Berita Bontang Terkini

LBH Populis Borneo Anulir Penetapan Tersangka Pencabulan di Bontang, Sebut 2 Alat Bukti tak Kuat

Penulis: Ismail Usman
Editor: Samir Paturusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ahmad Said CS (kanan) bersama dengan kuasa hukum lainnya, menunjukkan surat permohonan pra-peradilan kepada awak media, di salah satu cafe di Bontang, Kamis (1/12/2022).TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN

TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG- Advokat LBH Populis Borneo menganulir penetapan tersangka SY (21) kasus pencabulan yang ditangani Polres Bontang.

Penetapan tersangka SY pada pertengan Oktober lalu, disebut tidak memiliki dasar cukup kuat.

Direktur LBH Populis Borneo, Ahmad Said menduga banyak banyak kejanggalan yang terjadi selama proses penangkapan tersangka.

Diantaranya tidak ada surat perintah penangkapan dan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) oleh pihak kepolisian.

Kemudian unsur dua alat bukti yang tak memenuhi syarat penetapan tersangka.

Sehingga pihaknya akan menempuh proses pra-pradilan.

Baca juga: Remaja Korban Pencabulan di Balikpapan Diputuskan Pindah Sekolah

Baca juga: Polisi Rasakan Cukup Rumit, Kasus Anak 14 Tahun di Balikpapan jadi Korban Pencabulan

"Proses pra-peradilan ini hak setiap orang yang menjalani proses hukum. Makanya, kami sebagai kuasa hukum tersangka mengajukan proses itu," kata Said, pada Rabu (30/11/2022).

Melalui keterangan tersangka, Said menyebutkan unsur pencabulan tidak terpenuhi lantaran persetubuhan lawan jenis berdasarkan kesepakatan antara korban dan tersangka.

Kesepakatan itu dianggap menggugurkan unsur paksaan atas tuduhan sebelumnya.

"Dari keterangan klien kami, persetubuhan itu tanpa ada unsur paksaan dan bujuk rayu," ujarnya.

Selain itu, ihwal informasi korban yang masih berada di bawah umur sesuai keterangan korban pun dibantah.

Direktur LBH Populis ini mengatakan, saat dilakukan visum, korban telah berusia 18 tahun 4 bulan. Maka bila usia kandungan saat dilakukan visum telah berusia 3 bulan, korban tidak berstatus sebagai anak.

"Dalam UU Nomor 17/2016 anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun," teranadany

Atas beberapa dasar itu dan pernyataan tersangka saat dipersidangan nanti, bakal menjadi dasar kuat bagi kuasa hukum untuk membebaskan SY dari status tersangka.

Halaman
12

Berita Terkini