MotoGP

Berita MotoGP Terbaru: Tak Hanya Kalah Motor, Mental Fabio Quartararo Juga Lemah Dibanding Bagnaia

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Fabio Quartararo (kiri) dan Francesco Bagnaia. El Diablo tak hanya kalah dari performa motor, tapi juga di mental.

TRIBUNKALTIM.CO - Juara dunia MotoGP edisi 2021, Fabio Quartararo dinilai masih belum memiliki mental yang kuat untuk bersaing dengan Francesco Bagnaia di MotoGP 2023.

Di MotoGP 2022, Fabio Quartararo finish di posisi kedua di bawah Francesco Bagnaia, padahal di awal musim El Diablo sempat unggul jauh dari Pecco.

Bahkan, banyak pihak yang menduga Fabio Quartararo masih akan kesulitan menghadapi Francesco Bagnaia di MotoGP 2023.

Ya, pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, dinilai belum memiliki mental tangguh untuk mempertahankan gelar juara dunianya.

MotoGP 2022 berakhir dengan hasil kurang menggembirakan bagi seorang Fabio Quartararo yang harus kehilangan gelar juara duninya.

Sebagai juara bertahan, Fabio Quartararo kalang kabut menghadapi pasukan Ducati yang dimotori oleh Francesco Bagnaia.

Dengan raihan total 248 poin, Fabio Quartararo harus mengakui keunggulan Francesco Bagnaia pada akhir musim dengan selisih 17 poin.

El Diablo acap kali mengeluhkan kinerja motor YZR-M1 yang kurang mumpuni sehingga dia harus kalah dari Francesco Bagnaia.

Baca juga: Update Berita MotoGP: Pol Espargaro Akui Sulit Jadi Rekan Marc Marquez, Bagaimana dengan Joan Mir?

Tidak bisa dipungkiri bahwa motor yang dikembangkan oleh Yamaha untuk menghadapi MotoGP 2022 memang jauh dari harapan.

Kegagalan pembalap asal Prancis tersebut dalam mempertahankan gelar juaranya turut mengundang perhatian Carlo Pernat.

Pengamat MotoGP kondang asal Italia itu tak segan memberikan sebuah sentilan kepada Fabio Quartararo usai gagal mempertahankan gelarnya.

Menurut Carlo Pernat, Fabio Quartararo masih belum memiliki mental yang tangguh menghadapi Francesco Bagnaia.

Rekan setim Franco Morbidelli tersebut langsung kehilangan fokus tatkala segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan.

Terlepas dari kinerja motor Yamaha yang kurang mumpuni, mental seorang pembalap diharapkan bisa menjadi sebuah pembeda.

Baca juga: MotoGP 2023 Jadi Musim Pembuktian Luca Marini, Misi Meneruskan Warisan Kejayaan Valentino Rossi

Halaman
1234

Berita Terkini