IKN Nusantara

Saran Ekonom Agar Minat Investor yang Berlipat Ganda Jadi Kenyataan di IKN Nusantara

Penulis: Rafan Arif Dwinanto
Editor: Sandrio
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah dilakukan jajak pasar atau market sounding yang dikomandoi langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), para investor berebut untuk melakukan investasi pada pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara, Kalimantan Timur.

Presiden Jokowi mengatakan, investasi IKN saat ini sudah melebihi kapasitas yang jumlahnya meningkat sekitar 25 kali lipat, bahkan kini 39 kali lipat.

Dilansir dari Tribunnews.com, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mendorong agar pemerintah menindaklanjuti minat dari para investor untuk segera merealisasikan keinginannya membangun ibu kota baru.

“Minat investasi yang meningkat tersebut tentu harus segera ditindaklanjuti, agar investor segera merealisasikan investasinya,” kata Eko, kepada wartawan, Minggu (4/11/2022).

Menurutnya, ketertarikan dari para investor tersebut harus menjadi sesuatu yang nyata bagi pembangunan IKN Nusantara kedepan.

“Agar keinginan untuk berinvestasi tidak sebatas pada ketertarikan saja, tapi harus segera memasukkan investasinya ke Indonesia (IKN),” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan sempat akan berniat mengundang 30 investor yang memang memiliki potensi menanamkan modal di IKN.

Namun, niatan itu urung dilakukan mengingat kawasan inti di IKN sudah ludes diborong investor.

Baca juga: Investor Malaysia Kirim Surat Ketertarikan Investasi di IKN Nusantara ke Menteri PUPR

Baca juga: Sudah Dikunci, Sri Mulyani Pastiakan Anggaran Pembangunan IKN Nusantara Tak Berubah

"Ini baru menyiapkan lagi kawasan berikutnya.

Kalau ini nanti sudah jadi, baru nanti bapak ibu saya undang lagi untuk ikut mendukung (IKN)," terang Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga memastikan pembangunan IKN tak akan memberatkan APBN.

Pasalnya, mantan walikota Solo itu menuturkan semua dana yang digunakan murni berasal dari para investor yang menanamkan modalnya di kawasan IKN.

Dana untuk membangun IKN dibutuhkan sekitar Rp. 460 triliun dan ia optimis hal itu bisa terwujud.

"Negara sebesar ini jangan kita pesimis dong, membangun (IKN) kurang lebih kalau sekarang US$29 miliar, masa kita grogi, kira-kira kan kalau dirupiahkan Rp460 triliun," ucapnya.

Halaman
12

Berita Terkini