Berita Ekbis Terkini
Harga Beras Medium dan Premium Menjauh dari HET, Data BPS: di Mahulu Capai 36,43 persen di Atas HET
Harga beras medium dan premium menjauh dari Harga Eceran Tertinggi. Data BPS menyebut di Mahulu, Provinsi Kaltim 36,43 persen di atas HET.
Ringkasan Berita:
- Harga beras medium dan premium naik signifikan dan melampaui HET di berbagai daerah.
- Kenaikan paling tinggi terjadi di zona 2 dan 3 (luar Jawa dan Indonesia Timur).
- Contoh ekstrem, beras medium di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah tembus 190 persen di atas HET.
- Kenaikan dipicu oleh mahalnya harga gabah, biaya kemasan, dan ongkos transportasi.
- Kemendag minta Bulog mengoptimalkan penyaluran beras SPHP untuk tekan inflasi.
TRIBUNKALTIM.CO - Harga beras di pasaran naik dalam beberapa waktu terakhir, khususnya untuk harga beras medium dan premium.
Di sejumlah wilayah, harga beras medium dan premium sudah mulai menjauhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) salah satunya di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di mana harga beras medium capaio 36,43 persen di atas HET.
Menurut Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Nawandaru Dwi Putra harga beras medium di beberapa zona masih berada di atas HET.
Baca juga: Produksi Melimpah tapi Beras Jadi Penyumbang Inflasi, termasuk di Balikpapan dan Berau
Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, Nawandaru mengatakan, "Harga beras medium sebenarnya untuk zona 1 udah berada di bawah HET.
Namun untuk zona 2 dan 3 tadi juga disampaikan BPS ini masih di atas HET."
Kemendag mencatat rata-rata nasional harga beras medium mencapai Rp 13.700 per kilogram (kg).
Secara rinci, harga beras medium di zona 1 mencapai Rp 13.400/kg atau 1,01 persen di bawah HET.
Sementara itu, harga beras medium di zona 2 mencapai Rp 14.500/kg atau 3,38 persen di atas HET, sedangkan zona 3 mencapai Rp 17.500/kg atau 13,05 persen di atas HET.
Di sisi lain, rata-rata nasional harga beras premium tercatat mencapai Rp 15.400/kg.
Untuk beras premium zona 1, harga mencapai Rp 15.000/kg atau 0,38 persen di atas HET.
Kemudian, harga beras premium zona 2 mencapai Rp 16.300/kg atau 5,59 persen di atas HET, sedangkan zona 3 mencapai Rp 20.000/kg atau 26,49 persen di atas HET.
"Harga beras premium cenderung mengalami peningkatan dibandingkan bulan lalu," ungkap Nawandaru.
Diketahui, pembagian zona ini berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan rincian:
- Zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi.
- Zona 2 meliputi Sumatra selain Lampung dan Sumatra Selatan (meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan
- Zona 3 meliputi Maluku dan Papua
Faktor Penyebab Kenaikan Harga
Menurut Nawandaru, kenaikan harga beras dipicu oleh meningkatnya harga gabah di tingkat hulu yang kini mencapai Rp 7.600 hingga Rp 8.000 per kg.
Selain itu, kenaikan biaya plastik kemasan dan ongkos transportasi juga turut mendorong naiknya harga beras di pasaran.
Kemendag mengingatkan bahwa kenaikan harga beras perlu diwaspadai karena komoditas tersebut menjadi salah satu penyumbang inflasi pada April 2026.
Secara bulanan, inflasi beras tercatat sebesar 0,02 persen, sedangkan secara tahunan mencapai 0,18 persen.
Untuk menekan kenaikan harga, Kemendag meminta Perum Bulog mengoptimalkan penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras ke pasar-pasar rakyat.
"Untuk SPHP beras bisa dioptimalkan ke pengecer di pasar rakyat karena komoditas ini sama bisa disalurkan kepada pedagang di pasar rakyat," ungkap Nawandaru.
Data BPS Harga Beras
Sementara itu, Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS), Sarpono, juga menyampaikan bahwa harga beras mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.
BPS mencatat harga beras medium hingga minggu pertama Mei 2026 naik 0,03 persen dibandingkan April 2026.
Adapun harga beras premium mengalami kenaikan sebesar 0,28 persen dibandingkan periode yang sama.
Sarpono menyebut sejumlah kabupaten bahkan mencatat harga beras yang jauh melampaui ketetapan HET.
Untuk beras medium, Kabupaten Bengkayang mencatat harga Rp 16.000/kg atau 14,29 persen di atas HET.
Selanjutnya, Kabupaten Mahakam Ulu (Provinsi Kalimantan Timur/Kaltim) mencapai Rp 19.100/kg atau 36,43 persen di atas HET, sedangkan Kabupaten Intan Jaya (Provinsi Papua Tengah) mencapai Rp 45.000/kg atau 190 persen di atas HET.
Pada beras premium, Kabupaten Murung Raya mencatat harga Rp 18.150/kg atau 17,86 persen di atas HET.
Kemudian Kabupaten Kolaka Timur mencapai Rp 17.333/kg atau 16,33 persen di atas HET, sementara Kabupaten Sambas tercatat Rp 17.750/kg atau 15,26 persen di atas HET.
Baca juga: DKPP Mahulu Fasilitasi Penyaluran Bantuan Beras dan Minyak Goreng
(*)
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
Artikel ini telah tayang di kontan.co.id.
| Rupiah Diprediksi Melemah Pekan Ini, Berpotensi Sentuh Rp17.430 per Dolar AS |
|
|---|
| Harga BBM Terbaru Hari Ini 11 Mei 2026: Pertamax hingga Solar di SPBU Pertamina |
|
|---|
| Harga Emas Hari Ini Senin 11 Mei 2026 Stabil, Antam Tembus Rp2,95 Juta per Gram |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tembus Hampir 6 Persen pada 2026 |
|
|---|
| Harga Emas Antam Hari Ini 10 Mei 2026 Stabil di Rp 2.839.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260511_harga-beras-medium-dan-premium-jauhi-HET_di-Mahulu-capai-3643-persen-di-atas-HET.jpg)