Berita Kaltara Terkini
Daftar Tarif Baru Bus Damri Kaltara Juni 2026: 4 Rute Perintis Ini Resmi Turun Harga
Di tengah pelemahan rupiah dan meningkatnya biaya transportasi, Damri resmi menurunkan tarif pada sejumlah rute perintis di Kalimantan Utara.
Ringkasan Berita:
- Empat rute perintis turun tarif. Rute Tanjung Selor–KTT kini Rp85 ribu dari sebelumnya Rp100 ribu, sementara Malinau–KTT turun menjadi Rp35 ribu dari Rp45 ribu.
- Penyesuaian tarif dilakukan berdasarkan arahan BPTD untuk menjaga aksesibilitas transportasi masyarakat di wilayah terpencil Kalimantan Utara.
- Tarif Tanjung Selor–Malinau dan Tanjung Selor–Samarinda tidak mengalami perubahan, meski biaya operasional transportasi secara umum menghadapi tekanan akibat pelemahan rupiah.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Daftar tarif baru armada bus Damri di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) resmi dirilis.
Di tengah situasi ekonomi yang menantang, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) membawa kabar baik bagi mobilitas masyarakat pedalaman dengan meresmikan penurunan harga tiket khusus untuk empat rute perintis.
Penurunan tarif resmi ini menjadi angin segar yang sangat kontras dengan realitas saat ini.
Sebab, kebijakan tersebut digulirkan di saat kondisi ekonomi global tengah dibayangi ketidakpastian akibat memanasnya perang di Timur Tengah yakni Iran vs Amerika Serikat, serta nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga mencapai Rp 18.000 per USD.
Baca juga: Kabar Gembira untuk Warga Kaltara, BPTD Justru Pangkas Tarif Damri di Tengah Pelemahan Rupiah
Hal ini disampaikan Kepala Pimpinan Cabang Damri Tanjung Selor, Junaid, Selasa (9/6/2026).
Pihaknya menyebutkan bahwa kebijakan ini berlaku untuk beberapa rute perintis yang dilayani oleh Damri Tanjung Selor.
"Penyesuaian tarif kalau tidak salah sudah sejak beberapa bulan terakhir. Khusus lima segmen perintis turun tarifnya. Kami mengikuti arahan BPTD karena perhitungan biaya subsidi perintis," ujar Junaid kepada TribunKaltara.com, Selasa (9/6/2026).
Rincian 4 Rute Perintis Damri Kaltara yang Turun Harga
Berdasarkan data penyesuaian tarif terbaru dari Damri Cabang Tanjung Selor, berikut adalah daftar rute perintis yang mengalami penurunan harga tiket:
Rute Tanjung Selor – KTT
- Tarif Lama: Rp100.000
- Tarif Baru: Rp85.000
Rute Tanjung Selor – Long Tungu
- Tarif Lama: Rp50.000
- Tarif Baru: Rp45.000
Rute Tanjung Selor – Mangkupadi
- Tarif Lama: Rp50.000
- Tarif Baru: Rp45.000
Rute Malinau – KTT
- Tarif Lama: Rp45.000
- Tarif Baru: Rp35.000
Sementara itu, untuk rute komersil reguler terpantau stabil dan tidak mengalami perubahan biaya operasional.
"Tarif Tanjung Selor–Malinau tetap Rp190 ribu, tidak ada perubahan. Begitu juga tarif Tanjung Selor–Samarinda tetap," ungkapnya.
Baca juga: Jadwal Keberangkatan Bus Damri di Terminal Tanjung Selor Kaltara, 15 Armada Disiapkan
Tarif Masih Bisa Berubah
Menurut Junaid, penurunan tarif tersebut dimungkinkan karena adanya dukungan subsidi pemerintah terhadap layanan angkutan perintis yang bertujuan menjaga aksesibilitas masyarakat di wilayah terpencil.
Namun demikian, ia mengingatkan para pengguna jasa bahwa tarif murah ini masih berpotensi fluktuatif ke depannya.
"Informasinya kalau ada perubahan lagi, nanti akan kembali normal lagi," ujarnya.
Kebijakan penurunan tarif ini terbilang sangat menarik perhatian publik.
Pasalnya, biaya operasional transportasi secara umum di dalam negeri justru cenderung meningkat seiring pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan berbagai komponen pendukung transportasi.
Baca juga: Ketua DPRD Berau Dorong Operasional Bus DAMRI hingga Pesisir Teluk Sumbang
Berdasarkan sejumlah laporan ekonomi yang diperoleh TribunKaltara.com dari berbagai sumber, nilai tukar rupiah pada awal Juni 2026 telah menyentuh kisaran Rp18.000 hingga Rp18.190 per USD.
Angka ini tentu menjadi salah satu level terlemah sepanjang sejarah.
Pelemahan rupiah tersebut turut memicu kekhawatiran terhadap kenaikan biaya impor, bahan bakar, serta berbagai kebutuhan operasional sektor transportasi, namun komitmen subsidi BPTD berhasil menekan beban tarif bagi masyarakat Kalimantan Utara. (*)
| 3 Panduan BMKG dalam Menghadapi Kenaikan Air Laut di Pesisir Kaltara, Belajar dari Kasus Tarakan |
|
|---|
| BMKG Cabut Peringatan Tsunami Tarakan, Gelombang Tertinggi Hanya 30 Sentimeter |
|
|---|
| 30 Tahun Tinggal di Pantai Amal Tarakan, Fatmawati Baru Kali Ini Mengungsi Akibat Kabar Tsunami |
|
|---|
| Video Warga Pantai Amal Tarakan Berlarian Viral, Lurah Turun Tangan Redam Isu Tsunami |
|
|---|
| Gempa M 7,7 Filipina Picu Waspada Tsunami, Bupati Nunukan Minta Warga Pesisir Menjauh dari Pantai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260406_Aktivitas-di-terminal-Damri-Tanjung-Selor.jpg)