Sabtu, 16 Mei 2026

Ramadhan 2026

Doa Ramadan Hari ke-29 dan ke-30 Puasa, Beserta Amalan dan Doa Malam Idul Fitri

Doa Ramadan hari ke-29 dan ke-30 puasa hari ini, Kamis (19/3/2026). Lengkap amalan dan doa malam Idul Fitri.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
TribunJabar/Gani Kurniawan
DOA RAMADAN - Ilustrasi. Sejumlah santri melakukan tadarus bersama di Mesjid Nur At Taubah, Pondok Pesantren Dar Al-Taubah Al Islami, Gang Hidayat, Jalan Kebon Tangkil, Kota Bandung, Senin (22/6/2015). Doa Ramadan hari ke-29 dan ke-30 puasa hari ini, Kamis (19/3/2026). Lengkap amalan dan doa malam Idul Fitri. (TribunJabar/Gani Kurniawan) 

TRIBUNKALTIM.CO - Simak bacaan doa Ramadan hari ke-29 dan ke-30 puasa yang bertepatan dengan Kamis (19/3/2026).

Hari ini, Kamis (19/3/2026) adalah Ramadhan hari ke-29 puasa bagi Umat Islam yang mulai berpuasa Kamis (19/3/2026) dan hari Ramadhan ke-30 puasa untuk yang mulai puasa, Rabu (18/2/2026).

Insya Allah sampai kita juga di penghujung Ramadhan 2026,  mari sambut Hari Kemenangan dengan tetap memanjatkan doa dan puji syukur.

Meski Pemerintah baru akan menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H hari ini, Kamis (19/3/2026) namun sebagian umat Islam akan merayakan Lebaran 2026 besok, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Makna Silaturahmi dan 6 Keutamaan Tradisi yang Biasa Dilakukan saat Idul Fitri Ini

Mari ramaikan malam Idul Fitri 2026 dengan lantunan takbir dan juga doa.

Semoga kita dipertemukan lagi dengan Ramadhan di tahun depan, Insya Allah, Amiin. 

Doa Ramadhan Hari ke-29

اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ فِيْهِ بِالرَّحْمَةِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ التَّوْفِيْقَ وَ الْعِصْمَةَ وَ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنْ غَيَاهِبِ التُّهَمَةِ يَا رَحِيْمًا بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Allâhumma ghasysyinî fîhi birrahmati warzuqnî fîhit tawfîqa wal ‘ismata wa thahhir qalbî min ghayâhibit tuhmati yâ rahîman bi’ibâdihil mukminîn

Artinya :

”Ya Allah, lingkupilah aku di bulan ini dengan rahmat-Mu, anugrahilah aku taufik dan penjagaan-Mu. Sucikanlah hatiku dari benih-benih fitnah/kebencian, Wahai yang Maha Pengasih terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman

Doa Ramadhan Hari ke-30 

Berikut adalah doa Ramadhan hari ke-30 puasa seperti dikutip TribunKaltim.co dari TribunManado.co.id di artikel berjudul Doa Puasa Hari ke-30 Jumat 21 April 2023, Doa Khusus yang Dibaca di Akhir Ramadan, Berikut Bacaannya:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ بِالشُّكْرِ وَ الْقَبُوْلِ عَلَى مَا تَرْضَاهُ وَ يَرْضَاهُ الرَّسُوْلُ مُحْكَمَةً فُرُوْعُهُ بِالأُصُوْلِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Latin:

Allâhummaj’al shiyâmî fîhi bisysyukri wal qabûli ‘alâ mâ tardhâhur Wayardlâhurrasûlu muhkamatan furû’uhu bil ushuli bihaqqi sayyidinâ muhammadin wa âlihit Al-Thâhirîn wal hamdu lillahi rabbil’âlamin

Terjemahan:

"Ya Allah, terimalah puasaku di bulan ini dengan rasa syukur. Jadikanlah puasaku ini mendatangkan keridhaan-Mu dan keridhaan para Rasul-Mu.

Engkau kuatkanlah furu (cabang-cabang)-nya dan ushul (pokok-pokok)-nya. Demi kebenaran junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya yang suci. Segala puji bagi-Mu ya Allah,Tuhan semesta alam".

Amalan Malam Idul Fitri 1445 H

Berikut 5 amalan yang dianjurkan saat malam Idul Fitri seperti dikutip TribunKaltim.co dari TribunJakarta.com di artikel berjudul 5 Amalan yang Dianjurkan pada Malam Takbiran Idul Fitri 2024, Bisa Dapat Banyak Pahala:

1. Mandi Saat Matahari Mulai Terbenam

Setelah berbuka puasa, diperbolehkan untuk mandi.

Menurut beberapa sumber, mandi tersebut berguna untuk mensucikan diri sebelum menyambut hari raya nan fitri.

