Berita Samarinda Terkini

Dijanjikan Upah Rp 300 Ribu, Jumriyanor Nekat Jadi Kurir Sabu, Berakhir di Sel Polresta Samarinda

Penulis: Rita Lavenia
Editor: Aris
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli bersama jajarannya menunjukan sabu seberat 24,08 gram brutto yang didapat dari tangan Jumriyanor. (TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA)

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Bukannya untung, Jumriyanor (24) justru harus berakhir di ruang tahanan Polresta Samarinda setelah kedapatan mengantongi sabu saat berada di Jalan Yos Sudarso, tepatnya pintu satu Pelabuhan Samarinda.

Dari tangan pelaku petugas berhasil mendapatkan barang bukti berupa 1 poket sabu seberat 24,08 gram brutto.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli menjelaskan bahwa pelaku diamankan pada Rabu (30/11/2022) lalu.

Dimana pada saat itu, Pukul 19.00 WITA, personel dari Polsek Kawasan Pelabuhan tengah melakukan patroli rutin guna cipta kondisi untuk memastikan situasi kamtibmas aman dan tertib.

Baca juga: Wali Kota Samarinda Andi Harun Sebut Operasi Pasar Murah Bakal Terus Berlanjut hingga Tahun Depan

Di tengah patroli, petugas melihat sebuah sepeda motor dikendarai pria bergelagat mencurigakan keluar dari area pelabuhan.

Saat melihat polisi, pria tersebut mencoba untuk melarikan diri namun berhasil diamankan.

Petugas pun langsung melakukan penggeledahan dan menemukan satu bungkus makanan ringan dari kantong celananya.

"Saat diperiksa ternyata bungkusan itu berisi narkotika jenis sabu seberat 24,08 gram," beber Kombes Pol Ary Fadli dalam keterangan rilisnya, Jumat.

Baca juga: Ratusan Warga Padati Pasar Murah di MTsN Samarinda Seberang

Bersama motor bebek miliknya, Jumriyanor lantas digelandang ke Mapolresta Samarinda.

Diungkapkannya juga bahwa pelaku diminta oleh seseorang melalui komunikasi telepone untuk mengambil barang haram tersebut.

"Dia dijanjikan Rp 300 ribu bila berhasil mengantar barang terlarang tersebut," sambungnya.

Atas perbuatannya, Jumriyanor dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 yahun 2009 tentang narkotika.

Baca juga: Walikota Andi Harun Sebut Tahfidz Alquran MTsN Samarinda Berkontribusi Bangun SDM

"Ancaman maksimal 20 tahun penjara," sebutnya.

Sementara itu, ditemui dalam rilis di Mapolresta Samarinda, Jumriyanor mengaku pasrah saat pihak kepolisian mrnghampiri dirinya dan melakukan penggeledahan.

Diakuinya ia tidak mengenal siapa yang menghubunginya sebab hanya dipandu melalui pesan singkat.

"Saya cuma ambil sabu itu di Pelabuhan (Samarinda) buat diantar kr Jalan Banggeris. Upahnya belum saya terima," ucapnya singkat sebelum dikembalikan ke ruang tahanan. (*)

Berita Terkini