Minggu, 7 Juni 2026

Ramadhan 2026

Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Tata Cara Membayar Utang Puasa

Niat puasa Qadha Ramadhan dan tata cara membayar utang puasa Ramadhan sebelumnya.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Grafis Tribun Kaltim/Canva
PUASA QADHA RAMADHAN - Ilustrasi. Niat puasa Qadha Ramadhan dan tata cara membayar utang puasa Ramadhan sebelumnya. (Grafis TribunKaltim.co/canva) 
Ringkasan Berita:
  • Ramadhan 2026 hanya tinggal belasan hari lagi.
  • Bagi yang masih memiliki utang puasa sebaiknya segera membayar utang puasa dengan puasa Qadha Ramadhan
  • Sebelum Subuh, baca niat puasa Qadha Ramadhan

 

TRIBUNKALTIM.CO -  Simak bacaan niat puasa Qadha Ramadhan yang dibaca sebelum puasa untuk membayar utang puasa Ramadhan tahun sebelumnya.   

Bulan Ramadhan 2026 hanya tinggal belasan hari, bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa, sebaiknya segera membayar utang puasa dengan berpuasa Qadha Ramadhan.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menggelar sidang isbat untuk penetapan awal Ramadhan 20206 atau 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026. 

Sedangkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Baca juga: Jadwal Imsak Ramadhan 2026 Muhammadiyah untuk Kota-kota di Indonesia, bisa Langsung Download

Dengan demikian puasa Ramadhan 2026 hanya tinggal belasan hari saja.

Bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat, seperti baligh, berakal, dan tidak sedang dalam keadaan uzur, hukum puasa Ramadhan adalah wajib.

Jika dalam kondisi tertentu, antara lain karena sakit, bepergian jauh (musafir), haid, nifas, atau alasan syar’i lainnya maka seseorang diperbolehkan tidak puasa Ramadhan, namun diwajibkan mengganti utang puasa atau qadha puasa Ramadhan di hari lain.

Yang tidak wajib membayar utang puasa atau qadha puasa Ramadhan adalah karena uzur. 

Hukum Puasa Qadha Ramadhan dalam Al-Qur’an dan Hadis

Kewajiban mengganti puasa Ramadhan ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 184:

“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.”

Selain itu, terdapat riwayat dari Aisyah RA yang menyebutkan: “Aku pernah memiliki hutang puasa Ramadhan, maka aku tidak mengqadhanya kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ayat dan hadis tersebut menunjukkan bahwa orang yang berhalangan tetap memiliki kewajiban untuk mengganti puasa yang ditinggalkan.

Tata Cara Mengqadha Puasa Ramadhan 

Berikut ini langkah-langkah mengganti puasa Ramadhan dengan benar:

  • Menentukan Hari

Pilih hari yang diperbolehkan untuk berpuasa.

Hindari hari-hari yang diharamkan puasa seperti Idul Fitri dan Idul Adha. 

  • Niat Sebelum Subuh

Pastikan untuk berniat qadha puasa sebelum masuk waktu fajar. 

  • Sahur (Disunnahkan)

Makan sahur sangat dianjurkan sebagai bentuk mengikuti sunnah dan untuk memperkuat tubuh saat berpuasa.

  • Menjaga dari Pembatal Puasa

Qadha Ramadhan Hindari makan, minum, berhubungan suami istri, serta hal lain yang membatalkan puasa.

  • Perbanyak Ibadah dan Amal

Tingkatkan kualitas puasa dengan memperbanyak zikir, doa, membaca Al-Qur’an, dan sedekah.

  • Berbuka dengan Doa

Bacalah doa berbuka puasa, misalnya: Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.

Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki dari-Mu aku berbuka.”

Atau doa lainnya: Dzahaba-dz dzama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insyaAllah.

Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaAllah.”

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan

Niat merupakan syarat sah dalam menjalankan ibadah puasa, termasuk puasa qadha.

Niat dapat dilafalkan atau dibaca dalam hati.

Niat Puasa Qadha Ramadhan 

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala. 

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.” 

Waktu Niat Puasa Qadha 

Menurut mazhab Syafi’i, niat puasa qadha harus dilakukan di malam hari sebelum terbit fajar (waktu Subuh).

Hal ini didasarkan pada hadis: “Barang siapa tidak berniat puasa pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasai).

Karena puasa qadha termasuk ibadah wajib, maka niat tidak sah jika dilakukan setelah Subuh, berbeda dengan puasa sunnah. 

Batas Waktu Mengganti Puasa Ramadhan

Mengqadha puasa sebaiknya diselesaikan sebelum Ramadhan berikutnya tiba.

Jika seseorang menunda qadha tanpa uzur syar’i hingga datang bulan Ramadhan berikutnya, maka ia tetap wajib mengqadha puasa yang ditinggalkan.

Menurut mayoritas ulama, ia juga wajib membayar fidyah (memberi makan fakir miskin) sebagai bentuk tebusan atas kelalaian tersebut.

Hikmah Menyegerakan Qadha Puasa

  • Menunaikan tanggungan ibadah dengan segera.
  • Menunjukkan kesungguhan dalam ketaatan kepada Allah.
  • Menghindari dosa akibat penundaan yang tidak dibenarkan.
  • Melatih kedisiplinan dalam ibadah.

Dengan memahami bacaan niat puasa qadha, waktu niat yang tepat, serta batas waktu pelaksanaannya, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih tertib dan sesuai tuntunan syariat.

Baca juga: Kapan Nisfu Syaban 2026? Amalan yang dapat Ditunaikan dan Tata Cara Sholat Malam Nisfu Syaban

(*)

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Artikel ini telah tayang di kompas.com.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved