Berita Nasional Terkini
Dampak Serius Pelemahan Rupiah, Pengamat: Harga Barang Naik dan Risiko PHK Meningkat
Rupiah melemah ke Rp 18.201 per dollar AS. Pakar mengingatkan dampaknya bisa memicu inflasi, menekan daya beli, dan meningkatkan risiko PHK.
Pasar mencermati sejumlah program pemerintah yang membutuhkan pembiayaan besar, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).
Selain itu, keluarnya investor asing dari pasar saham Indonesia serta penyesuaian indeks global, termasuk oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), turut memengaruhi sentimen pasar.
Ariston menyebut perhatian investor bukan semata pada tujuan program-program tersebut, melainkan dampaknya terhadap kondisi fiskal negara dalam jangka panjang.
Ia juga menyoroti keberadaan Danantara yang hingga kini dinilai belum menunjukkan dampak signifikan terhadap perekonomian maupun kinerja BUMN.
"Faktor internal menambah tekanan ke rupiah. Mulai dari keluarnya asing dari IHSG karena MSCI, pandangan negatif terhadap program MBG dan Kopdes yang menggunakan banyak anggaran," ujarnya.
Langkah yang Dinilai Perlu Dilakukan Pemerintah
Menurut Ariston, menjaga stabilitas rupiah tidak cukup hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia.
Pemerintah juga perlu memperkuat kepercayaan investor dengan memastikan program-program strategis berjalan transparan, memiliki tata kelola yang baik, serta memberikan manfaat ekonomi yang jelas.
Ia menilai pemerintah perlu meningkatkan pasokan devisa melalui berbagai cara, antara lain:
- Mendorong pertumbuhan ekspor.
- Meningkatkan sektor pariwisata.
- Menarik investasi asing langsung.
- Memberikan kepastian hukum bagi investor.
- Menyusun kebijakan perpajakan yang kompetitif.
Selain itu, Bank Indonesia juga dinilai perlu tetap siap melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Baca juga: 3 Dampak Nyata Rupiah Semakin Melemah terhadap Dolar AS ke Level Rp18.201, Jangan Anggap Normal
APBN Bisa Disesuaikan Jika Rupiah Terus Melemah
Ariston menambahkan, apabila nilai tukar rupiah bergerak jauh dari asumsi yang digunakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah biasanya akan melakukan penyesuaian terhadap postur anggaran.
"Kalau nilai tukar rupiah tidak sesuai dengan asumsi di APBN, biasanya ada penyesuaian APBN lagi," katanya.
Meski demikian, pelemahan rupiah juga dapat memberikan keuntungan tertentu apabila mampu meningkatkan penerimaan devisa dari sektor ekspor yang berbasis dollar AS.
Karena itu, pemerintah dan Bank Indonesia dinilai perlu bekerja sama menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan nasional.
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260607_rupiah_dollar-AS_prediksi-nilai-tukar-rupiah-Senin-8-Juni-2026.jpg)