Rabu, 27 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Sport Science dan Nutrisi Jadi Fokus KONI Kaltim Menuju PON 2028

KONI Kalimantan Timur menegaskan pembinaan atlet menuju PON 2028 harus berbasis sport science.

Tayang:
Penulis: Nevrianto | Editor: Miftah Aulia Anggraini
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
PELANTIKAN PENGURUS PPKORI - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, bersama Ketua KONI Kalimantan Timur Rusdiansyah Aras, Ketua Umum PPKORI Pusat dr. Hario Tilarso, Sp.KO (berbaju batik), serta Ketua PPKORI Kaltim dr. Sadiq Sahil (bertopi merah), menghadiri Pelantikan Pengurus Provinsi Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PPKORI) Kalimantan Timur masa bakti 2024–2028. (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO) 

Ringkasan Berita:
  • KONI Kaltim menempatkan sport science, nutrisi, dan kesehatan atlet sebagai fokus pembinaan.
  • PPKORI Kaltim diharapkan menjadi garda depan pendampingan cedera, psikologi, dan anti-doping.
  • Pendekatan berbasis sains diyakini mampu memperkuat peluang Kaltim tembus tiga besar PON 2028.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia Kalimantan Timur atau KONI Kaltim menegaskan bahwa prestasi atlet menuju PON 2028 tidak bisa hanya bergantung pada latihan fisik dan teknik.

Pendekatan berbasis sport science, kesehatan olahraga, nutrisi, hingga penguatan mental atlet menjadi fokus utama pembinaan untuk mewujudkan target tiga besar nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, dalam pelantikan pengurus PPKORI Kaltim periode 2024–2028.

Ia menilai, aspek kesehatan olahraga harus menjadi fondasi sejak awal pembinaan atlet.

Baca juga: KONI Kaltim Siap Gelar Rakerprov Awal 2026, Bakal Evaluasi Program

“Prestasi besar tidak lahir hanya dari keringat di lapangan. Sport science adalah fondasi pembinaan. Penanganan cedera, psikologi olahraga, hingga nutrisi atlet harus berjalan berdampingan dengan latihan fisik,” ujar Rusdiansyah.

Menurutnya, kesalahan penanganan cedera dapat memutus karier atlet, sementara minimnya pemahaman terkait doping berisiko mencoreng nama daerah.

Karena itu, ia meminta PPKORI Kaltim hadir sebagai garda terdepan dalam mendampingi atlet dan pelatih.

“Kita perlu orang-orang yang paham dan hadir mendampingi atlet,” tegasnya.

Baca juga: 154 Peserta Dijadwalkan Hadir di Rakerprov KONI Kaltim 2026

Rusdiansyah juga menaruh harapan besar kepada Ketua PPKORI Kaltim, Sadik Sahil, untuk memperkuat dukungan kesehatan olahraga sebagai bagian dari misi besar KONI Kaltim.

Target tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Kaltim agar Panji Ruhui Rahayu mampu berkibar di tiga besar PON 2028.

“Sekecil apa pun anggarannya, kita tetap optimis. Sport science membuat pembinaan lebih efisien, bukan hanya kerja keras, tapi kerja tepat. Tiga besar PON 2028 bukan mimpi, tapi target. Kuncinya kesiapan dari sekarang,” tandasnya.

Sementara itu, Sadik Sahil menegaskan bahwa PPKORI Kaltim merupakan bagian integral dari ekosistem pembinaan olahraga di Kalimantan Timur.

Baca juga: KONI Kaltim Apresiasi Hasil SEA Games 2025, Raih Medali Perak Bukan Kegagalan

Pelantikan pengurus dan pelatihan yang digelar di kompleks Gelora Kadrie Oening bukan sekadar agenda seremonial.

“Olahraga dan atlet perlu sport nutrition. Kami ada spesialis dokter olahraga. Semoga kita bisa memaksimalkan menuju prestasi emas PON 2028,” tuturnya.

Penguatan kapasitas pengurus PPKORI juga diperkuat melalui pelatihan intensif yang menghadirkan Ketua PPKORI Pusat, Hario Tilarso, sebagai pemateri.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved