Kamis, 11 Juni 2026

Berita Nunukan Terkini

Dampak Penguatan Ringgit, Ribuan Warga Malaysia Serbu Sektor Wisata di Nunukan

Ribuan warga negara asing (WNA) asal Malaysia tercatat masuk ke Nunukan , Kalimantan Utara (Kaltara) dalam sebulan terakhir

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/Fatimah Majid
PERBATASAN - Wisatawan berfoto di kawasan wisata perbatasan Indonesia-Malaysia di Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Menguatnya nilai tukar Ringgit Malaysia terhadap rupiah turut mendorong peningkatan kunjungan warga Malaysia ke wilayah perbatasan Nunukan pada Mei 2026.(TribunKaltara.com/Fatimah Majid). 

Ringkasan Berita:
  • Kedatangan warga negara Malaysia ke Nunukan melonjak drastis pada Mei 2026 akibat penguatan nilai tukar Ringgit.
  • Kantor Imigrasi Nunukan mencatat kenaikan jumlah WNA dari 1.007 orang menjadi 2.286 orang dalam satu bulan.
  • Mayoritas warga Malaysia berkunjung untuk tujuan silaturahmi keluarga dan berwisata di wilayah perbatasan.
  • Peningkatan kunjungan ini diprediksi memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi daerah di sektor perdagangan dan jasa.

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN – Ribuan warga negara asing (WNA) asal Malaysia tercatat masuk ke Nunukan , Kalimantan Utara (Kaltara) dalam sebulan terakhir. 

Hal ini disebabkan karena menguatnya nilai tukar Ringgit Malaysia terhadap Rupiah.

Kantor Imigrasi Nunukan mencatat lonjakan signifikan kedatangan WNA Malaysia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka pada Mei 2026.

Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Donly Siahaan, mengungkapkan jumlah kedatangan WNA Malaysia melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.

"Terjadi peningkatan kedatangan WNA yang sangat drastis pada bulan Mei, melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya, dari 1.007 orang pada April menjadi 2.286 orang pada Mei," ujarnya kepada TribunKaltara.com, melalui pesan tertulis, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Tarif Speedboat Nunukan-Tarakan Masih Rp280 Ribu

Lonjakan tersebut terjadi saat nilai tukar Ringgit Malaysia menguat hingga berada di kisaran Rp4.500 per RM1. Kondisi ini membuat daya beli warga Malaysia di wilayah perbatasan Indonesia menjadi lebih tinggi.

Donly menjelaskan, sebagian besar warga Malaysia yang datang ke Nunukan bukan untuk bekerja, melainkan mengunjungi keluarga dan berwisata.

"Mayoritas datang untuk mengunjungi keluarga dan berlibur. Mobilitas masyarakat lintas batas memang cukup tinggi antara Malaysia dan Nunukan," katanya.

Data Imigrasi menunjukkan arus masuk WNA Malaysia pada Mei menjadi yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, pergerakan warga negara Indonesia (WNI) yang melintas melalui perbatasan masih tergolong normal.

Dalam lima bulan pertama tahun 2026, jumlah keberangkatan dan kedatangan WNI berkisar antara 5.000 hingga 6.900 orang per bulan.

Imigrasi Nunukan menilai meningkatnya kunjungan warga Malaysia menjadi angin segar bagi perekonomian daerah.

Semakin banyaknya pengunjung dari negara tetangga berpotensi meningkatkan transaksi di sektor perdagangan, kuliner, transportasi hingga penginapan.

"Imigrasi melihat ini sebagai dampak yang positif karena dapat mendorong perputaran ekonomi daerah setempat, terutama Kabupaten Nunukan, sehingga kesejahteraan masyarakat kemungkinan makin meningkat," ungkap Donly.

Baca juga: Detik-detik Kebakaran Kios Pulsa di Nunukan, Diduga karena Korsleting Listrik

Meski demikian, Imigrasi Nunukan memastikan pengawasan dan pelayanan keimigrasian tetap berjalan maksimal untuk menjaga keamanan serta kedaulatan negara di wilayah perbatasan.

"Langkah Imigrasi Nunukan selalu memperkuat perannya sebagai penjaga kedaulatan dengan menempatkan rakyat sebagai pusat orientasi. Sinergi pelayanan dan penegakan hukum diwujudkan melalui kebijakan dan inovasi. Semangat Imigrasi Nunukan tetap melayani sepenuh hati untuk rakyat," pungkasnya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved