Berita Pemkot Bontang
Operasi Timbang Dimulai, Pemkot Bontang Target Penurunan Stunting Tinggal 1 Digit
Pemerintah Kota Bontang menargetkan sedikitnya 95 persen bayi dan balita mengikuti Operasi Timbang Serentak yang berlangsung 9 hingga 13 Juni 2026
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
“Kami menginginkan penanganan stunting dan peningkatan gizi anak bisa berjalan efektif. Pemerintah menargetkan stunting turun hingga tersisa 1 digit, atau 10 persen atau dibawahnya" katanya.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, Pemkot Bontang menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 400.7.13.5/906/DINKES/2026.
Melalui surat edaran tersebut, pegawai yang memiliki anak usia balita diberikan dispensasi untuk membawa anak mengikuti penimbangan di posyandu terdekat.
Dispensasi berlaku selama kegiatan berlangsung pada pukul 07.30–12.00 Wita. Orang tua juga diminta membawa Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Kartu Menuju Sehat (KMS), atau dokumen kesehatan lainnya.
Selain mengukur tinggi dan berat badan anak, pemerintah juga ingin memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai faktor-faktor yang memengaruhi stunting.
Neni menilai persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kecukupan gizi, tetapi juga berhubungan dengan kondisi anemia pada ibu dan anak, tingkat kesejahteraan keluarga, sanitasi lingkungan, hingga pola pengasuhan.
Karena itu, selain pendataan, pemerintah akan memperkuat edukasi kepada keluarga mengenai pemenuhan gizi dan pencegahan stunting sejak dini.
“Yang paling penting adalah memberikan pemahaman kepada orang tua. Penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran keluarga,” ujarnya.
Baca juga: Pemkot Bontang Matangkan Pelabuhan Industri Bontang Lestari, Bidik Jalur Emas ALKI II
Sementara itu Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengapresiasi peran kader posyandu, yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurut dia, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak dapat dicapai tanpa keterlibatan aktif para kader yang bersentuhan langsung dengan warga.
“Saya melihat semangat yang luar biasa dari para kader Posyandu untuk bersama-sama pemerintah menjalankan penanganan stunting,” katanya.
Ia menjelaskan, setelah Operasi Timbang Serentak berakhir pada 13 Juni mendatang, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) akan melakukan pemetaan dan menentukan prioritas penanganan berdasarkan hasil pendataan.
Intervensi akan difokuskan pada kasus gizi buruk, balita yang berat badannya tidak naik selama dua bulan berturut-turut, hingga anak-anak yang berasal dari keluarga berisiko stunting.
Tim juga akan melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga untuk menggali informasi mengenai pola makan keluarga, kondisi sanitasi, tingkat ekonomi, pola pengasuhan, dan kondisi kesehatan anak.
“Data yang terkumpul akan menjadi dasar penyusunan program dan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujar Agus.
Menurut dia, pendekatan tersebut diperlukan agar pemerintah tidak hanya mengetahui jumlah kasus stunting, tetapi juga memahami akar persoalan yang menyebabkan anak mengalami gangguan pertumbuhan. (*)
| Pemkot Bontang Terapkan Skema Guru Pengganti |
|
|---|
| Khawatir Paparan Pornografi Digital, Walikota Bontang Minta Semua Pihak Perkuat Pengawasan |
|
|---|
| Walikota Neni Minta Bunda PAUD Bontang Jemput Bola, Cegah Anak Putus Sekolah |
|
|---|
| Bontang Bidik Investasi Raksasa, DPMPTSP Buka Karpet Merah Industri Pengalengan Ikan |
|
|---|
| Program Seragam Gratis Tetap Diprioritaskan meski Bontang Defisit Anggaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260709-Walikota-Bontang-Neni-Moerniaeni.jpg)