Senin, 4 Mei 2026

Berita Kaltara Terkini

Anak Yatim di Tarakan Sumringah Dapat Uang Belanja Baju Lebaran

Puluhan anak yatim di Tarakan sumringah jelang Lebaran 2026 setelah menerima uang Rp500 ribu untuk belanja baju baru dalam program Baznas.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
BELANJAKAN ANAK YATIM - Walikota Tarakan, dr.H.Khairul saat mengajak puluhan anak yatim berbelanja di Ramayana jelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (18/3/2026). (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH) 
Ringkasan Berita:
  • Puluhan anak yatim diajak belanja baju Lebaran oleh Baznas Tarakan
  • Setiap anak menerima uang Rp500 ribu untuk kebutuhan Lebaran
  • Program rutin tahunan ini sudah berjalan selama 11 tahun

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN — Puluhan anak yatim di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, tampak sumringah saat mendapatkan uang belanja untuk membeli baju Lebaran dalam kegiatan “Belanja Bareng Anak Yatim dan Kaum Dhuafa” yang digelar Baznas Tarakan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ramayana Kota Tarakan, Rabu (18/3/2026), dengan melibatkan Walikota Tarakan yang didampingi Ibu Walikota Tarakan bersama jajaran Baznas Tarakan.

Suasana penuh kebahagiaan terlihat dari wajah anak-anak yang antusias memilih pakaian baru, didampingi para petugas Baznas selama kegiatan berlangsung.

Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang telah dilaksanakan setiap tahun, khususnya pada bulan suci Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Baca juga: Baznas Tarakan Dorong Zakat Profesi, Target 2026 Capai Rp11 Miliar

"Ini rutin tahunan dilaksanakan Baznas Tarakan. Dilaksanakan saat bulan suci Ramadan biasanya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Belanja Bareng Anak Yatim dan Kaum Dhuafa ini tujuannya memberikan sedikit bantuan kepada anak-anak kita, anal yatim dan anak-anak dari keluarga dhuafa," ungkap Walikota Tarakan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak yatim dan dari keluarga dhuafa dapat ikut merasakan kebahagiaan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ia menambahkan, program tersebut telah berjalan selama 11 tahun, meskipun sempat terhenti selama dua tahun saat pandemi Covid-19 karena adanya pembatasan kegiatan.

"Sehingga program tidak dilaksanakan karena dulu itu dilarang kumpul-kumpul. Kita lihat banyak sekali anak-anak kita gembira, dikasih uang Rp500 ribu belanja baju baru supaya bisa dipakai lebaran," lanjutnya.

Baca juga: Walikota Tarakan Larang ASN Bawa Kendaraan Dinas ke Luar Daerah saat Libur Lebaran

Berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan sistem voucher, kini bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai agar lebih fleksibel dimanfaatkan oleh penerima.

"Sekarang diberikan uang. Kalau tidak habis belanja bajunya, uangnya bisa dipakai untuk kebutuhan lainnya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved