Gempa Bumi
Perbedaan Gempa Vulkanik dan Gempa Tektonik, Pengertian Gunung Meletus
Ketahui perbedaan gempa vulkanik dan gempa tektonik, pengertian gunung meletus, serta alasan Indonesia rawan gempa bumi.
Ringkasan Berita:Gempa tektonik terjadi akibat pergeseran lempeng bumi dan umumnya memiliki kekuatan besar serta berdampak luas, termasuk berpotensi memicu tsunami.Sementara itu, gempa vulkanik dipicu oleh aktivitas magma di dalam gunung api dan biasanya bersifat lokal serta menjadi tanda awal kemungkinan erupsi.Indonesia termasuk negara rawan gempa bumi karena berada di pertemuan beberapa lempeng aktif dan jalur Cincin Api Pasifik yang juga memiliki banyak gunung api aktif.
TRIBUNKALTIM.CO - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang paling rawan bencana gempa bumi dan letusan gunung api di dunia.
Kondisi ini tidak terlepas dari letak geografis Indonesia yang berada di pertemuan lempeng tektonik aktif serta memiliki ratusan gunung api aktif.
Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami apa bedanya gempa vulkanik dan gempa tektonik, serta bagaimana kaitannya dengan gunung meletus.
Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca juga: Link Info Gempa Terkini di Indonesia Resmi BMKG dan Arti Skala MMI, Informasi Keselamatan Gempa Bumi
Apa Bedanya Gempa Vulkanik dan Gempa Tektonik?
Gempa bumi secara umum terbagi menjadi dua jenis utama berdasarkan penyebabnya, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik.
1. Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh pergerakan atau tumbukan lempeng tektonik di dalam kerak bumi.
Ciri utama gempa tektonik:
- Terjadi akibat pergeseran, patahan, atau tumbukan lempeng bumi
- Dapat terjadi di darat maupun di laut
- Kekuatan gempa bisa sangat besar dan berdampak luas
- Berpotensi memicu tsunami jika pusat gempa berada di bawah laut
Gempa tektonik merupakan jenis gempa yang paling sering terjadi di Indonesia, mengingat wilayah ini berada di pertemuan Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.
2. Gempa Vulkanik
Gempa vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh aktivitas magma di dalam gunung api.
Ciri utama gempa vulkanik:
- Terjadi di sekitar gunung berapi aktif
- Umumnya berkaitan dengan peningkatan aktivitas gunung api
- Skalanya lebih kecil dan bersifat lokal
- Sering menjadi tanda awal gunung akan meletus
Gempa vulkanik biasanya tercatat sebelum atau saat terjadinya erupsi gunung berapi.
Perbedaan Utama Gempa Vulkanik dan Tektonik
Perbedaan utama antara gempa tektonik dan gempa vulkanik terletak pada penyebab terjadinya.
Gempa tektonik terjadi akibat pergerakan atau tumbukan lempeng bumi, sedangkan gempa vulkanik dipicu oleh aktivitas magma di dalam gunung api.
Dari sisi wilayah terdampak, gempa tektonik dapat dirasakan di area yang sangat luas, bahkan lintas wilayah dan negara, sementara gempa vulkanik umumnya hanya terasa di sekitar gunung api yang sedang aktif.
Dalam hal kekuatan, gempa tektonik berpotensi memiliki magnitudo sangat besar, sedangkan gempa vulkanik biasanya berkekuatan kecil hingga menengah.
Dampak yang ditimbulkan pun berbeda, di mana gempa tektonik dapat menyebabkan kerusakan luas hingga memicu tsunami, sementara gempa vulkanik lebih sering menjadi indikator atau tanda awal akan terjadinya letusan gunung api.
Baca juga: Info Gempa Hari Ini Minggu, Gempa Magnitudo 5.1 Hantam Tanimbar, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Mengapa Indonesia Termasuk Negara yang Rawan Terjadi Gempa Bumi?
Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), yaitu jalur gunung api dan gempa paling aktif di dunia.
Beberapa faktor utamanya:
- Pertemuan tiga lempeng besar dunia
- Memiliki lebih dari 120 gunung api aktif
- Banyak sesar aktif di darat dan laut
- Aktivitas subduksi yang terus berlangsung
Kondisi ini membuat gempa bumi dan aktivitas vulkanik menjadi fenomena yang tidak bisa dihindari, namun dapat diminimalkan risikonya dengan kesiapsiagaan.
Pengertian Gunung Meletus
Gunung meletus adalah peristiwa keluarnya magma, gas, dan material vulkanik dari dalam perut bumi ke permukaan melalui kawah gunung api.
Letusan gunung berapi biasanya didahului oleh:
- Peningkatan gempa vulkanik
- Kenaikan suhu di sekitar kawah
- Perubahan bentuk tubuh gunung
- Keluarnya gas belerang
Dampak letusan gunung api dapat berupa awan panas, hujan abu, lava pijar, hingga lahar.
Informasi Keselamatan Gempa Bumi
Agar risiko dapat ditekan, masyarakat perlu memahami langkah keselamatan berikut:
Saat Terjadi Gempa
- Tetap tenang dan lindungi kepala
- Berlindung di bawah meja atau struktur kuat
- Jauhi kaca, lemari, dan benda berat
- Jika di luar, menjauh dari bangunan dan tiang
Setelah Gempa
- Keluar ke area terbuka
- Waspadai gempa susulan
- Ikuti informasi resmi dari pemerintah
- Periksa kondisi bangunan sebelum masuk kembali
Sumber Resmi
BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi)
BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)
Kesimpulan
Perbedaan gempa vulkanik dan gempa tektonik terletak pada penyebab dan dampaknya.
Indonesia menjadi negara rawan gempa karena kondisi geologinya yang sangat aktif, termasuk keberadaan banyak gunung api.
Dengan memahami jenis gempa, pengertian gunung meletus, serta informasi keselamatan gempa bumi, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi potensi bencana.
Link Resmi untuk Cek Gempa Terkini di Seluruh Indonesia
BMKG menyediakan beberapa sumber resmi untuk memantau gempa bumi secara cepat dan langsung:
Baca juga: Baru Saja! Info BMKG Gempa Hari Ini di Kaur, Pusat Gempa Terkini 2 Menit yang Lalu Bengkulu
1. Gempa Bumi Real-time BMKG – Menampilkan daftar gempa terbaru termasuk waktu kejadian, magnitudo, kedalaman, dan lokasi.
2. Halaman Gempa Bumi Terkini BMKG – Informasi gempa bumi terbaru yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
3. InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) – Situs inti untuk informasi gempa signifikan dan potensi tsunami, termasuk katalog kejadian penting.
4. Aplikasi Resmi Info BMKG – Aplikasi mobile untuk Android dan iOS yang menyediakan informasi gempa bumi real-time, prakiraan cuaca, kualitas udara, serta potensi tsunami.
- Download di Play Store / App Store (Info BMKG App)
- BMKG juga aktif membagikan update gempa melalui akun media sosialnya (@infoBMKG) di platform seperti X, Facebook, dan Instagram.
Cara Cek Info Gempa di Situs Resmi BMKG
Berikut langkah mudah untuk cek gempa terkini:
1. Buka situs utama BMKG: https://www.bmkg.go.id/
2. Pilih menu “Gempabumi & Tsunami”.
3. Klik “Gempabumi Terkini” atau “Real-time” untuk melihat daftar gempa terbaru.
4. Informasi gempa muncul lengkap dengan data magnitudo, lokasi, dan waktu kejadian.
Dengan aplikasi Info BMKG, Anda juga dapat menyalakan notifikasi gempa di ponsel, sehingga mendapat peringatan dini ketika kejadian terjadi.
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260121_Pengertian-Gunung-Meletus.jpg)