IKN Nusantara

Tak Hanya Sumber Air IKN Nusantara, Bendungan Sepaku Semoi Reduksi Banjir 55 Persen

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNKALTIM.CO - Bendungan Sepaku Semoi dibangun untuk mendukung kebutuhan air baku dan pengendalian banjir di IKN Nusantara.

Bendungan yang memiliki luas genangan 280 hektar dan kapasitas tampung 10,6 juta meter kubik ini dapat dioptimalkan dalam penyediaan air baku 2.500 liter per detik dan mereduksi banjir 55 persen.

Pembangunan bendungan Sepaku Semoi dikerjakan dengan skema kontrak tahun jamak hingga tahun 2023 senilai Rp 556 miliar oleh PT Brantas Abipraya (Perserp), PT Sacna, dan PT Basuki Rahmanta Putra.

Dijadwalkan bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur ( Kaltim) ditargetkan sudah melakukan pengisian air awal atau impounding pada Desember 2022.

Bendungan ini akan menjadi sumer air utama bagi Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara.

Dilansir dari Kompas.com, hal ini sebagaimana disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jarot Widyoko dalam konferensi pers pada Kamis (29/9/2022).

"Tadi saya lapor ke Bapak Menteri (Basuki Hadimuljono), Desember itu harusnya sudah impounding.

Mungkin nanti Maret-April (2023) sudah selesai karena sudah menyiapkan kebutuhan dasar untuk Ibu Kota Nusantara (IKN)," jelas Jarot.

Adapun saat ini, progres fisik bendungan Sepaku Semoi sudah mencapai 63,5 persen.

Jarot mennyampaikan bahwa seluruh mitra yang bekerja dalam proyek ini, baik kontraktor maupun supervisi, sudah memberikan yang terbaik.

"Rasanya kaki untuk kepala, kepala untuk kaki.

Tetapi kualitas dan kuantitas tetap saya tuntut karena kita investasi bendungan sama dengan investasi bencana," tambah Jarot.

Di sisi lain, air dari bendungan Sepaku Semoi dipastikan dapat langsung diminum oleh masyarakat termasuk yang tinggal di IKN Nusantara.

Kepastian ini didapatkan usai Pemerintah Indonesia berhasil menjalin kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan (Korsel) soal pembangunan instalasi pemurnian air.

Instalasi air ini akan menggunakan teknologi yang digunakan oleh Hwaseong Water Purification Plant Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup Korsel akan membantu pembangunan instalasi pemurnian air dengan kapasitas 300 liter/detik melalui hibah.

"Kami sudah melihat kemarin di Hwaseong Water Purification Plant.

Menurut saya ini adalah the best available technology yang sudah diaplikasikan oleh Korea Selatan sehingga siap minum, " ungkap Menteri Basuki, Kamis (28/7/2022).

Menurutnya, teknologi yang diterapkan sangat reliable karena proses pengolahan akhirnya dilakukan dengan metoda ozonisasi. (*)