Berita Kutim Terkini

Dugaan Pelanggaran Mutasi Atlet, Kontingen Kutim Layangkan Gugatan ke Dewan Hakim Porprov Kaltim

Penulis: Syifaul Mirfaqo
Editor: Samir Paturusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Ketua I Kontingen Kutim, Rudi Hartono (kiri) menyerahkan medali kepada atlet renang Kutim.TRIBUNKALTIM.CO/HO/Kominfo Kutim

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA- Kontingen Kutai Timur (Kutim) melayangkan gugatan resmi ke dewan hakim, pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Berau.

Pasalnya, terdapat dugaan pelanggaran administrasi penggunaan atlet luar daerah oleh salah satu kabupaten/kota yang ikut dalam pelaksanaan Porprov tersebut.

Wakil Ketua I Kontingen Kutim, Rudi Hartono menyebut bahwa dugaan pelanggaran mutasi atlet luar daerah itu telah ditemukan timnya jauh sebelum KONI di 8 kabupaten/kota melakukan surat pernyataan bersama.

Oleh karena itu, pihaknya meminta panitia pelaksana melakukan audit dan seleksi ulang dalam pertandingan cabor renang di Porprov Berau.

Baca juga: Cabor Pentaque Bontang Sabet 4 Medali Porprov Kaltim di Berau

Baca juga: Munculkan Atlet Potensial, Seno Aji Hadiri Pembukaan Porprov VII Kaltim di Berau

“Sebelum ada kesepakatan itu, kami sudah rapat internal dan mengetahui bahwa atlet yang ikut di Porprov ini ternyata atlet Sinjai (Sulawesi Selatan) yang kemarin ikut Porprov di Sulsel dan baru selesai beberapa minggu lalu,” ujarnya.

Atlet asal Sulsel yang diboyong ke Porprov Berau itu diduga kuat tanpa mengikuti proses mekanisme sesuai aturan berlaku.

Rudi mengaku bahwa mutasi dalam ajang kompetisi olahraga memang tidak menyalahi aturan, namun terdapat etika, aturan dan tata cara yang perlu dipenuhi oleh kontingen.

“Tapi, ini habis ikut dari Porprov Sulsel kemudian ikut lagi di Porprov Berau. Sedangkan muara dari pelaksaan porprov ini kan PON, jadi logikanya dia akan memperkuat (daerah) yang mana?," ucapnya.

Dirinya membeberkan bahwa telah memiliki identitas atlet yang diduga melakukam pelanggaran tersebut, beserta dengan hasil pertandinyan di Porprov sebelumnya.

Rudi juga menambahkan kalau timnya telah mendapat konfirmasi dari pihak berwenang, kalau atlet tersebut benar merupakan milik Provinsi Sulsel.

"Atlet ini juga ber KTP Sulsel. Kami juga punya data hasil pertandingannya di Porprov Sulsel. Kami juga dapat surat dari Sinjai kalau mereka menyatakan ini atlet mereka,” ucapnya.

Seluruh bukti permulaan ini yang menjadi dasar Rudi bersama tim berani melayangkan gugatan ke Dewan Hakim Porprov Kaltim.

Terlebih secara logika, mutasi atlet sulit dilakukan dalam waktu yang terbatas sehingga menambah keyakinan pihaknya bahwa ada dugaan pelanggaran di dalamnya.

“Makanya kami mengajukan gugatan ini kepada dewan hakim. Sekarang sidang gugatan masih berproses dan hasilnya nanti kita lihat bersama-sama,” ujarnya.

Baca juga: Kepala Disporapar Samarinda Bangga Cabor Kabaddi Indoor Raih Juara Umum di Porprov Kaltim

Menurutnya, seluruh pihak tidak ada yang menginginkan terjadinya mutasi atlet dengan tidak sesuai peraturan.

Untuk itu Rudi berharap agar para majelis persidangan mampu membuka seluruh fakta dan kebenaran terkait pelanggaran administrasi tersebut.

“Ini untuk PON, atlet ini sudah tertampung di daerahnya kenapa mesti harus dimainkan di sini. Dengan begitu, berati memotong peluang pertandingan atlet asli Kaltim untuk bertanding dan menutup potensi atlet lokal,” ucapnya. (*)

 

 

Berita Terkini