DPRD Apreasi Penghargaan Terminal Sungai Kunjang Terbaik
Kalangan DPRD Samarinda pada prinsipnya mengapresiasi penghargaan tingkat nasional yang diraih Terminal Sungai Kunjang
Penulis: Doan E Pardede | Editor: Sumarsono
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Kalangan DPRD Samarinda pada prinsipnya mengapresiasi penghargaan tingkat nasional yang diraih Terminal Sungai Kunjang di Jl Untung Suropati, Samarinda. Demikian dikatakan Sudarno, anggota Komisi II DPRD Samarinda kepada tribunkaltim.co.id, Jumat (2/5/2014).
Seperti diberitakan, Terminal Sungai Kunjang dinobatkan sebagai terminal penumpang terbaik pertama dalam penganugrahan Wahana Tata Laksana (WTL) untuk urusan pelayanan penumpang tahun 2013.
"Saya menanggapi itu, ya kaget juga. Tidak menyangka bahwa terminal kita Sungai Kunjang itu mendapat penghargaan Wahana Tata Laksana dari Kementrian Perhubungan. Artinya apa, kami sendiri yang masih menganggap sangat minim sarana prasarana dan fasilitas sudah mendapatkan penghargaan," kata Sudarno.
"Kami mengharapkan ini sebagai cambuk bagi Dinas Perhubungan, bahwa terminal ini harus kita jaga sebaik mungkin dan kita usahakan, kita tingkatkan. Baik sarana dan prasarana, fasilitas kemudian pelayanannya kepada masyarakat," tambahnya.
Dan perlu dicatat kata Sudarno, bila memang penilaian yang dilakukan sudah cukup fair, maka memang seperti itulah keadaan terminal dengan pelayanan penumpang terbaik di seluruh negeri ini. Pihak Kementrian Perhubungan juga menurutnya tidak sembarangan dalam memberikan suatu penghargaan yang tujuannya agar bisa ditiru terminal lain di Indonesia.
"Jangan sampai terminal kita ini, dapat kebanggaan di tahun 2013 kemudian satu dua tahun berikutnya nilainya menjadi anjlok. Ternyata menjadi terminal terjorok atau terminal terburuk seluruh Indonesia. Ini malu juga bagi kita," kata Sudarno.
Salah satu yang perlu dibenahi kata Sudarno, adalah masih banyaknya angkutan yang menaikkan atau menurunkan penumpang sesukanya. Adanya terminal bayangan juga menurutnya akan mengurangi fungsi terminal resmi yang sudah ada.
"Bahkan yang kita lihat di Jl Slamet Riyadi, depan pasar buah itu pasti ada menaikkan penumpang dan sebagainya. Kita mengharapkan, Dinas Perhubungan itu bisa menempatkan petugas disitu. Sehingga tidak ada lagi terminal bayangan," kata Sudarno. (*)