Berita Pemkot Bontang
Operasi Timbang Dimulai, Pemkot Bontang Target Penurunan Stunting Tinggal 1 Digit
Pemerintah Kota Bontang menargetkan sedikitnya 95 persen bayi dan balita mengikuti Operasi Timbang Serentak yang berlangsung 9 hingga 13 Juni 2026
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menargetkan sedikitnya 95 persen bayi dan balita mengikuti Operasi Timbang Serentak yang berlangsung pada 9 hingga 13 Juni 2026 mendatang.
Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memperbarui data tumbuh kembang anak sekaligus memetakan kondisi stunting secara lebih akurat di seluruh wilayah kota.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, operasi timbang tahun ini menyasar 9.850 bayi dan balita yang tersebar di 15 kelurahan. Pelaksanaannya melibatkan 125 posyandu dengan pendampingan Dinas Kesehatan.
Sebanyak 58 posyandu berada di Kecamatan Bontang Utara, 46 posyandu di Bontang Selatan, dan 21 posyandu di Bontang Barat.
“Kerjanya dengan data agar pemetaan kondisi stunting bisa dilakukan secara lebih akurat dan terukur,” kata Neni saat memantau pelaksanaan Operasi Timbang Serentak di Ruang Rapat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Selasa (9/6/2026).
Neni meminta seluruh lurah memahami kondisi stunting di wilayah masing-masing dan memastikan seluruh balita mengikuti proses penimbangan.
Baca juga: Pemkot Bontang Terapkan Skema Guru Pengganti
Menurut dia, data yang akurat menjadi dasar penting dalam menentukan program intervensi gizi, kesehatan, hingga pendampingan keluarga.
“Kelurahan yang angka stuntingnya tinggi harus segera melakukan intervensi. Target kita capaian penimbangan 100 persen, minimal 95 persen,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara Pemkot Bontang, terdapat 1.489 balita yang masuk kategori stunting atau sekitar 17 persen dari total sasaran.
Kelurahan Loktuan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah balita stunting terbanyak, yakni 190 anak. Disusul Kelurahan Tanjung Laut sebanyak 147 anak dan Tanjung Laut Indah 146 anak.
Selanjutnya, Bontang Lestari memiliki 124 balita stunting, Berebas Tengah 117 anak, Api-Api 112 anak, dan Gunung Elai 107 anak.
Kemudian Gunung Telihan sebanyak 99 anak, Belimbing 93 anak, Guntung 83 anak, Berbas Pantai 80 anak, Bontang Baru 74 anak, Satimpo 51 anak, Bontang Kuala 45 anak, dan Kanaan 21 anak.
Namun demikian, Neni menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan akan diverifikasi kembali melalui hasil Operasi Timbang Serentak yang sedang berlangsung.
Ia juga melihat, jika program yang digagas dengan pemberian makanan bergizi tambahan, operasi timbang dengan pemantauan dan pemetaan yang tepat, stunting 17 persen bisa ditekan hingga 1 digit.
Dengan demikian, hasil Operasi Timbang Serentak diharapkan menjadi pijakan utama dalam menyusun program penanganan stunting yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kota Bontang.
| Pemkot Bontang Terapkan Skema Guru Pengganti |
|
|---|
| Khawatir Paparan Pornografi Digital, Walikota Bontang Minta Semua Pihak Perkuat Pengawasan |
|
|---|
| Walikota Neni Minta Bunda PAUD Bontang Jemput Bola, Cegah Anak Putus Sekolah |
|
|---|
| Bontang Bidik Investasi Raksasa, DPMPTSP Buka Karpet Merah Industri Pengalengan Ikan |
|
|---|
| Program Seragam Gratis Tetap Diprioritaskan meski Bontang Defisit Anggaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260709-Walikota-Bontang-Neni-Moerniaeni.jpg)