2. Mengumandangkan Takbir

Ketika malam kemenangan tiba, umat Islam banyak memenuhi masjid.

Mengumandangkan lafadz takbir hari raya juga dilakukan dari awal matahari terbenam sampai menjelang salat id.

للهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ لاَ اِلـٰهَ إلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ

3. Membaca Doa Seperti dibawah ini sebanyak 10x

يَادَآئِمَ اْلفَضْلِ عَلَى اْلبَرِيَّةِ، يَا بَاسِطَ اْليَدَيْنِ بِالْعَطِيَّةِ، يَاصَاحِبَ الْمَوَاهِبِ السَّنِيَّةِ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ خَيْرِ الْوَرَى سَجِيَّةً، وَاغْفِرْ لَنَا يَا ذَا الْعُلَى فِي هٰذِهِ الْعَشِيَّةِ

4. Bersilaturahmi

Banyak umat Islam merayakan malam takbir dengan mengunjungi kerabat terdekatnya untuk bersilaturahmi.

Tradisi turun temurun ini dilestarikan dengan sangat baik. Terutama Umat Islam di Indonesia.

5. Membaca Al quran

Pada hakekatnya, membaca Al quran baik dilakukan kapan saja. Tidak hanya saat malam takbir.

Namun, dengan membaca Al quran saat malam takbir membuat malam takbir hidup dengan bacaan ayat-ayat Al quran.

Bagaimana lafaz takbir ied yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah?

Lafadz takbir ’Ied yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw adalah:

a. Lafadz takbir ‘Ied seperti disandarkan kepada Ibn Mas’ud, ‘Umar ibn al-Khattab dan ‘Ali ibn Abi Thalib, di antaranya adalah sebagai berikut:

اَللهُ أًكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ.

“Allahu akbar allahu akbar, la ilaha illallah wallahu akbar alllahu akbar walillahil hamd”

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan bagi Allah-lah segala puji.”

Lafaz tersebut berdasar berdasarkan hadits riwayat Ibn Abi Syaibah, Mushannaf, tahqiq: Kamal al-Hut, juz 1 hlm 490 no. 5650, 5651, 5653. Ibn al-Mundzir, Al-Awshat, juz 7, hlm 22 no: 223, hlm 23, 24, 25 no:224, 225, 226)

Ucapan Allahu Akbar dalam takbir ‘Ied pada redaksi hadits di atas jelas hanya diucapkan dua kali, tidak tiga kali.

b. Lafadz takbir ‘Ied sesuai hadits riwayat Abdur Razaq dari Salman dengan sanad yang shahih, yang mengatakan:

كَبِّرُوْا، اَللهُ أًكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا

Artinya: “Bertakbirlah: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Sungguh Maha Besar. (lihat ash-Shan’aniy, Subul as-Salam, Juz II: 76)

كَبِّرُوْا، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا

Artinya: “Bertakbirlah: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Sungguh Maha Besar. (lihat al-Baihaqi,Sunan al-Kubra, Juz III: 316)

Sementara itu, ada pula bacaan takbir yang lebih panjang lagi, yaitu Allahu Akbar Kabira wal-hamdu lil-Lahi katsira… dan seterusnya sampai wa lau karihal-kafirun, musyrikun dan lain-lain.

Berikut lafal lengkapnya.

اللّه أكْبَرُ كَبيراً، والحَمْدُ لِلَّهِ كَثيراً، وَسُبْحانَ اللَّهِ بُكْرَةً وأصِيلاً، لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَلا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدينَ وَلَوْ كَرِهَ الكافِرُون، لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الأحْزَابَ وَحْدَهُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللّه واللَّهُ أكْبَرُ

“Allahu akbar kabira, wal hamdulillahi katsira, wa subhanallahi bukrataw wa ashila, la ilaha illallah, wa la na’budu iyyahu mukhlisina lahud din, wa law karihal kafirun, la ilaha illlallah wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzab wahdah, la ilaha illallah wallahu akbar”

Namun demikian, Muhammadiyah berpendapat, belum menemukan dasar atau dalil yang secara jelas menuntunkan bertakbir hari raya dengan lafaz demikian.

Di sisi lain, lafal takbir yang panjang tersebut ditemukan dalam hadis yang menunjukkan bacaan zikir pada akhir pelaksanaan sholat.

Selain itu, juga ditemukan pada sebuah hadist yang berkaitan dengan kepulangan Rasulullah dari perang, haji atau umrah.

Lafadz-lafadz yang terkandung dalam kedua hadis tersebut bukan dikhususkan untuk dibaca sebagai lafadz takbir pada hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha.

Baca juga: Doa Setelah Shalat Idul Fitri Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Amalkan di Hari Lebaran

(*)

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved