IKN Nusantara

Bukan Mengemis, HGU Hingga 180 Tahun Buat Pemanis Investor Masuk ke IKN Nusantara

Penulis: Rafan Arif Dwinanto
Editor: Sandrio
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNKALTIM.CO - Investor di IKN Nusantara atau IKN Nusantara bisa menggunakan lahan yang diberikan kepadanya hingga 180 tahun.

Lahan ini diberikan dalam bentuk Hak Guna Usaha (HGU).

Namun, tak sedikit kelompok yang mencibir kebijakan tersebut.

Pemerintah dinilai mengobral izin dengan mudah dan murah demi mendapatkan investor untuk membangun Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur.

Pemerintah pun dinilai mengemis kepada investor lantaran memberikan tawaran super menarik seperti HGU selama 90 tahun tersebut.

Dilansir dari Kontan, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia buka suara terkait revisi Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN) mengenai kepemilikan hak guna lahan bagi investor selama 90 tahun hingga 180 tahun.

Menurutnya kebijakan tersebut sebagai pemanis untuk menarik perhatian investor agar mau menanamkan modalnya di IKN Nusantara Kalimantan Timur.

Baca juga: Siap Jadi Lumbung Padi IKN Nusantara, Kabupaten Ini Punya Potensi Sawah 69 Ribu Ha

Baca juga: Lokasi Tinggi, Isran Noor Sebut IKN Nusantara Tak Tenggelam Meski Es Kutub Mencair

Jangka waktu kepemilikan lahan ini, menurutnya akan menjadi daya tarik tersendiri, dan sudah dilakukan di berbagai negara.

“Ini bukan soal ngemis atau tidak ngemis. Jadi kita harus menawarkan hal yang menarik bagi investor.

Nah yang menjadi salah satu yang menarik adalah yang mungkin terkit dengan jangka waktu kepemilikan lahan dan kalau dibanding negara lain, itu juga seperti itu,” tutur Bahlil kepada awak media, saat ditemui di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (2/12).

Sebagai contoh, di Singapura juga menerapkan kebijakan Hak Guna Usaha (HGU) sampai dengan 100 tahun lebih.

Bahlil tak memungkiri menang untuk menarik investor di wilayah baru memang harus dilakukan marketing yang menarik dan berbeda.

Adapun Bahlil membantah kebijakan tersebut diberlakukan karena saat investor yang masuk IKN sepi peminat.

Ia mengklaim beberapa investor sudah menyatakan komitmen masuk ke IKN adalah dari Uni Emirat Arab, China, Korea Selatan, hingga negara Eropa.

Halaman
12

Berita Terkini