Minggu, 3 Mei 2026

Ibu Kota Nusantara

UMKM Sepaku Mengeluh, Lapak Pasar IKN Disebut Penuh” Tapi Banyak Kosong dan Tak Beroperasi

UMKM di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, mengeluhkan pengelolaan lapak di kawasan pasar Ibu Kota Nusantara yang dinilai tidak tepat sasaran

Tayang:
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/Siti Zubaidah
SEPI -  Suasana Lorong Pasar di kawasan IKN Sepaku tampak lengang dengan deretan kios tertutup,  masih banyaknya lapak yang belum beroperasi meski disebut telah terisi penuh. (TRIBUNKALTIM.CO/SITI SUBAIDAH) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, mengeluhkan pengelolaan lapak di kawasan pasar Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dinilai tidak tepat sasaran.

Salah satu pedagang lokal, Mirna, mengaku kesulitan mendapatkan tempat berjualan meski telah lama berusaha di wilayah tersebut. 

Ia menilai klaim bahwa seluruh lapak telah terisi penuh tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Katanya sudah full, tapi kenyataannya masih sepi dan banyak kios kosong. Yang dapat lapak justru banyak yang belum buka,” ujar Mirna saat diwawancarai Tribun Kaltim, Senin (13/4). 

Menurut Mirna, kondisi tersebut merugikan pelaku usaha yang benar-benar ingin berjualan.

Baca juga: Pasar Sepaku Dulu dan Kini Setelah Direvitalisasi, Sempat Dicek Wapres Gibran saat Kunjungi IKN

Ia yang sudah berjualan sejak 2019 dan merupakan warga asli Sepaku, hingga kini belum mendapatkan lapak di pasar IKN.

Di sisi lain, lonjakan harga sewa ruko di Sepaku sejak pembangunan IKN juga menjadi beban tambahan bagi UMKM.

Jika sebelumnya biaya sewa berkisar Rp950 ribu per bulan, kini melonjak hingga Rp2,5 juta per bulan. 

Bahkan untuk pertahun harga sewaruko ada yang mencapai Rp 85 juta. Harga tersebut dinilai sangat mahal. 

"Kalau dapat dibawah itu termasuk sudah murah pinggir jalan.  Tapi kalau saya modal pas-pasan dan sangat berat. Cari ruko sekarang susah dan mahal. Padahal kami yang serius mau jualan malah tidak dikasih tempat,” katanya.

Mirna mendesak pihak terkait untuk melakukan evaluasi terhadap distribusi lapak pasar agar lebih tepat guna. I

a berharap kios yang belum dimanfaatkan bisa segera dialihkan kepada pedagang yang siap beroperasi.

“Kalau yang sudah dapat lapak tidak segera buka, sebaiknya diberikan ke kami yang benar-benar niat jualan,” tegasnya.

Baca juga: Pasar Sepaku Rampung Direvitalisasi, OIKN Target Terciptanya Ekonomi Lokal yang Teratur

Selain itu, ia juga menyoroti larangan pasar tumpah yang dinilai tidak diimbangi dengan solusi bagi pedagang kecil.

“Kalau pasar tumpah tidak diperbolehkan, harus ada solusi. Kami mau jualan di mana?” ucapnya.

Mirna menegaskan, dirinya siap langsung berjualan jika diberi kesempatan mendapatkan lapak.

“Kalau saya dapat tempat, pasti langsung buka. Kami ini butuh usaha untuk hidup,” pungkasnya. (*) 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved