Berita Balikpapan Terkini
Wanita Asal Balikpapan Ini Terinspirasi Novel Biografi Inggit Gunarsih
Bagi Indah Furnama, perempuan asal Balikpapan, satu buku mampu mengubah cara pandangnya terhadap hidup, perempuan, dan sejarah.
Penulis: Ardiana | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Indah Furnama terinspirasi oleh buku Kuantar Kau ke Gerbang, biografi Inggit Gunarsih yang ia baca saat SMA dan masih membekas hingga kini.
- Baginya, Inggit adalah simbol keteguhan dan prinsip perempuan yang tidak kehilangan jati diri meski hidup mendampingi tokoh besar seperti Soekarno.
- Buku tersebut menjadi gerbang Indah menuju literasi yang lebih luas, terutama bacaan non-fiksi yang menurutnya memberi perspektif hidup lebih nyata.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN — Bagi Indah Furnama, perempuan asal Balikpapan, satu buku mampu mengubah cara pandangnya terhadap hidup, perempuan, dan sejarah.
Novel biografi Inggit Gunarsih berjudul “Kuantar Kau ke Gerbang” karya Ramadhan K.H menjadi titik balik yang menanamkan ketabahan, prinsip, dan keberanian dalam dirinya sejak duduk di bangku SMA.
Indah mengaku bahwa buku tersebut menjadi bacaan yang tak pernah ia lupakan, meski telah bertahun-tahun berlalu sejak pertama kali membacanya.
Kisah istri Soekarno itu membuka matanya tentang sisi lain seorang tokoh besar.
Baca juga: Indah, Warga Balikpapan yang Menjadikan Buku Nonfiksi sebagai Jendela Kehidupan
“Selama ini kita lihat Soekarno itu sempurna banget kan. Tapi dari buku itu aku baru sadar, ada sisi kelam, ada manusia biasa di belakang sosok besar itu,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Baginya, Inggit bukan sekadar figur sejarah, tetapi sosok perempuan yang kuat, penuh prinsip, dan tetap teguh memegang martabat diri.
Indah mengatakan bahwa ketegasan Inggit yang memilih tidak dimadu dan tetap menjaga hubungan baik setelah bercerai adalah bentuk kecintaan tanpa kehilangan jati diri.
Pelajaran itu menjadi salah satu nilai yang selalu ia ingat hingga kini. Ia melihat bagaimana Inggit mencintai bukan karena status suaminya, melainkan karena pemikiran, tutur, dan tindakannya.
Indah mengakui, memahami sosok Inggit membantunya memandang manusia secara lebih dalam dan bijak.
Baca juga: Wanita Asal Balikpapan Indah Akui Buku Jadi Pererat Hubungan Asmara
“Semenjak itu, aku belajar untuk membuka tangan dulu. Enggak menghakimi orang dari penampilan atau asalnya, tapi dari isinya,” ujarnya.
Buku tersebut juga menjadi pintu masuknya ke dunia literasi yang lebih luas.
Ia tak lagi sekadar membaca novel populer, tetapi mulai menyukai buku-buku yang memberi perspektif hidup baru.
Indah kini lebih banyak melahap buku nonfiksi, karena menurutnya, genre itu membuat pembaca bisa melihat dunia dari “kacamata orang lain”.
“Kalau non-fiksi itu lebih relate sama kehidupan kita. Karena kalau kita baca buku itu kan artinya kita pakai kacamata orang untuk melihat tentang apa yang dibahas di buku itu,” pungkasnya. (*)
| Balikpapan Jadi Daerah UHC Terbaik di Indonesia, BPJS Ajak Warga Hidup Sehat dan Taat Bayar Iuran |
|
|---|
| Walikota Rahmad Masud Lepas Balikpapan Coastal Running 2026, Ribuan Pelari Ramaikan Kawasan Pesisir |
|
|---|
| Industri Ojol Balikpapan Tolak Batas Potongan 8 Persen, Dinilai Ganggu Ekosistem Digital |
|
|---|
| FOTO-FOTO: Antusias Peserta Audisi D’Academy 8 di Balikpapan, Fildan Rahayu jadi Juri |
|
|---|
| Demi Dangdut, Peserta D’Academy 8 Balikpapan Rela Tempuh Perjalanan Jauh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251129_Indah-Furnama.jpg)