Berita Nasional Terkini

Respons Puan Maharani soal Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob saat Demo Ricuh di DPR

Peristiwa ojol tewas dilindas rantis Brimob ini terjadi di tengah kericuhan demonstrasi yang berpusat di depan Gedung DPR/MPR RI

Kompas.com/Nicholas Ryan Aditya
OJOL TEWAS DITABRAK - Ketua DPR RI, Puan Maharani ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/6/2024). Respons Puan Maharani soal ojol tewas dilindas Rantis saat demo di gedung DPR (KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA) 

TRIBUNKALTIM.CO - Insiden tragis menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21), yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Korps Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Ketua DPR RI Puan Maharani pun merespons insiden ojol tewas dilindas rantis Brimob.

Peristiwa ojol tewas dilindas rantis Brimob ini terjadi di tengah kericuhan demonstrasi yang berpusat di depan Gedung DPR/MPR RI, dan langsung memicu kemarahan publik.

Brimob atau Brigade Mobil adalah satuan elit di bawah Kepolisian Republik Indonesia yang bertugas menangani situasi berisiko tinggi seperti kerusuhan, terorisme, dan pengamanan demonstrasi. Rantis (kendaraan taktis) adalah mobil lapis baja yang digunakan dalam operasi lapangan.

Dalam insiden ini, rantis jenis barakuda digunakan untuk membubarkan massa, namun justru menabrak dan melindas Affan.

Baca juga: Daftar 7 Brimob di Insiden Ojol Terlindas hingga Tewas saat Demo, Sosok Sopir Rantis Belum Terungkap

Kronologi Lengkap Insiden di Pejompongan

Menurut saksi mata Abdul (29), rantis Brimob melaju dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan di tengah kerumunan massa.

Affan yang sedang menyeberang jalan untuk mengantar pesanan makanan tidak sempat menghindar dan akhirnya terlindas.

“Dia benar-benar nyoba nabrakin para pendemo,” kata Abdul, dikutip dari Wartakotalive.

Rekan Affan sesama ojol, Hafidz alias Ompong, menyatakan bahwa korban tidak ikut dalam aksi demonstrasi.

“Dia nggak ikut demo, lagi mau nyeberang kena mobil Barracuda ngebut, jadi kelindes,” ujar Ompong di rumah duka, Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat.

Affan sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun meninggal dunia dalam perjalanan.

Tanggapan Puan Maharani

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Affan dan mendesak agar kepolisian mengusut tuntas insiden tersebut.

“Dukacita mendalam atas jatuhnya korban meninggal dunia dalam demo semalam, secara khusus bagi driver ojek online bernama Affan Kurniawan. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT,” ujar Puan, Jumat (29/8/2025).

Ia menekankan pentingnya transparansi dalam proses hukum dan meminta agar korban lain yang terluka, seperti Moh Umar Amarudin, dirawat hingga pulih.

“Tentunya, polisi harus bisa mengusut tuntas insiden memilukan ini, dan harus dilakukan secara transparan.”

“Korban-korban yang terluka saat aksi demo kemarin harus diberikan perlindungan sebaik-baiknya, dirawat hingga sembuh,” tegasnya.

Puan juga memastikan bahwa DPR mendengarkan aspirasi masyarakat dan berkomitmen untuk terus membenahi diri.

“DPR mendengarkan dan memahami aspirasi masyarakat. Semuanya tentu akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada. DPR memiliki komitmen untuk terus membenahi diri.”
 
Reaksi Publik dan Prosesi Pemakaman

Jenazah Affan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Jumat pagi. Sekitar 100 pengemudi ojol mengawal jenazah dalam konvoi sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan terakhir.

“Saya kawal sampai ke makam, konvoi jam 10 di Karet Bivak, sekitar 100 ojol,” kata Ompong.

Video amatir yang merekam detik-detik insiden viral di media sosial, memperlihatkan rantis Brimob melaju kencang, menabrak Affan, berhenti sejenak, lalu melanjutkan lajunya.

Teriakan “Ya Allah! Keinjek itu!” terdengar dalam rekaman, menggambarkan kepanikan warga.

Tanggapan Pemerintah dan Kapolri

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara terpisah melayat ke rumah duka.

Pramono menyampaikan komitmen Pemprov DKI untuk membantu penuh keluarga korban.

“Kami berkomitmen untuk membantu sepenuhnya agar keluarga tidak terbebani,” ujar Pramono.
Kapolri Listyo Sigit juga menyampaikan permintaan maaf langsung kepada keluarga Affan.

“Saya sampaikan ucapan duka cita mendalam kepada almarhum Affan dan juga kepada seluruh keluarga. Permintaan maaf dari institusi kami atas musibah yang terjadi,” kata Sigit.
 
Pemeriksaan Internal Polri

Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim mengonfirmasi bahwa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya sedang diperiksa terkait insiden ini.

Mereka adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J—semua berada di dalam rantis saat kejadian.

Keluarga Korban Menuntut Keadilan

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa keluarga Affan meminta keadilan atas kematian anaknya.

Ia berjanji akan menindak tegas anggota yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Di sini saya tegaskan akan tindak tegas anggota yang melakukan kesalahan pelanggaran pada tadi sore,” kata Asep.

Affan: Tulang Punggung Keluarga

Affan dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menjadi tumpuan keluarganya. Ia tinggal di kontrakan sempit berukuran 3x11 meter di Menteng bersama tujuh anggota keluarga lainnya.

Ibunya bekerja serabutan, kakaknya juga seorang ojol, dan adiknya masih duduk di bangku SMP.

“Dia tulang punggung keluarga, diandalkan ibunya banget,” ujar Muri, pemilik kontrakan.
 
Komnas HAM Mengecam

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menyebut insiden ini sebagai bentuk kekerasan yang tidak bisa ditoleransi dan berpotensi melanggar hak asasi manusia.

“Komnas HAM mengecam kepada Kepolisian Republik Indonesia, terutama pihak-pihak terkait di mana satu peserta aksi ojek online terlindas mobil Brimob,” kata Anis.

Komnas HAM akan menurunkan tim investigasi dan meminta Polri menghormati hak asasi manusia dalam setiap pengamanan demonstrasi.

Pernyataan Istana dan Kapolri

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mewakili Istana Kepresidenan meminta aparat kepolisian untuk lebih berhati-hati dalam mengawal demonstrasi.

“Kami secara khusus meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap sabar dan melakukan tindakan pengamanan dengan penuh kehati-hatian,” ujar Prasetyo.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan permintaan maaf langsung kepada keluarga Affan saat berkunjung ke RSCM.

“Saya sampaikan ucapan duka cita mendalam kepada almarhum Affan dan juga kepada seluruh keluarga. Permintaan maaf dari institusi kami atas musibah yang terjadi,” kata Sigit.

Ia memastikan proses hukum akan berjalan dan evaluasi internal akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pernyataan Istana dan Kapolri soal Ojol Terlindas Rantis Brimob"

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fakta Rantis Brimob Lindas Ojol: 7 Polisi Diamankan, Keluarga Affan Kurniawan Minta Keadilan "

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Tragis Affan Kurniawan: Driver Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob Saat Antar Orderan"

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Affan Kurniawan tak Ikut Demo, Terlindas saat Nyeberang Antar Paket, Ini Cerita Versi Rekan Ojol

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Puan Berduka Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis Brimob, Desak Polisi Transparan"

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved