Berita Kaltim Terkini
Sport Science dan Nutrisi Jadi Fokus KONI Kaltim Menuju PON 2028
KONI Kalimantan Timur menegaskan pembinaan atlet menuju PON 2028 harus berbasis sport science.
Penulis: Nevrianto | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- KONI Kaltim menempatkan sport science, nutrisi, dan kesehatan atlet sebagai fokus pembinaan.
- PPKORI Kaltim diharapkan menjadi garda depan pendampingan cedera, psikologi, dan anti-doping.
- Pendekatan berbasis sains diyakini mampu memperkuat peluang Kaltim tembus tiga besar PON 2028.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia Kalimantan Timur atau KONI Kaltim menegaskan bahwa prestasi atlet menuju PON 2028 tidak bisa hanya bergantung pada latihan fisik dan teknik.
Pendekatan berbasis sport science, kesehatan olahraga, nutrisi, hingga penguatan mental atlet menjadi fokus utama pembinaan untuk mewujudkan target tiga besar nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, dalam pelantikan pengurus PPKORI Kaltim periode 2024–2028.
Ia menilai, aspek kesehatan olahraga harus menjadi fondasi sejak awal pembinaan atlet.
Baca juga: KONI Kaltim Siap Gelar Rakerprov Awal 2026, Bakal Evaluasi Program
“Prestasi besar tidak lahir hanya dari keringat di lapangan. Sport science adalah fondasi pembinaan. Penanganan cedera, psikologi olahraga, hingga nutrisi atlet harus berjalan berdampingan dengan latihan fisik,” ujar Rusdiansyah.
Menurutnya, kesalahan penanganan cedera dapat memutus karier atlet, sementara minimnya pemahaman terkait doping berisiko mencoreng nama daerah.
Karena itu, ia meminta PPKORI Kaltim hadir sebagai garda terdepan dalam mendampingi atlet dan pelatih.
“Kita perlu orang-orang yang paham dan hadir mendampingi atlet,” tegasnya.
Baca juga: 154 Peserta Dijadwalkan Hadir di Rakerprov KONI Kaltim 2026
Rusdiansyah juga menaruh harapan besar kepada Ketua PPKORI Kaltim, Sadik Sahil, untuk memperkuat dukungan kesehatan olahraga sebagai bagian dari misi besar KONI Kaltim.
Target tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Kaltim agar Panji Ruhui Rahayu mampu berkibar di tiga besar PON 2028.
“Sekecil apa pun anggarannya, kita tetap optimis. Sport science membuat pembinaan lebih efisien, bukan hanya kerja keras, tapi kerja tepat. Tiga besar PON 2028 bukan mimpi, tapi target. Kuncinya kesiapan dari sekarang,” tandasnya.
Sementara itu, Sadik Sahil menegaskan bahwa PPKORI Kaltim merupakan bagian integral dari ekosistem pembinaan olahraga di Kalimantan Timur.
Baca juga: KONI Kaltim Apresiasi Hasil SEA Games 2025, Raih Medali Perak Bukan Kegagalan
Pelantikan pengurus dan pelatihan yang digelar di kompleks Gelora Kadrie Oening bukan sekadar agenda seremonial.
“Olahraga dan atlet perlu sport nutrition. Kami ada spesialis dokter olahraga. Semoga kita bisa memaksimalkan menuju prestasi emas PON 2028,” tuturnya.
Penguatan kapasitas pengurus PPKORI juga diperkuat melalui pelatihan intensif yang menghadirkan Ketua PPKORI Pusat, Hario Tilarso, sebagai pemateri.
| 3 Daerah Terkaya Versi Pengeluaran Laki-laki di Kaltim, Ini Urutan Lengkapnya |
|
|---|
| BBPJN Kaltim Gunakan Tambalan Cepat Mantap untuk Perbaiki Jalur IKN, Kendaraan Bera Aman Melintas |
|
|---|
| Ada 138 Ribu Liter Minyakita di Kaltim, Polda Awasi Ketat Distribusi ke Masyarakat |
|
|---|
| 5 Daerah di Kaltim yang Masih Gunakan Listrik Non PLN Terbanyak |
|
|---|
| Tata Kelola Website Gratispol Kaltim Dibenahi, Rekomendasi BPK Segera Dijalankan Biro Kesra |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251230_Pelantikan-Pengurus-PPKORI-Kalimantan-Timur.jpg)