Selasa, 5 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Stok Energi Nasional Dampak Selat Hormuz yang Ditutup Iran

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/3/2026).

Tayang:
Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden
KUMPULKAN MENTERI - Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pidato dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/3/2026), untuk membahas dampak penutupan Selat Hormuz oleh Iran terhadap ketahanan energi nasional, Senin (2/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo mengumpulkan menteri untuk mengantisipasi dampak penutupan Selat Hormuz terhadap pasokan energi nasional.
  • Pemerintah mewaspadai lonjakan harga minyak dunia, terutama menjelang meningkatnya konsumsi BBM saat Lebaran.
  • Selain energi, stabilitas pangan juga menjadi perhatian guna menjaga ketahanan nasional di tengah konflik global.

TRIBUNKALTIM.CO – Situasi geopolitik di Timur Tengah mendorong pemerintah mengambil langkah cepat.

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/3/2026), untuk membahas dampak penutupan Selat Hormuz oleh Iran terhadap ketahanan energi nasional.

Pertemuan ini digelar sebagai respons atas potensi gangguan pasokan minyak global di tengah konflik kawasan.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

Baca juga: Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Sebut Cadangan BBM Nasional Cukup untuk 20 Hari

Gangguan di wilayah tersebut dapat memicu lonjakan harga minyak mentah internasional dan berdampak langsung pada negara-negara pengimpor, termasuk Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa pemanggilan para menteri bertujuan mengantisipasi dampak terhadap pasokan dalam negeri.

“Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia,” ujar Bahlil usai menghadap Presiden di Istana.

Antisipasi Jelang Lebaran

Pembahasan dinilai semakin mendesak karena berdekatan dengan periode mudik Lebaran, saat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) biasanya meningkat signifikan.

Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

“Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran. Kita harus antisipasi sekarang karena menyangkut kebutuhan dalam negeri,” tegas Bahlil.

Baca juga: Dampak Perang Israel-AS vs Iran ke Indonesia: Harga BBM dan Bahan Pokok Terancam Naik

Ketergantungan impor ini membuat stabilitas rantai pasok, alur distribusi dari produsen hingga konsumen, menjadi faktor krusial agar tidak terjadi kelangkaan atau gejolak harga di dalam negeri.

Koordinasi dengan Dewan Energi Nasional

Sebagai tindak lanjut, Bahlil menyatakan akan menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN), lembaga yang bertugas merumuskan kebijakan energi nasional.

Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung Selasa (3/3/2026), guna menyusun langkah mitigasi atau strategi pengurangan risiko apabila harga minyak dunia melonjak.

“Nanti, saya besok insya Allah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan (kembali ke Presiden),” ujarnya.

Langkah ini bertujuan mengantisipasi efek domino—dampak berantai—yang bisa terjadi pada sektor energi dan ekonomi jika konflik berkepanjangan.

Sektor Pangan Juga Dipantau

Selain energi, pemerintah juga memantau stabilitas pangan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang turut hadir dalam rapat terbatas tersebut, menyatakan tengah menyiapkan laporan terkait kondisi pasokan dan distribusi bahan pokok.. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Selat Hormuz Ditutup Iran, Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Nasib Stok BBM Jelang Lebaran

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved