Berita Bontang Terkini

Satpol PP Mendalami Oknum Kordinator Para Gelandangan di Bontang

Editor: Budi Susilo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI Gelandangan dan anak-anak jalanan yang terlantar. Di Kota Bontang, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) itu melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat.

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Disebutkan, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2020.

Yakni tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat.

Para gepeng ini disebutkan telah melanggar poin pasal 18 terkait larangan pengemis.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang kembali amankan dua orang gelandangan.

Baca juga: Kisah Gelandangan yang Bertahan Hidup di Samarinda, Sampaikan Aspirasi ke Pemkot

Dua gelandangan wanita parubaya yang berinisial S (45) dan SL (57) pada, Selasa (4/10) kemarin.

Kepala Bidang Penegakkan Peraturan Perundang-Undangan Satpol-PP, Eko Mashudi wanita S (45) itu diamankan di Kawasan Pasar Malam Berbas Pantai.

Kemudian SL (57) diamankan di Jalan Ahmad Yani atau biasa disebut Gunung Sari.

“Mereka ini bukan orang Bontang. Bahkan pengakuan mereka tidak punya keluarga di Bontang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (6/10/2022).

Eko menjelaskan, selain akan diberikan pembinaan, pihaknya juga akan mendalami terkait apakah ada oknum yang mengkoordinir kerja-kerja mereka.

“Kalau pengakuanya tidak ada yang koordinir. Tapi kami curiga kok bisa dia dari satu daerah yang sama,” ungkapnya.

Eko menyebut para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) itu melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat.

Baca juga: Pemprov Kaltim Dorong OPD untuk Penanganan Anak Jalanan dan Gelandangan Pengemis

Para gepeng ini disebutkan telah melanggar poin pasal 18 terkait larangan pengemis.

“Tapi saat diamankan kita melakukan pendekatan secara humanis. Diharapkan para gepeng itu tidak kembali mengemis lagi,” tandasnya.

(TribunKaltim.co/Ismail Usman)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel