Selasa, 9 Juni 2026

Berita Nunukan Terkini

Jeritan Warga Perbatasan di Krayan Selatan: Harga Semen Tembus Rp500 Ribu, BBM Langka dan Meroket

Warga di perbatasan Indonesia-Malaysia, Krayan Selatan, Nunukan, menghadapi krisis akibat jalan rusak parah.

Tayang:
HO/CAMAT KRAYAN SELATAN
JALAN RUSAK KRAYAN - Kondisi jalan di Krayan Selatan yang rusak parah akibat hujan ekstrem, tampak berlumpur, tergenang air, dan sulit dilalui kendaraan. Akses transportasi di wilayah perbatasan ini dilaporkan lumpuh dan berdampak pada aktivitas warga. (HO/CAMAT KRAYAN SELATAN) 

Ringkasan Berita:
  • Kerusakan jalan membuat distribusi barang terhambat, memicu kenaikan harga sembako 20-30 persen dan harga semen tembus Rp500 ribu per sak.
  • Pasokan bahan bakar tersendat akibat akses darat yang rusak. Harga BBM kini mencapai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per liter di tingkat pedagang.
  • Ribuan warga di Krayan Selatan kesulitan memperoleh kebutuhan pokok, sementara hasil pertanian seperti Beras Adan Krayan juga sulit dipasarkan karena ongkos angkut yang melonjak.

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN – Jeritan pasrah terdengar dari warga di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara

Akibat kerusakan jalan penghubung antarwilayah yang kian parah, harga kebutuhan pokok di daerah tersebut melonjak drastis hingga 30 persen.

Sementara, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin langka dan harganya meroket tajam di tingkat pedagang.

Bahkan, harga semen yang biasanya berkisar Rp280 ribu kini menembus Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per sak.

Baca juga: 13 Desa di Krayan Selatan Nunukan Terancam Krisis Pasokan Pangan, BBM Langka Jadi Penyebab Utama

Dampak kerusakan infrastruktur ini juga membuat waktu tempuh perjalanan logistik yang biasanya hanya membutuhkan waktu satu hingga dua jam, kini melorot drastis hingga memakan waktu sampai enam hari perjalanan.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengungkapkan buruknya infrastruktur jalan telah memukul aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.

"Kenaikan harga kebutuhan pokok saat ini berkisar 20 sampai 30 persen. Penyebab utamanya karena jalan darat rusak dan ada yang putus sehingga distribusi barang menjadi terhambat," kata Oktavianus.

Sopir Terjebak Lumpur, Mobil Rusak di Tengah Hutan

Oktavianus menjelaskan, akses darat dari Long Layu menuju Krayan Barat dan Long Bawan yang selama ini menjadi jalur utama distribusi barang kini nyaris lumpuh.

Baca juga: Ketika Masyarakat Kota Riuh Keluhkan Kenaikan Harga Barang, Warga Krayan sudah Bosan Berteriak

Para sopir harus menghadapi jalan berlumpur, tanjakan rusak, hingga kendaraan yang sering mogok di tengah perjalanan.

Tak jarang mereka terpaksa berjalan kaki puluhan kilometer untuk mencari bantuan maupun suku cadang kendaraan.

"Dulu perjalanan hanya satu sampai dua jam. Sekarang bisa enam hari baru sampai tujuan. Banyak mobil rusak di jalan dan sopir harus mencari bantuan sendiri," ujarnya.

Kondisi itu membuat pasokan barang dari luar daerah terlambat masuk ke Krayan Selatan. Ketika stok menipis, harga barang di tingkat pedagang pun ikut meroket.

Baca juga: Krayan Nunukan Kaltara Direndam Banjir, Akses Jembatan Putus hingga Pelajar Gagal Sekolah

BBM Langka, Harga Melonjak Dua Kali Lipat

Salah satu kebutuhan yang paling sulit didapatkan saat ini adalah bahan bakar minyak (BBM).

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved