Rabu, 8 April 2026

Abdul Rahman Pimpin Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan, Ini Target dan Programnya

Abdul Rahman menjelaskan, komoditas unggulan Kaltim sangat banyak dan mampu bersaing di luar negeri.

Penulis: Siti Zubaidah |
TRIBUN KALTIM / SITI ZUBAIDAH
Abdul Rahman kini mengemban tugas sebagai Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan menggantikan posisi Syamsu Alam yang memasuki masa purna bakti. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Abdul Rahman kini mengemban tugas sebagai Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan menggantikan posisi Syamsu Alam yang memasuki masa purna bakti.

Pisah sambut jabatan digelar sederhana di ruang pertemuan Kantor Kementerian Pertanian Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan yang berada di Jalan Pelita, Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan, Rabu (19/6/2019).

Abdul Rahman merupakan mantan Kepala Bidang di Balai Besar Karantina Pertanian di Makassar memiliki target tertentu dalam memimpin Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan.

Salah satunya akan meningkatkan ekspor buah-buahan sehingga dapat membantu perekonomian petani di Kaltim, khususnya Balikpapan.

"Yang jelas untuk pelayanan publik mendahulukan kepada masyarakat bagaimana memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Sehingga pelayanan masyarakat tidak ada lagi keluhan dan hambatan yang berarti dalam pengurusan karantina," kata Abdul Rahman.

Disampaikan Abdul Rahman, selama ini ada beberapa buah-buahan yang tidak boleh masuk ke Indonesia, dalam rangka mencegah hama penyakit.

"Jangan sampai ada penyakit buah-buahan yang rusak akibat hama dari luar. Kita harus cegah, jangan sampai masuk ke Kaltim maupun Indonesia," kata Abdul Rahman.

Abdul Rahman menjelaskan, komoditas unggulan Kaltim sangat banyak dan mampu bersaing di luar negeri.

"Kita akan pacu petani buah-buahan di Kaltim. Komuditas pertanian, seperti merica, pisang, buah naga, dan buah-buahan lainnya didorong agar bisa ekspor," ujar Abdul Rahman.

Selama ini, sudah ada beberapa buah-buahan yang diekspor. Namun jumlahnya sangat sedikit dibanding hasil panen para petani di Kaltim.

"Kami berusaha untuk meningkatkannya. Nanti kita kerja sama dengan Dinas Pertanian Pemprov Kaltim. Untuk program-program di Kaltim akan kita support," ungkapnya.

Buah-buahan yang ada di Kaltim, selama ini hanya boleh dikirim ke China, Singapura, dan Malaysia.

"Jumlahnya sekarang yang ekspor masih sedikit. Supaya bisa menjadi produk ekspor, akan diperiksa kualitasnya sehingga bisa membantu petani agar nilai jual buahnya lebih tinggi," kata pria lulusan Universitas Hasanddunin (UNHAS) Makasar kepada Tribun Kaltim. (Tribun Kaltim /Siti Zubaidah)

Subscribe official Channel YouTube:

BACA JUGA:

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved