Senin, 27 April 2026

Badminton

Apriyani Rahayu dan Lanny Bakal Bermain di Dua Nomor, Kata Kabid Binpres PBSI

Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari akan bermain rangkap di dua nomor, ganda putri dan ganda campuran. Kata Kabid Binpres PBSI.

|
Editor: Amalia Husnul A
PBSI
MAIN RANGKAP - Lanny Tria Mayasari dan Apriyani Rahayu yang akan bermain rangkap. Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari akan bermain rangkap di dua nomor, ganda putri dan ganda campuran. Kata Kabid Binpres PBSI. (PBSI) 
Ringkasan Berita:
  • PBSI membuat gebrakan dengan memainkan Lanny Tria Mayasari dan Apriyani Rahayu di dua nomor
  • Selain berpasangan di nomor ganda putri, Lanny dan Apri juga akan bermain di nomor ganda campuran
  • Lanny dan Apri akan berpasangan dengan pemain muda di ganda campuran
  • Debut Lanny dan Apri di ganda campuran dimulai dari Ruichang China Masters 2026

 

TRIBUNKALTIM.CO -  Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) membuat gebrakan dengan memainkan Lanny Tria Mayasari dan Apriyani Rahayu di dua nomor yakni ganda putri dan ganda campuran.

Debut Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari di ganda campuran akan dimulai di Ruichang China Masters 2026 Super 100 yang digelar Maret 2026. 

Di ganda campuran, Apriyani Rahayu didebutkan adalah Taufik Aderya, sementara Lanny Tria Mayasari akan bermain bersama dengan Daniel Edgar Marvino.

Di Ruichang China Masters 2026, Lanny/Apri juga masih akan bermain di ganda putri. 

Baca juga: Jadwal Badminton German Open 2026, Skuad Minimalis di Pembuka Tur Eropa, Asa 2 Ganda Putri

"Mau coba saja, jadi memang sudah keputusan dari pelatih," kata Apriyani Rahayu.

Apriyani antusias menjalani turnamen perdana dengan bermain bersama junior di ganda campuran.

Daniel Edgar maupun Taufik Aderya sama-sama lebih muda dari Apri dan Lanny.

Menurut Apriyani sendiri, ia tidak terlalu merasa aneh dirangkapkan ke ganda campuran.

Namun dia juga mengakui bahwa bermain di sektor berbeda membuat dia harus kembali belajar lagi.

Pasalnya, permainan ganda putri yang membuatnya jadi pemain all-around jelas berbeda dengan ganda campuran yang menugaskannya lebih banyak sebagai playmaker.

Jadi playmaker membuat Apriyani akan lebih banyak jadi pengatur serangan dan berjaga di area depan net.

"Iya, mereka pemain-pemain pratama," kata Apriyani.

"Bagi saya nggak aneh (bermain di nomor ganda campuran), tetapi memang harus banyak penyesuaian pola."

"Saya ini masih dobel (pemain ganda putri) banget, jadi masih terus menyesuaikan," tuturnya.

Bermain rangkap ganda putri dan ganda campuran pasti akan membuat Apriyani Rahayu membutuhkan stamina lebih besar.

Dia bisa bermain dua kali dalam sehari.

Belum lagi jika perjuangannya harus dimulai dari babak kualifikasi, sebagaimana yang akan dijalani pada Ruichang China Masters 2026.

Meski begitu, pemain asal Konawe, Sulawesi Tenggara, ini tidak merasa keberatan.

Ia justru merasa ini jadi kesempatan baru baginya yang barang kali dapat menemukan terobosan lain.

"Ya, pasti selagi saya dikasih main dua (rangkap), saya akan fokus ke dua-duanya," ucap Apriyani seperti dikutip TribunKaltim.co dari bolasport.com.

Kata Kabid Binpres PBSI

Terkait debut Lanny/Apri bermain rangkap, Kabid Binpres Eng Hian mengatakan, "Ini adalah program untuk penjajakan potensi ke depan.

Dengan bermain rangkap, kami bisa melihat potensi lain yang mungkin keluar dari atlet-atlet tersebut."

"Selain itu, Daniel dan Taufik bisa menimba ilmu dan pengalaman dari Apri/Lanny yang sudah lebih senior."

"Pengembangan kemampuan bermain di dua sektor juga akan membawa dampak positif bagi mereka."

Selain Lanny dan Apri yang bermain rangkap, ada perubahan di ganda campuran. 

Aisyah Salsabila Putri Pranata sementara dipasangkan dengan Verrell Yustin Mulia.

"Aisyah sementara dengan Verrell sambil menunggu Marwan Faza kembali pulih.

"Aisyah bersama Verrell akan coba diturunkan pada ajang Sri Lanka International Series dan International Challenge pada Maret mendatang," tutur Eng Hian.

"Verell yang saat ini belum mempunyai pasangan ganda putra, akan fokus berlatih di ganda campuran."

Marwan Faza, terindikasi mengalami glaukoma hingga terpaksa ditarik mundur dari Indonesia Masters 2026.

Karena itu, pasangan muda yang sedang naik daun, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, dibatalkan partisipasinya dari Indonesia Masters 2026.

Penyebabnya karena kondisi kesehatan Marwan Faza.

Pemain berusia 21 tahun ini terindikasi mengalami glaukoma.

Penyakit yang menyerang mata kanannya itu mengakibatkan pandangan dia jadi kabur dan sulit melihat dengan jernih.

Gejalanya sudah Faza rasakan ketika dia dan Aisyah tampil bermain di Malaysia Open 2026 pada pekan lalu.

Pada turnamen BWF World Tour Super 1000 itu, mereka kalah tipis ketika menghadapi underdog asal Prancis, Julien Maio/Lea Palermo.

"Saat di Malaysia Open, Faza mengeluhkan sebelah mata kanannya buram sampai tidak bisa melihat jika hanya satu mata," tutur dokter pelatnas PBSI, dr. Hasna.

Setelah mendatat ke Tanah Air, Faza langsung memeriksakan diri.

Hasilnya cukup mencengangkan karena tekanan bola mata dia mencapai angka 38 dari angka normal 20 ke bawah.

"Saat kembali ke Indonesia, Faza langsung diperiksa," tutur dr. Hasna.

"Hasilnya ada peradangan di saraf mata dan tekanan bola matanya mencapai 38, normalnya itu 20 ke bawah."

"Indikasinya mengalami Glaukoma."

"Akhirnya kami merekomendasikan untuk Faza beristirahat sementara sampai penglihatannya kembali normal," ujarnya.

Gejala yang dialami Faza membuat pelatih ganda campuran PBSI, Rionny Mainaky, bergerak cepat.

Rionny memutuskan untuk memberi waktu Faza rehat sehingga partisipasi di Indonesia Masters 2026 dan Thailand Masters 2026 diurungkan.

"Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata akan absen di Daihatsu Indonesia Masters 2026 dan Thailand Masters 2026," kata Rionny seperti dikutip TribunKaltim.co dari bolasport.com.

"Keputusan ini saya ambil untuk pemulihan mata Faza sebelah kanan yang kabur dan buram setelah Malaysia Open 2026 kemarin."

"Faza sudah melapor ke dokter dan sudah dilakukan pemeriksaan serta tindakan medis. Lalu direkomendasikan untuk istirahat," ujarnya.

Cobaan yang dialami Faza tentu sangat disayangkan.

Pasalnya, Faza/Aisyah sedang dalam tahap performa bagus sejak September tahun lalu dengan menjuarai empat turnamen.

Mereka menjuarai Vietnam Open, Indonesia Masters II, Guwahati Masters dan Odisha Masters yang semuanya level BWF Tour Super 100.

Tren kuat itu membuat Faza/Aisyah mampu menembus peringkat 22 dunia dari semula di luar 50 besar dunia.

Baca juga: Update Ranking BWF Terbaru, Daftar 5 Wakil Indonesia yang Masih Bertahan Deretan Top 10

(*)

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved