Berita Nasional Terkini

Penegak Hukum Tak Bisa Bedakan Kritik dan Hinaan, Rocky Gerung: Hukum untuk Manusia, Bukan Jabatan

Penulis: Amilia Lusintha
Editor: Amilia Lusintha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengamat politik Rocky Gerung soroti pengesahan RUU KUHP yang disahkan oleh DPR pada hari ini, Selasa (6/12/2022).

TRIBUNKALTIM.CO - Pengamat politik Rocky Gerung soroti pengesahan RUU KUHP yang disahkan oleh DPR pada hari ini, Selasa (6/12/2022).

Dalam tayangan Rocky Gerung Official, disorot pula beberapa poin yang cenderung adanya  penghinaan terhadap presiden, lembaga negara, termasuk DPR, Polisi, Jaksa, dan sebagainya.

Melalui diskusi bersama Rocky Gerung, Hersubeno Arief tampilkan penjelasan RUU KUHP tentang mengkritik presiden boleh, tetapi menghina bisa dipenjara.

"Tetapi dalam praktik politiknya di lapangan, para penegak hukum tidak bisa membedakan antara kritik dengan penghinaan," ujar Hersubeno Arief dalam Forum News Network, Selasa (6/12/2022).

Mengomentari itu, Rocky Gerung menganggap siapapun yang menyusun KUHP adalah orang yang buta huruf terhadap bahasa dan sejarah pembuatan hukum.

Rocky Gerung menyampaikan bahwa hukum hanya berlaku pada manusia, bukan pada jabatan.

"Adanya martabat manusia, gak ada yang disebut martabat presiden," kata Rocky Gerung.

Dengan tegas Rocky Gerung mengatakan bahwa presiden adalah lembaga.

Baca juga: Berikut Pandangan Walikota Samarinda Andi Harun Terkait RUU KUHP 

Menurut Rocky Gerung, menghina atau mengkritik tidak ada gunanya.

"Kalau kita kasih kritik pada presiden, itu bukan pada orangnya, tapi pada pekerjaannya," ujar Rocky Gerung.

Bagi Rocky Gerung, yang menjadi kacau adalah subjek hukummya seolah-olah di personifikasikan.

"Tetapi gak mungkin, kecuali tubuh presiden itu, tubuh publiknya menyatu dengan tubuh privatnya," komentar Rocky Gerung.

"Nah itu baru bisa menghina presiden, artinya menghina tubuh publik maupun tubuh privatnya," lanjut Rocky Gerung.

Baca juga: Ketum PAN Zulhas Usung Ganjar Pranowo, Rocky Gerung: Kader Dukung Anies Baswedan, Siapa Lebih Kuat?

Rocky Gerung menyebutkan bahwa hal itu terjadi jika presiden statusnya raja.

Halaman
12

Berita Terkini