Rabu, 8 April 2026

Ramadan 2026

Ikon Wisata Belanja Samarinda, Pasar Ramadan GOR Segiri Targetkan UMKM Naik Kelas

Kawasan parkir GOR Segiri kembali bertransformasi menjadi magnet wisata belanja terbesar di Samarinda, Kaltim

Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON
AMPARAN TATAK PRIMADONA - Lapak Inur yang dipadati pembeli di Pasar Ramadan di Halaman Stadion Segiri Samarinda. Meski belum resmi dibuka, amparan tatak khas Banjar langsung menjadi primadona dan diserbu pembeli. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kawasan parkir GOR Segiri kembali bertransformasi menjadi magnet wisata belanja terbesar di Samarinda, Kalimantan Timur.

Pembukaan Pasar Ramadhan 1447 H pada Jumat (20/2/2026) sore, menandai dimulainya perputaran ekonomi kreatif yang memadukan tradisi kuliner lokal dengan sentuhan teknologi digital.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat meresmikan acara tersebut menegaskan bahwa pemerintah kota berkomitmen mendorong UMKM lokal agar tidak sekadar "jalan di tempat".

Pasar Ramadhan tahun ini dirancang sebagai panggung bergengsi bagi para pedagang untuk memperluas jaringan pasar dan meningkatkan skala bisnis mereka.

Baca juga: Ramadan 2026, Salimah Samarinda Bahagiakan 200 Anak Yatim Lewat Wisata Belanja

"Kami ingin omzet pedagang naik signifikan. Kegiatan ini adalah stimulus agar jaringan pasar UMKM kita makin luas," ujar Andi Harun.

Magnet Wisata Belanja yang Melegenda Bagi warga Samarinda, GOR Segiri bukan sekadar lokasi berjualan; ia adalah ikon wisata belanja religi yang memiliki ikatan batin kuat.

Walikota Andi Harun menyebut kawasan ini memiliki nilai "sakral" sebagai titik awal sejarah munculnya pasar Ramadhan di Kota Tepian.

"Dulu, sejarah Pasar Ramadhan ya berawal di Segiri sini. Meskipun sekarang pasar serupa menjamur di tiap sudut kota, nilai historis Segiri tak tergantikan. Ini adalah pusat silaturahmi sekaligus bagian dari identitas kota kita," ungkapnya.

Belanja Tanpa Uang Tunai

Ada yang berbeda dalam gelaran wisata belanja kali ini. Pemkot Samarinda secara masif mulai mengedukasi warga untuk beralih ke transaksi digital.

Momentum Pasar Ramadhan digunakan untuk membiasakan masyarakat menggunakan sistem pembayaran non-tunai yang lebih cerdas dan global.

"Kita utamakan transaksi non-tunai, bisa menggunakan QRIS, OVO, atau aplikasi digital lainnya. Dunia mulai meninggalkan uang tunai, dan warga Samarinda harus siap agar tidak kaget saat sistem ini menjadi standar global," tambahnya.

Libatkan 150 Pelaku Usaha Kepala Disporapar Samarinda sekaligus Ketua Panitia, Muslimin, menjelaskan bahwa wisata belanja tahun ini diikuti oleh 150 pelaku usaha. Sebanyak 100 stan dikhususkan untuk kuliner takjil khas Samarinda, sementara 50 stan lainnya diperuntukkan bagi promosi berbagai sektor usaha.

Gelaran wisata belanja ini akan berlangsung mulai 19 Februari hingga 4 Maret 2026.

“Kami berharap teman-teman UKM mendapatkan tambahan penghasilan yang maksimal di sini. Untuk masyarakat, silakan datang, nikmati kulinernya, dan borong produknya,” tutup Muslimin. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved