Minggu, 19 April 2026

Berita Tarakan Terkini

BKHIT Tarakan Sasar 3 Titik untuk Ambil Sampel Darah Ratusan Sapi

Tim Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Tarakan melakukan pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
PENGAMBILAN SAMPEL - Tampak tim paramedik dan medik dari BKHIT mengambil sampel darah ke sapi yang akan dikurbankan lokasi di wilayah Pasir Putih Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan, Sabtu (17/4/2026) sore. (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH) 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN –  Tim Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Tarakan melakukan pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha.

Bahkan , tim  turun langsung mengambil sampel darah sapi di sejumlah titik penampungan di Kota Tarakan pada Sabtu (17/4/2026) sore kemarin.

Paramedik BKHIT Kaltara, Bambang Suryono menjelaskan langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh sapi yang masuk benar-benar sehat sebelum diedarkan ke masyarakat.

“Ini kemarin sudah datang sapinya sekitar 420-an. Nanti kita lakukan pengambilan sampel untuk memastikan bahwa sebelum ke masyarakat, kita hasilkan sampelnya dulu. Baru nanti setelah hari Senin mungkin ini sudah keluar, baru bisa disebarkan ke masyarakat,” ujarnya.

Menurut Bambang, pemeriksaan ini penting karena potensi penularan penyakit tidak hanya berasal dari hewan itu sendiri, tetapi juga dari media lain seperti alat angkut dan lingkungan selama perjalanan.

Baca juga: Reaksi DPRD Balikpapan soal Pembuangan Limbah Hewan Kurban ke Sungai dan Laut

“Penyakit ini kan tidak harus pada sapinya. Pada medianya juga bisa, di atas kapalkah, dari angkut lautnya juga bisa. Makanya untuk memastikan sapi ini sehat, dilakukanlah pengujian ulang di sini,” jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun pemeriksaan awal sudah dilakukan di daerah asal, pengujian ulang tetap wajib dilakukan saat sapi tiba di Tarakan.

“Sebenarnya sudah dilakukan di sana, cuma harus diuji ulang di sini. Karena media yang membawa itu bukan di sapinya saja, banyak medianya itu,” katanya.

Dalam proses pengambilan sampel, darah sapi diambil untuk kemudian diproses menjadi serum dan diuji di laboratorium. Pengujian difokuskan pada beberapa penyakit utama.

“Pengujiannya yang utama PMK, brucellosis sama parasit darah,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam waktu tiga hari.

“Tiga hari sudah keluar. Mungkin dari Senin sore sudah bisa,” ucap Bambang.

Pengambilan sampel dilakukan di tiga lokasi berbeda dalam satu hari. Di antaranya kawasan Pasir Putih dua titik, kemudian  di jalan menuju TPA Hake Babu satu titik. Pengambilan darah satu hari.

Untuk satu titik saja, jumlah sapi yang diperiksa mencapai 128 ekor di wilayah Pasir Putih.  Sebagian besar sapi yang diperiksa berasal dari Gorontalo dan didatangkan menggunakan satu kapal.

Baca juga: Salat Idul Adha di Masjid  Nurul Muminin, Sekda Kaltim Serahkan Hewan Kurban OPD Pemprov

“Rata-rata dari Gorontalo semuanya. Ada lemosin, ada peranakan Bali, ada juga PO (Peranakan Ongole),” sebutnya.

Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak, namun tetap memperhatikan kondisi fisik hewan.

“Secara acak, tapi kita lihat juga fisiknya. Kalau ada yang menunjukkan gejala, itu yang kita kejar,” pungkasnya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved