Puteri Indonesia 2026
Ajang Puteri Indonesia 2026 Mulai Digelar, Cheryl Lidia Regar Wakil Kaltim Siap Bersaing
Ajang Puteri Indonesia 2026 dimulai, Cheryl Lidia Regar, wakil Kaltim siap bersaing dengan 44 wakil lainnya.
Ringkasan Berita:
- Puteri Indonesia 2026 digelar dengan 45 finalis dari 38 provinsi.
- Kualitas peserta meningkat, banyak yang berpendidikan S2 kampus top.
- Tema diangkat seputar perempuan, inovasi, teknologi, dan keberlanjutan.
- Cheryl (Kaltim) jadi sorotan sebagai advokat lingkungan dan ahli IT.
- Ada kolaborasi baru dengan LPDP untuk beasiswa pendidikan finalis.
TRIBUNKALTIM.CO - Ajang kecantikan bergengsi Tanah Air, Puteri Indonesia 2026 mulai digelar Sabtu (18/4/2026).
Ada 45 finalis dari 38 Provinsi yang bakal bersaing di Puteri Indonesia 2026 termasuk Cheryl Lidia Regar yang menjadi wakil Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Para peserta Puteri Indonesia 2026 tidak hanya tampil dengan pesona, tetapi juga membawa latar belakang pendidikan dan pengalaman yang beragam.
Jelang perhelatan Puteri Indonesia 2026, Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardhani mengungkapkan, kualitas peserta tahun ini semakin mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Viral! Sosok Cheryl Lidia Regar, Perwakilan Kaltim di Puteri Indonesia 2026
“Para finalis ini jumlahnya ada 45 dan berasal dari berbagai provinsi di Indonesia yang mewakili 38 provinsi. Tahun ini saya juga melihat kualitas pesertanya semakin meningkat,” jelasnya dalam Press Conference Pemilihan Puteri Indonesia 2026 di Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2026).
Beragam Latar Belakang Pendidikan
Tidak hanya unggul secara penampilan, para finalis juga memiliki rekam jejak akademik yang mengesankan.
Beberapa di antaranya bahkan telah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang magister di kampus ternama, baik di dalam maupun luar negeri.
“Ada belasan finalis yang sudah lulus S2 dari universitas-universitas ternama di Indonesia maupun di mancanegara, seperti UI, ITB, Universitas Airlangga, Columbia University, dan Royal College of Art London,” ungkap Putri.
Keragaman latar belakang pendidikan ini menjadi nilai tambah tersendiri.
Para finalis datang dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari kesehatan, bisnis, hingga seni dan teknologi.
“Karena berasal dari disiplin ilmu yang berbeda-beda, harapannya ketika nanti terjun ke masyarakat, mereka bisa berdaya pada lini-lini yang berbeda,” lanjutnya.
Tema besar: perempuan, inovasi, dan keberlanjutan
Tahun ini, Yayasan Puteri Indonesia mengusung tema “Dari Indonesia untuk Dunia: Kontribusi Perempuan dalam Inovasi dan Teknologi yang Berdampak untuk Keberlanjutan Alam serta Perdamaian Global.”
Tema tersebut mencerminkan komitmen untuk melahirkan sosok perempuan yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki pemikiran kritis, kepemimpinan kuat, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sebanyak 45 finalis mewakili berbagai profesi, mulai dari dokter, influencer, model, pengusaha, hingga aktivis sosial dan lingkungan.
Mereka akan bersaing memperebutkan enam mahkota Borobudur, termasuk Puteri Indonesia, Puteri Indonesia Lingkungan, Pariwisata, Pendidikan, Kebudayaan, serta Inovasi dan Teknologi.
Profil Cheryl Lidia Regar
Dikutip dari Instagram officialputeriindonesia, Cheryl Lidia Regar, yang memiliki gelar A.Md.Kom (Ahli Madya Komputer), diketahui merupakan seorang mahasiswi di bidang Sistem Informasi.
Selain itu, ia juga telah memperoleh sertifikasi sebagai Certified System Analyst (CSA) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang merupakan lembaga resmi pemerintah dalam memberikan pengakuan kompetensi kerja di Indonesia.
Di usianya yang masih 22 tahun, Cheryl telah aktif sebagai advokat keberlanjutan sejak 2019.
Istilah advokat keberlanjutan sendiri merujuk pada individu yang secara aktif mengampanyekan isu-isu lingkungan, seperti perubahan iklim, pengelolaan limbah, serta penggunaan sumber daya secara bijak untuk masa depan.
Melalui gerakan yang ia bangun bernama “Nextainable”, Cheryl berupaya mengajak generasi muda untuk lebih memahami pentingnya keberlanjutan.
Gerakan ini menggabungkan pendekatan edukasi, kreativitas digital, serta keterlibatan komunitas agar pesan lingkungan dapat tersampaikan dengan cara yang lebih mudah dipahami.
Dalam deskripsi advokasinya, disebutkan:
“Nextainable: Menggerakkan Generasi Muda melalui Inovasi Digital untuk Aksi Iklim Berkelanjutan”
Gerakan ini menjadi jembatan antara pengetahuan dan aksi nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Selain itu, Cheryl juga terlibat dalam startup bernama Ciro Waste, yang bergerak di bidang ekonomi sirkular.
Ekonomi sirkular sendiri adalah konsep pengelolaan sumber daya yang berfokus pada penggunaan kembali, daur ulang, dan pengurangan limbah.
Melalui perannya di Ciro Waste, Cheryl turut berkontribusi dalam kerja sama dengan lebih dari 50 klien korporat, memfasilitasi lebih dari 9.000 transaksi limbah, serta membantu pengumpulan lebih dari 5.000 kilogram limbah daur ulang di seluruh Indonesia.
Prestasi dan Rekam Jejak
Perjalanan Cheryl di dunia kompetisi bukanlah hal baru. Ia telah mengantongi sejumlah prestasi yang memperkuat posisinya sebagai kandidat kuat dalam ajang nasional.
Beberapa capaian yang pernah diraih antara lain menjadi perwakilan mahasiswa dalam UNESCO ESD-Net 2030 Asia-Pacific Regional Meeting yang diselenggarakan di Bali.
UNESCO ESD-Net sendiri merupakan jaringan global yang berfokus pada Education for Sustainable Development atau pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, Cheryl juga pernah meraih posisi 1st Runner Up Miss Tourism of East Kalimantan 2021 serta penghargaan Miss Tourism Persahabatan dari Dinas Pariwisata Kalimantan Timur.
Ia juga menyandang gelar Miss Tourism Kota Balikpapan yang diberikan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan.
Prestasi-prestasi tersebut menunjukkan keterlibatannya tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam promosi budaya dan pariwisata daerah.
Pembekalan intensif dan karantina
Sebelum memasuki malam puncak, para finalis telah menjalani rangkaian kegiatan pra-karantina sejak 8 hingga 17 April 2026.
Mereka mendapatkan pembekalan dari berbagai lembaga, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Selain itu, peserta juga mengikuti kelas pendidikan dari sejumlah universitas, psikotest, pelatihan koreografi, serta kegiatan pemberdayaan perempuan.
Memasuki masa karantina pada 18–24 April 2026, para finalis akan menjalani berbagai agenda, mulai dari pelatihan public speaking, talent show, hingga peragaan busana nasional.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan mereka secara menyeluruh sebelum tampil di malam grand final.
Kolaborasi dengan LPDP dan beasiswa pendidikan lainnya
Salah satu terobosan baru tahun ini adalah kerja sama Yayasan Puteri Indonesia dengan LPDP untuk mendukung pengembangan pendidikan para finalis.
“Baru di tahun ini Yayasan Putri Indonesia bekerjasama dengan LPDP untuk menjaring anak-anak yang berbakat dari finalis Putri Indonesia dikirimkan untuk belajar di luar negeri,” kata Putri.
Ia menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya mencerdaskan generasi muda Indonesia.
“Hal ini sejalan dengan program mencerdaskan bangsa yang Yayasan Putri Indonesia gaungkan untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia yang diharapkan bisa memanfaatkan bonus demografi yang kita miliki,” ujarnya.
Selain itu, berbagai beasiswa juga disiapkan bagi para pemenang dan finalis, mulai dari jenjang S1 hingga S3 di sejumlah perguruan tinggi ternama.
Pada malam grand final, para pemenang utama nantinya akan berkesempatan mewakili Indonesia di ajang internasional seperti Miss Supranational, Miss International, Miss Cosmo, dan Miss Charm, sekaligus membawa nama bangsa ke kancah global.
Daftar 45 Finalis Puteri Indonesia 2026
Sebanyak 45 finalis dari berbagai provinsi telah diumumkan dan siap berkompetisi.
Setiap peserta membawa identitas daerahnya masing-masing, termasuk Cheryl Lidia Regar yang mewakili Kalimantan Timur.
Berikut selengkapnya nama finalis, asal daerah, dan akun Instagram mereka.
• Aceh - @tiarahasanahh
• Sumatera Utara 1 - @puputmilala
• Sumatera Utara 2 - @moranaangelica
• Sumatera Barat - @tagrcya
• Riau - @sarahaureliaas
• Kepulauan Riau 1 - @mawarmeliala_
• Kepulauan Riau 2 - @fidyaadystiaraa
• Jambi - @nadiaaprisiliaa
• Sumatera Selatan 1 - @salmaranggitaa
• Sumatera Selatan 2 - @baddiiaa
• Bangka Belitung - @merywiegaaa
• Bengkulu - @taaaassya
• Lampung - @intankartikaap
• DKI Jakarta 1 - @mellliza
• DKI Jakarta 2 - @latanyaalisa
• DKI Jakarta 3 - @sarahsentosoo
• DKI Jakarta 4 - @joanneirawan
• DKI Jakarta 5 - @shaniasisilia
• DKI Jakarta 6 - @lailalanif
• DKI Jakarta 7 - @adindadimitri
• Banten - @syafirafiras
• Jawa Barat - @ratuaysls_
• Jawa Tengah 1 - @mauraizzati
• Jawa Tengah 2 - @meirikamaranatha
• D.I. Yogyakarta - @maharanidivaningtyas
• Jawa Timur - @firstayap
• Bali - @syamandaa
• Nusa Tenggara Barat - @sukmachydewi
• Nusa Tenggara Timur - @eliseabenedicta
• Kalimantan Barat - @nisa_ridha
• Kalimantan Tengah - @ahsannadiaramadhana
• Kalimantan Selatan - @almasantang
• Kalimantan Timur - @rinandamh
• Kalimantan Utara - @ddewiratna__
• Kalimantan Selatan 1 - @almasantang
• Kalimantan Selatan 2 - @aasalsabella
• Sulawesi Selatan - @andiadrianarc
• Sulawesi Barat - @adindapwn
• Sulawesi Tenggara - @lidyananono_
• Sulawesi Tengah - @jeanethanabella_
• Sulawesi Utara - @cindinoladyta
• Gorontalo - @fadiladamara_
• Maluku - @chelnique
• Maluku Utara - @nurul.safitrii
• Papua - @yokemerauje19
• Papua Selatan - @noviantyshamenta
Baca juga: Profil dan Biodata Rinanda Maharani, Wakil Kaltim di Puteri Indonesia Pendidikan 2025
(Kompas.com/TribunKaltim.co/Briandena Silvania Sestiani)
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
Sebagian dari artikel ini telah tayang di kompas.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260419_Puteri-Indonesia-2026_Chery-Lidia-Regal_Puteri-Indonesia-2026-Kaltim.jpg)