Minggu, 19 April 2026

Ramadan 2026

Mimisan di Siang Hari Apakah Bisa Membatalkan Puasa Ramadhan? Ini Penjelasannya

Apakah mimisan di siang hari dapat membatalkan puasa Ramadhan? Berikut ini penjelasan lengkapnya

Editor: Nur Pratama
TRIBUN KALTIM/Mohammad Fairoussaniy
RAMADHAN - Masjid Shiratal Musthaqiem (Masjid Tua) yang terletak di Jalan Pangeran Bendahara, Kelurahan, Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (19/2/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO - Mimisan atau dalam bahasa medis disebut dengan epistaksis merupakan kondisi keluarnya darah dari lubang hidung.

Pada manusia terdapat dua rongga hidung, mimisan bisa terjadi di satu rongga saja atau dua duanya.

Mimisan dapat terjadi pada semua rentang usia mulai dari anak-anak hingga lansia.

Lantas apabila mimisan itu terjadi saat menjalankan puasa, apakah puasanya batal?

Menurut penjelasan dari Ustaz Ahmad Hawasyi, Lc dikutip dari YouTube Salam TV, mimisan tidak membatalkan puasa.

Baca juga: Muntah di Siang Hari Apakah Bisa Membatalkan Puasa Ramadhan? Ini Penjelasannya

Ustaz Ahmad Hawasyi mengatakan mimisan tidak membatalkan puasa dengan catatan darah tersebut tidak ditelan.

Sehingga ketika mimisan maka tinggal dilap atau dibersihkan saja.

Hal serupa juga dikatakan oleh Syekh Muhammad Shalih al-Munajjid yang dikutip dari laman islamqa.info.

Menurut Syekh Muhammad Shalih al-Munajjid mimisan juga tidak membatalkan puasa.

Hal ini karena darah yang keluar dari hidung bukan karena keinginan kita, sehingga keberadaannya tidak berpengaruh dengan puasa anda untuk berbuka.

Pendapat tersebut diperkuat dengan firman Allah dalam Alquran surat Al-Maidah ayat 6 berikut ini.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا
يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru'ūsikum wa arjulakum ilal-ka‘bain(i), wa in kuntum junuban faṭṭahharū, wa in kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā'a aḥadum minkum minal-gā'iṭi au lāmastumun-nisā'a falam tajidū mā'an fa tayammamū ṣa‘īdan ṭayyiban famsaḥū biwujūhikum wa aidīkum minh(u), mā yurīdullāhu liyaj‘ala ‘alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma na‘matahū ‘alaikum la‘allakum tasykurūn(a).


Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit,202) dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh203) perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.

Berikut enam syarat sah puasa yang harus diperhatikan:

1. Niat

Niat menjadi kunci utama dalam menjalankan puasa. Seorang Muslim harus memiliki niat yang jelas sebelum fajar.

Niat dilakukan untuk membedakan antara ibadah puasa dan sekadar menahan lapar.
Niat ditujukan khusus untuk menjalankan puasa Ramadan atau puasa sunnah.
Tanpa niat, puasa tidak sah dan tidak mendapatkan pahala.

2. Beragama Islam

Puasa merupakan salah satu rukun Islam. Karena itu, beragama Islam menjadi syarat sah puasa.

Rukun Islam adalah amalan pokok yang wajib dijalankan setiap Muslim.
Ibadah puasa hanya diwajibkan bagi umat Islam.

3. Baligh

Baligh berarti telah mencapai usia dewasa menurut syariat.

Laki-laki ditandai dengan mimpi basah atau keluarnya air mani.

Perempuan ditandai dengan datangnya haid.
Orang yang sudah baligh wajib menjalankan puasa Ramadan.

4. Berakal

Orang yang berpuasa harus memiliki akal sehat.

Tidak mengalami gangguan jiwa.
Mampu memahami kewajiban ibadah.

5. Mampu

Mampu berarti dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.

Tidak sedang sakit berat.

Tidak dalam perjalanan jauh (musafir).

Jika sakit atau musafir, seseorang diperbolehkan tidak berpuasa, namun wajib menggantinya di hari lain sebelum Ramadan berikutnya.

6. Suci dari Haid dan Nifas

Syarat ini berlaku bagi perempuan.

Wanita yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan berpuasa.
Puasa yang ditinggalkan wajib diganti setelah Ramadan.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 6 Syarat Sah Puasa yang Wajib Diketahui Umat Muslim, 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Apakah Mimisan Membatalkan Puasa? Berikut Penjelasannya, 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved