10/2022).

Paus Fransiskus mengatakan bahwa konflik Rusia da Ukraina ini dapat mempertaruhkan peningkatan perang nuklir dengan konsekuensi global yang tak terkendali.

Baca juga: Amerika Serikat Tolak Halus Permintaan Ukraina Gabung NATO Demi Lawan Aneksasi Rusia

Dalam pidato yang didedikasikan untuk Ukraina dan ditujukan kepada ribuan orang di Lapangan Santo Petrus, Paus Fransiskus juga mengutuk pencaplokan terbaru Putin atas bagian-bagian Ukraina sebagai tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional. 

Paus Fransiskus mendesak Putin untuk memikirkan rakyatnya sendiri jika terjadi eskalasi.

Seorang pejabat Vatikan mengatakan pidato yang berapi-api itu begitu suram sehingga mengingatkan pada seruan perdamaian radio oleh Paus Yohanes XXIII pada tahun 1962 selama Krisis Rudal Kuba.

Ini adalah pertama kalinya Fransiskus, yang sering mengutuk invasi Rusia ke Ukraina dan kematian serta kehancuran yang ditimbulkannya, mengajukan permohonan pribadi secara langsung kepada Putin.

Paus Fransiskus mengatakan dirinya dihantui oleh sungai darah dan air mata yang telah tumpah dalam beberapa bulan ini.

Paus Fransiskus juga meminta Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy untuk terbuka terhadap usulan perdamaian yang serius.

Paus Fransiskus juga membuat seruan mendesak atas nama Tuhan untuk mengakhiri konflik dan mengatakan itu tidak masuk akal bahwa dunia mempertaruhkan konflik nuklir.

(TribunKaltim.co/Hartina Mahardhika)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.