Kamis, 21 Mei 2026

Berita Ekbis Terkini

Rupiah Menguat ke Rp17.654 per Dolar AS setelah BI Naikkan Suku Bunga

Rupiah menguat tipis ke level Rp17.654 per dolar AS usai Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,25 persen.

Tayang:
Editor: Heriani AM
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
SUKU BUNGA BI - Ilustrasi seorang karyawan menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang di Jakarta, Kamis (14/10/2021). Rupiah menguat tipis ke level Rp17.654 per dolar AS usai Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,25 persen. 

Ringkasan Berita:
  • Rupiah menguat tipis ke level Rp17.654 per dolar AS usai Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,25 persen.
  • Kenaikan suku bunga dilakukan untuk menahan pelemahan rupiah dan menjaga stabilitas inflasi di tengah gejolak global.
  • Setelah sempat tertekan empat hari beruntun, rupiah kini memimpin penguatan mata uang Asia pada perdagangan hari ini.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Nilai tukar rupiah berhasil menguat tipis menjelang penutupan perdagangan pada Rabu (20/5/2026), setelah sebelumnya mengalami tekanan dalam empat hari berturut-turut. 

Penguatan ini terjadi usai Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.

Di pasar spot, rupiah tercatat menguat 0,29 persen atau naik 52 poin ke level Rp17.654 per dolar Amerika Serikat. Sementara itu, kurs referensi Jisdor juga mengalami penguatan menjadi Rp17.685 per dolar AS.

Langkah kenaikan suku bunga tersebut dinilai sebagai upaya bank sentral menahan tekanan terhadap mata uang domestik di tengah tingginya volatilitas global.

Baca juga: Prabowo Ungkap Target Ekonomi 2027: Rupiah Stabil di Rp16.800-Rp17.500, Inflasi 3,5 Persen

Rupiah menguat setelah tertekan dalam empat hari perdagangan beruntun.

BI mengerek suku bunga untuk menahan kejatuhan rupiah lebih lanjut.

BI berharap langkah ini dapat membantu meningkatkan sentimen jangka pendek dan membuka jalan bagi kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kenaikan suku bunga BI Rate ini bertujuan untuk memperkuat stabilisasi rupiah terhadap dampak volatilitas global.

Kenaikan suku bunga juga untuk memastikan inflasi tahun ini dan tahun depan tetap berada dalam kisaran target 1,5 persen-3,5 % .

Tak cuma rupiah, penguatan juga terjadi pada mayoritas mata uang Asia.

Baca juga: Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS Akhir Mei 2026, Bisa Picu PHK

Hanya rupee India yang hari ini justru melemah 0,33 % terhadap dolar AS.

Rupiah hari ini memimpin penguatan setelah kemarin terjun ke level paling lemah sepanjang masa.

Penguatan juga terjadi pada yuan China sebesar 0,14 % . Dolar Singapura menguat 0,12 % . Ringgit Malaysia menguat 0,10 % .

Won Korea menguat 0,07 % . Baht Thailand menguat 0,06 % . Peso Filipina menguat 0,04 % .

Yen Jepang menguat 0,03 % . Dolar Taiwan menguat 0,02 % . Dolar Hong Kong menguat 0,01 % .

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,11 % menjadi 99,44 pada perdagangan hari ini. (*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved