Minggu, 19 April 2026

Seputar Polri

Jejak Brigpol Jajang, Polisi Perbatasan yang Mengajar tanpa Bayaran

Bagi warga setempat, kehadiran Brigpol Jajang adalah anugerah membuka jalan pendidikan bagi generasi muda

Editor: Content Writer
Istimewa
MENGAJAR TANPA BAYARAN - Bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek Long Apari, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Brigpol Jajang rela meluangkan waktunya menjadi guru agama di SDN 2 Tiong Ohang. 

TRIBUNKALTIM.COM - Brigpol Jajang Kurnia dikenal sebagai sosok polisi yang melampaui tugas rutinnya. Bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek Long Apari, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, ia rela meluangkan waktunya menjadi guru agama di SDN 2 Tiong Ohang. Yang membuatnya istimewa, pengabdian ini ia lakukan tanpa menerima bayaran.

Tak berhenti di situ, pada 2019 Jajang menggagas Taman Baca Bhabinkamtibmas Tiong Ohang yang berdiri di Polsek Long Apari. Perpustakaan sederhana itu menjadi oase ilmu bagi anak-anak di desa perbatasan Indonesia–Malaysia, tempat mereka bisa membaca dan belajar di tengah keterbatasan akses pendidikan.

Bagi warga setempat, kehadiran Jajang adalah anugerah. Ia tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membuka jalan pendidikan bagi generasi muda. Davit, salah seorang warga, tak ragu memberikan apresiasi.

"Kalo Pak Jajang saya nilai polisi yang punya kredibilitas yang tinggi, bermasyarakat. Dengan masyarakat seputaran beberapa kampung di sini ya bisa saya kasih nilai plus lah itu," ujar Davit.
Jajang sendiri bercerita bahwa gagasan taman baca lahir tak lama setelah dirinya ditempatkan di wilayah perbatasan.

Baca juga: Kapolda Kaltim Ajak Personel Teladani Sejarah dalam Upacara Peringatan Hari Juang Polri

"Saya 2018 itu kan mutasi ke daerah perbatasan di Kecamatan Long Apari itu, kecamatannya berbatasan dengan Malaysia. Jadi tahun 2019 saya bikin perpustakaan di Polsek situ karena kalau dulu kan sangat terbatas," ucap Brigpol Jajang.

Dengan dukungan Kapolsek Long Apari dan Kapolres Mahulu, taman baca itu resmi berdiri. Sejak saat itu, anak-anak berbondong-bondong datang untuk membaca dan belajar.

Selain taman baca, Jajang juga setia mengajar pelajaran agama Islam untuk enam kelas di SDN 2 Tiong Ohang. Dari Senin hingga Jumat, ia menyesuaikan waktunya antara tugas sebagai polisi dan peran sukarela sebagai guru.

Baginya, pengabdian ini bukan soal materi.

"Enggak.. enggak ada (bayaran), nggak masalah (nggak dibayar). Saya dulu juga pernah ikut program Pak Kapolri yang Bhabin Mengajar itu, jadi Bhabin aktif di sekolah gitu kan," imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved