MotoGP

Inilah Penyebab Juara Dunia MotoGP Tak Meyakinkan Seperti di Era Valentino Rossi dan Marc Marquez

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Francesco Bagnaia menjadi juara dunia MotoGP 2022. (JAVIER SORIANO / AFP)

TRIBUNKALTIM.CO - Semenjak MotoGP ditinggalkan Valentino Rossi pensiun, dan Marc Marquez yang masih berkutat dengan cedera, balapan paling bergengsi di dunia itu masih mencari sosok pembalap yang kuat.

Bahkan, muncul anggapan bahwa juara dunia MotoGP di era saat ini tidak semeyakinkan di zaman Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Dalam tiga musim terakhir, selalu ada catatan minor di balik kesuksesan sang juara dunia MotoGP.

Terkini adalah Francesco Bagnaia dengan keberhasilannya menjadi juara MotoGP walau lima kali mencetak hasil gagal finis.

Bagnaia terselamatkan oleh paruh musim kedua yang kuat dan melempemnya sang pesaing utama yaitu Fabio Quartararo pada saat yang bersamaan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bagnaia menjadi pembalap MotoGP pertama yang berhasil menjadi juara walau lima kali gagal finis.

Rekor sebelumnya adalah empat kali gagal finis yang dialami Marc Marquez pada MotoGP 2018.

Angka ini jauh lebih banyak daripada rerata DNF (did not finish/tidak finis) milik para juara dari era sebelumnya.

Sebagaimana diberitakan Crash.net, dalam 10 tahun pertama MotoGP (2002-2011), rerata hasil DNF dari pembalap yang menjadi juara cuma 0,1.

Sementara dalam satu dekade terakhir (2013-2022), angkanya naik menjadi 2,2.

Francesco Bagnaia, Marc Marquez, dan Joan Mir menjadi para juara MotoGP dengan statistik DNF di atas nilai rerata ini.

Di samping musim yang dominan seperti ketika hanya finis di posisi 1 atau 2 pada 2019, Marquez pernah menghadapi tantangan ekstra saat terlalu sering pulang dengan tangan hampa.

Si Alien mengalaminya dua kali dari enam titel yang diraihnya di kelas utama yaitu pada 2017 (3 DNF) dan 2018 (4 DNF).

Adapun Mir gagal finis sebanyak tiga kali dari 14 balapan yang membawanya mengakhiri puasa gelar Suzuki pada 2020 silam.

Halaman
1234

Berita Terkini