Berita Bontang Terkini

UMK Bontang 2023 Disetujui Gubernur Kaltim Naik 5,79 Persen, Perusahan Diminta Patuhi Aturan

Penulis: Ismail Usman
Editor: Samir Paturusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Disnaker Bontang, Abdu Safa Muha. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN

TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG - Usulan terkait Upah Minimum Kota Bontang atau UMK Bontang 2023 telah disetujui Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang, Abdu Safa Muha saat dikonfirmasi, Jumat (9/12/2022).

Kata Abdu Safa, kenaikan UMK dengan usulan 5,97 persen atau setara Rp 192.621, telah medapat persetujuan Gubernur Kaltim Isran Noor.

Sehingga, nominal UMK Bontang 2023 Bontang naik jadi Rp 3.419.108, dari sebelumnya hanya Rp 3.226.487.

Nominal kenaikan UMK Bontang 2023 telah tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 561/K.850/2022 tentang Penetapan Upah Minimum Kota Bontang 2023.

Baca juga: Lengkap Daftar UMP dan UMK 2023 di Kalimantan Timur, UMK Balikpapan Naik 6,6 Persen Jadi Rp3.324.273

Baca juga: UMK Balikpapan 2023 Naik 6,6 Persen jadi Rp 3.324.273,80

Keputusan itu pun berlaku mulai per Januari 2023 nanti.

Sehingga diimbau seluruh perusahaan di Bontang mulai tahun depan, wajib mengikuti aturan UMK yang terbaru.

“Disnaker Bontang akan tegur sekaligus beri pembinaan kepada perusahaan tersebut kalau tidak mengikuti aturan yang baru ini,” bebernya.

Selain itu, pekerja juga diminta untuk jangan takut melapor ke Disnekar jika perusahaan tempatnya bekerja tak menerapkan aturan UMK terbaru.

“Segera lapor. Nanti kita mediasikan. Kalau tidak juga dipatuhi, nanti Disnaker Provinsi yang kasih surat teguran. Karena itu otoritasnya,” ujar Abdu Safa Muha.

Namun sebelum itu, kenaikan UMK 2023 ini akan lebih dulu disosialisasikan ke 760 perusahan di Bontang.

Adapun, upah minimum berlaku bagi pekerja dengan masa kerja setahun.

Setiap pengusaha juga wajib menyusun struktur skala upah dengan memperhatikan kemampuan produksi.

“Bagi perusahaan yang sudah menetapkan upah lebih tinggi dari UMK dilarang untuk mengurangi nilai upah,” sambungnya.

Baca juga: UMK Bontang 2023 Naik Jadi Rp 3.419.108

Kebijakan ini juga tidak berlaku bagi pelaku usaha mikro UMKM.

Untuk pengupahan disesuaikan dengan keuntungan yang didapatkan.

“Kalau misalnya pemilik UMKM memiliki karyawan maka gajinya disesuaikan dengan produksi dan labanya,” tandasnya. (*)

Berita Terkini