Rabu, 27 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pesan Mojtaba Khamenei di Momen Iduladha, 'Israel Mendekati Akhir Keberadaannya'

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan pesan menyambut musim Ibadah Haji, yang menyatakan Israel mendekati hari-hari terakhirnya.

Tayang:
Instagram iribnews.ir1
PESAN MOJTABA KHAMENEI - Foto Mojtaba Khamenei yang diunggah akun Instagram resmi iribnews, stasiun berita milik Pemerintah Iran. Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan pesan menyambut musim Ibadah Haji, yang menyatakan Israel mendekati hari-hari terakhirnya. 

Ringkasan Berita:
  • Mojtaba menggunakan momentum ibadah Haji untuk menyampaikan pesan keras bahwa Israel mendekati akhir keberadaannya.
  • Iran menegaskan negara-negara Teluk tidak lagi menjadi perisai bagi pangkalan militer AS.

TRIBUNKALTIM.CO -  Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pesan khusus menyambut musim ibadah Haji dengan pernyataan keras terhadap Israel.

Dalam pesannya yang dikutip media Iran ISNA, Selasa (26/5/2026), Mojtaba menggambarkan Israel sebagai “tumor kanker berbahaya” yang menurutnya tidak akan bertahan lama.

Mojtaba Khamenei menyatakan Israel mendekati hari-hari terakhirnya.

Baca juga: Tunggu Keputusan Mojtaba Khamenei, Iran Tegaskan Kesepakatan Damai dengan AS Belum Final

“Rezim Zionis yang sedang goyah dan tumor kanker ganas bernama Israel pun kini mendekati tahap akhir dari keberadaan mereka yang menyedihkan,” kata Mojtaba dalam pesan tersebut.

“Sesuai dengan kata-kata tegas dan visioner dari Pemimpin kita yang mulia dan gugur sebagai syuhada sepuluh tahun yang lalu, mereka (Israel) tidak akan bertahan hingga dua puluh lima tahun setelah tanggal tersebut,” sambungnya.

Mojtaba menegaskan Iran telah membuat rezim Zionis tak berdaya melalui serangan besar dalam perang paksaan kedua, yang disebutnya sebagai “tamparan keras” bagi Amerika Serikat (AS).

Ia juga menyatakan bahwa masa depan akan menjadi milik umat Islam dan peradaban Islam baru.

Baca juga: Perintah Langsung Mojtaba Khamenei, Larang Uranium Dikeluarkan dari Iran, Ini Alasannya

AS Tidak Akan Lagi Punya Tempat Berlindung di Teluk

Mojtaba Khamenei juga mengatakan kekuatan-kekuatan Teluk tidak lagi menjadi perisai bagi pangkalan militer AS dan Washington tidak akan memiliki "tempat berlindung yang aman" di kawasan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan melalui saluran Telegram-nya ketika Teheran dan Washington membahas kerangka kerja untuk mengakhiri perang mereka yang telah berlangsung selama tiga bulan.

“Waktu tidak bisa diputar kembali, dan negara-negara serta wilayah di kawasan ini tidak akan lagi berfungsi sebagai tameng bagi pangkalan-pangkalan Amerika,” ujar Mojtaba, dilansir Al Jazeera, Selasa.

“Amerika tidak akan lagi memiliki tempat berlindung yang aman bagi kejahatan atau untuk mendirikan pangkalan militer di kawasan ini,” lanjut dia.

Baca juga: Perintah Langsung Mojtaba Khamenei, Larang Uranium Dikeluarkan dari Iran, Ini Alasannya

Ini telah menjadi salah satu argumen utama Iran sepanjang perang: bahwa negara-negara regional harus mengakhiri kehadiran AS.

Mojtaba juga berbicara tentang kemenangan poros perlawanan, termasuk Lebanon, dengan mengatakan bahwa pasukan proksi Iran telah memberi pelajaran kepada Amerika dan entitas Zionis.

Khamenei menyerukan kepada negara-negara Islam dan negara-negara lain untuk berbagi kepentingan bersama yang akan membentuk tatanan baru dan masa depan kawasan serta dunia.

“Dengan ketulusan dan kemurnian, saya mengajak semua negara dan pemerintah Islam untuk menjalin persahabatan dan kerja sama demi kebaikan bersama,” katanya.

Mojtaba Khamenei mengambil alih posisi Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara AS-Israel pada akhir Februari 2026. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved