Jumat, 8 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Update Harga Emas Antam Hari Ini 7 April 2026, Ada Kenaikan Imbas Menguatnya Harga Emas Dunia

Update harga emas Antam hari ini, Kamis (7/5/2026), terdapat kenaikan harga emas per gramnya.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
UPDATE HARGA EMAS - Ilustrasi. Aktivitas jual beli di sejumlah toko emas di Balikpapan, Kalimantan Timur. Update harga emas Antam hari ini, Kamis (7/5/2026), terdapat kenaikan harga emas per gramnya. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO‎) 

TRIBUNKALTIM.CO - Update harga emas Antam hari ini, Kamis (7/5/2026), terdapat kenaikan harga emas per gramnya.

Terdapat kenaikan harga emas per gramnya mencapai Rp 30.000 hari ini.

Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp 2.790.000.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 6 Mei 2026 Naik Rp30.000, Tembus Rp2.790.000 per Gram

Sementara itu, harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan menjadi Rp 2.580.000 per gram, atau naik Rp 35.000.

Buyback merupakan nilai yang diterima pemilik emas saat menjual kembali emas batangan ke PT Aneka Tambang Tbk.

Untuk diketahui, emas Antam tersedia dalam beragam pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kg).

Ragam pilihan emas batangan ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk menyesuaikan investasi dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

Baca juga: Harga Emas Antam 5 Mei 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp 40.000

Berikut perincian harga emas Antam logam mulia hari ini, Kamis (7/5/2026) dari ukuran terkecil hingga terbesar, dilansir dari Kompas.com:

0,5 gram: Rp 1.445.000

1 gram: Rp 2.790.000

2 gram: Rp 5.520.000

3 gram: Rp 8.255.000

5 gram: Rp 13.725.000

10 gram: Rp 27.395.000

25 gram: Rp 68.362.000

50 gram: Rp 136.645.000

100 gram: Rp 273.212.000

250 gram: Rp 682.765.000

500 gram: Rp 1.365.320.000

1.000 gram (1 kg): Rp 2.730.600.000

Baca juga: Balikpapan Deflasi 0,05 Persen April 2026, Harga Pangan dan Emas Jadi Faktor

Pajak Pembelian dan Buyback Emas Antam

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi pembelian maupun buyback emas batangan Antam dikenakan pajak.

Untuk pembelian emas, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pembeli yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,9 persen bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP.

Setiap transaksi pembelian emas akan disertai bukti potong PPh 22 sebagai dasar pelaporan pajak.

Baca juga: Daftar Harga Emas Antam dan Pegadaian: Galeri 24 hingga UBS Hari Ini 2 Mei 2026

Sementara itu, untuk penjualan kembali atau buyback emas ke PT Aneka Tambang Tbk dengan nilai transaksi lebih dari Rp 10 juta, berlaku tarif:

1,5 persen bagi pemilik NPWP

3 persen bagi non-NPWP

Pajak buyback emas akan dipotong langsung dari total nilai transaksi.

Baca juga: Wabup Mahyunadi Pimpin Kontingen Kutai Timur, Target 200 Emas di Porprov Kaltim 2026

Harga emas Antam di laman resmi Logam Mulia biasanya diperbarui setiap hari mengikuti pergerakan harga emas global.

Harga Emas Dunia Menguat

Sementara itu, harga emas dunia menguat pada perdagangan Rabu (6/5/2026), didorong pelemahan dollar AS serta perkembangan positif dalam negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip Bloomberg, harga emas di pasar spot sempat melonjak hingga 2,3 persen ke atas level 4.660 dollar AS per ons.

Baca juga: Hasil Babak Pertama Super League: Borneo FC dalam Tekanan, Persik Berkali-kali dapat Peluang Emas

Kenaikan ini melanjutkan penguatan sebesar 0,8 persen pada perdagangan sehari sebelumnya.

Pelemahan dollar AS menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas.

Indeks dollar tercatat turun sekitar 0,5 persen, sehingga membuat emas lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Sentimen pasar emas juga dipengaruhi pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang menyebut telah terjadi “kemajuan besar” dalam pembahasan kesepakatan dengan Iran.

Baca juga: Kaltim Raih Posisi Keempat Kejurnas Taekwondo Kadet dan Junior 2026, Persembahkan Enam Emas

Ia juga menyatakan akan menghentikan sementara upaya AS dalam membantu kapal-kapal yang terjebak keluar dari Selat Hormuz guna memberi ruang finalisasi perjanjian.

Dari sisi kebijakan, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut gencatan senjata yang telah berlangsung hampir satu bulan masih bertahan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan operasi ofensif telah dihentikan, dengan fokus beralih pada perlindungan jalur pelayaran di kawasan tersebut.

Pernyataan tersebut sejalan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang mengatakan bahwa proses negosiasi terus menunjukkan kemajuan.

Baca juga: Wabup Mahyunadi Pimpin Kontingen Kutai Timur, Target 200 Emas di Porprov Kaltim 2026

Meski demikian, ketegangan di kawasan belum sepenuhnya mereda.

Laporan mengenai sebuah kapal kargo yang terkena proyektil tak dikenal setelah insiden bentrokan di Selat Hormuz menunjukkan situasi masih rentan.

Di sisi lain, prospek kesepakatan yang belum jelas membuat harga emas tetap dibayangi tekanan dalam jangka pendek.

Kekhawatiran inflasi yang meningkat memicu ekspektasi bahwa bank sentral AS berpotensi kembali menaikkan suku bunga.

Baca juga: Harga Jual Emas Antam Hari Ini 1 Mei 2026 Turun, Cek Update Harga Emas Terbaru di Pegadaian

Ekspektasi tersebut diperkuat oleh pergerakan pelaku pasar obligasi yang mulai meningkatkan taruhan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga, bukan penurunan.

Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Sejak konflik dimulai pada akhir Februari 2026, harga emas tercatat telah turun lebih dari 12 persen.

Pelaku pasar kini juga menanti rilis data ketenagakerjaan AS.

Baca juga: Harga Emas Antam 5 Mei 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp 40.000

Data tersebut diperkirakan menunjukkan stabilisasi pasar tenaga kerja, yang berpotensi meningkatkan fokus investor terhadap risiko inflasi.

Kepala riset dan strategi logam di MKS PAMP SA, Nicky Shiels, menyebut pasar logam mulia saat ini menghadapi “paradoks posisi struktural”.

Menurut dia, nilai investasi di emas masih tinggi, namun posisi dalam bentuk kontrak dan volume fisik relatif ringan.

Ia menambahkan, prospek kenaikan emas dalam jangka menengah masih didukung oleh pelemahan nilai mata uang, fragmentasi rantai pasok, serta perubahan tatanan moneter global.

Namun, dalam jangka pendek, kenaikan harga emas membutuhkan dukungan tambahan dari investor institusi.

Pada perdagangan yang sama, harga perak naik 4,2 persen menjadi 75,91 dollar AS per ons.

Sementara itu, platinum dan palladium juga mencatatkan kenaikan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved