Remaja Korban Tawuran
Dikira Keracunan, Ternyata Yusuf Tewas karena Perdarahan Otak
Senin (27/4/2015) Yusuf dikebumikan di Pemakaman Muslim Gunung Malang. Menurut dokter yang menangani, Yusuf mengalami perdarahan otak.
Penulis: tribunkaltim | Editor: Amalia Husnul A
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Ahmad Sidik, Anjas Pratama, dan Siti Zubaidah
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Muhammad Yusuf menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Restu Ibu, Minggu (26/4/2015) malam. Ia adalah korban tawuran remaja yang terjadi di perbatasan RT 1 dan RT 4, Markoni, Kelurahan Damai, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Senin (27/4/2015) Yusuf dikebumikan di Pemakaman Muslim Gunung Malang. Menurut dokter yang menangani, Yusuf mengalami perdarahan otak.
Ketika Tribun mendatangi kediaman Yusuf, Taufik, ayah Yusuf menjelaskan mengapa sebelumnya ia belum mau memberi keterangan. "Waktu itu sedang kritis, kami tidak bisa memberi keterangan banyak," ujar Taufik.
Taufik mengatakan ia tidak tahu anaknya terlibat tawuran.(BACA: BREAKING NEWS - Korban Tawuran, Siswa SMP Tewas Setelah Koma 2 Hari)
"Saya kira waktu itu, Yusuf keracunan makanan, malam itu belum tahu. Baru paginya, anak-anak sekitar cerita kalau MY ikut tawuran. Tapi dia kuat juga menahan sakit dari mulai setelah tawuran sampai dibawa ke rumah sakit," ungkap Taufik.
Keluarga Yusuf sudah pasrah dengan kejadian yang menimpa anak ketiga dari lima bersaudara ini. "Ini musibah yang sangat cepat. Kami tidak menduganya. Semoga kejadian ini dapat jadi pelajaran bagi anak-anak yang lain. Pelakunya saat ini kan sudah di polisi. Biarlah polisi yang menanganinya," katanya.
Sementara Dr. Vernilina, Kepala IGD & Rawat Jalan mengatakan, "Kepastiannya meninggal akibat pendarahan di otak. Hal tersebut kami dapatkan setelah melakukan computer tomography (CT) scan pada korban." Saat korban tiba di Restu Ibu, Minggu (26/4) pukul 01.00, tim dokter mencari beberapa bekas luka di area kepala, tetapi tidak ditemukan. Begitu pula dengan memar di bagian wajah yang tidak tampak ketika dilakukan pengobatan. (BACA: Tawuran Remaja, Mulut Rinal Tertancap Anak Panah).
"Selanjutnya, kami melakukan CT scan dan hasilnya memang ada perdarahan di otak. Jika ingin lebih jelas harus otopsi," tambah dr. Jahja Budi, Wakil Direktur RS Restu Ibu. Menurut dr. Lina, kondisi korban semakin memburuk hingga ada penurunan kesadaran. "Korban akhirnya tutup usia sekitar pukul 18.00," katanya.
Senin (27/4/2015), tewasnya Yusuf juga dibahas dalam rapat pagi yang digelar di kantor Walikota. "Kami sudah meminta sekolah dan seluruh stakeholder yang ada untuk memberikan wejangan kepada anak-anak," kata Sayid MN Fadli, Sekretaris Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. (BACA: Jam Malam akan di Berlakukan Pasca Tawuran di RT 04 dan RT 01).
Sementara, Kepala Satpol PP Kota Balikpapan, Freddy Pasaribu saat dihubungi Tribun menjelaskan tawuran merupakan ranah hukum dan kriminal, artinya ranahnya kepolisian. "Tapi kami akan melakukan patroli dan penjagaan mobile, artinya setiap anggota mengawasi wilayah tersebut," ujar Freddy. (*)
