Selasa, 21 April 2026

Liga Italia

Pro dan Kontra Laga AC Milan vs Como Digelar di Australia, Semua Kebagian Cuan

AC Milan untuk memainkan laga kandang Liga Italia Serie A melawan Como di Australia, keputusan yang menimbulkan perdebatan.

Tangkapan Layar X/AC Milan
MILAN PINDAH KANDANG - UEFA telah menyetujui proposal AC Milan untuk memainkan laga kandang Liga Italia Serie A melawan Como di Australia, keputusan yang menimbulkan perdebatan. (Tangkapan Layar X/AC Milan) 

TRIBUNKALTIM.CO - UEFA telah menyetujui proposal AC Milan untuk memainkan laga kandang Liga Italia Serie A melawan Como di Australia, keputusan yang menimbulkan perdebatan.

Masalah ini bermula karena Stadion San Siro tidak dapat digunakan pada 6–22 Februari 2026 akibat penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina.

Kebetulan, dalam periode tersebut AC Milan memiliki jadwal laga kandang.

Selama beberapa minggu terakhir, muncul berbagai spekulasi soal kemungkinan pemindahan pertandingan itu, bukan hanya keluar kota, tetapi juga keluar negeri.

Baca juga: Hasil Liga Italia: Rafael Leao Bikin AC Milan ke Puncak Klasemen, Lazio Tahan Imbang Atalanta 0-0

Akhirnya, liga menyetujui rencana resmi untuk memainkan laga kandang AC Milan kontra Como di Perth, Australia Barat.

Setelah menunda keputusan karena potensi kontroversi, UEFA akhirnya memberi lampu hijau minggu ini.

Laga ini akan berlangsung hampir 14.000 kilometer dari Italia.

Namun, apa keuntungan dan kerugian dari keputusan ini?

Baca juga: Prediksi Skor AC Milan vs Fiorentina di Liga Italia Serie A dan Susunan Pemain

Alasan utama di balik keputusan ini cukup jelas, uang.

Menurut laporan, Serie A akan memperoleh sekitar €12 juta dari penyelenggaraan laga di Stadion Optus, Perth.

Setelah dikurangi biaya operasional, pendapatan bersih diperkirakan €8–9 juta.

Sebagian besar dana akan masuk ke kantong AC Milan sebagai tim “tuan rumah”, sebagian lainnya ke Como, dan sisanya dibagi ke 18 klub Serie A lain sebagai kompensasi karena menyetujui proposal ini.

Baca juga: Gianluigi Donnarumma Yakin AC Milan Bisa Juara Liga Italia 2025/2026

Namun keuntungan AC Milan tak berhenti di situ saja.

Klub menilai langkah ini juga membuka peluang besar dari sisi ekspansi merek dan basis penggemar internasional.

Menurut data resmi klub, AC Milan memiliki lebih dari dua juta penggemar di Australia, dengan komunitas aktif di Melbourne, Sydney, Adelaide, dan Perth.

Presiden AC Milan Club Perth, Gianni Jamal Nasri, menyatakan kepada MilanNews:

Baca juga: Tinggal Menunggu Waktu Kepergian Mike Maignan, AC Milan Identifikasi 2 Kiper Pengganti

“Selama ini para penggemar di Eropa bisa menyaksikan AC Milan setiap pekan."

"Kini, untuk sekali saja, biarkan mereka datang kepada kami."

"Ini kesempatan seumur hidup bagi fans di Australia, dan kami sangat menghargainya.”

Selain basis fans, AC Milan memiliki hubungan panjang dengan Australia.

Baca juga: Massimiliano Allegri: AC Milan Masih Banyak Kekurangan

Antara 2007 dan 2018, klub menggelar Junior Camp di berbagai kota serta menginisiasi beberapa program sosial seperti Welcome Football di Melbourne dan kerja sama dengan tim sepak bola tunanetra di Perth.

Secara strategis, AC Milan juga menjadi klub Italia paling populer di kawasan Asia-Pasifik, dengan peningkatan jumlah penggemar mencapai 20 juta sejak 2022.

Oleh karena itu, laga di Perth juga dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran global klub.

Namun di sisi lain, kritik keras muncul dari berbagai kalangan, termasuk pemain dan staf medis.

Baca juga: Igli Tare Ingin Reuni dengan Mario Gila di AC Milan, Bursa Transfer Januari 2026 Jadi Momen Kunci

Gelandang Juventus, Adrien Rabiot, bahkan menyebut keputusan ini “gila”:

“Benar-benar tidak masuk akal memainkan laga Serie A di Australia."

"Kami sering membicarakan soal jadwal padat dan kesehatan pemain, tapi perjalanan sejauh ini benar-benar absurd.”

Mantan dokter tim AC Milan, Rodolfo Tavana, juga menilai perjalanan panjang itu berpotensi mengganggu kondisi fisik pemain:

Baca juga: Massimiliano Allegri: AC Milan Masih Banyak Kekurangan

Durasi penerbangan: 21 jam dengan kemungkinan transit. Kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi dan kelelahan otot.

Perbedaan waktu: Perth lebih cepat 6 jam dibanding Italia. Adaptasi terhadap jadwal tidur, makan, dan latihan akan sulit dilakukan.

Perubahan iklim ekstrem: Dari suhu musim dingin 5–10°C di AC Milan ke 25–32°C di Perth dalam waktu singkat dapat meningkatkan risiko cedera otot dan dehidrasi.

Selain itu, AC Milan akan kehilangan dukungan langsung dari tifosi San Siro.

Baca juga: Igli Tare Ingin Reuni dengan Mario Gila di AC Milan, Bursa Transfer Januari 2026 Jadi Momen Kunci

Walaupun stadion di Perth diprediksi akan didominasi warna merah-hitam, atmosfernya tentu tak akan sama.

Dari sisi fans lokal Italia, keputusan ini juga menimbulkan kekecewaan.

Banyak pemegang tiket musiman merasa dirugikan karena tidak bisa menonton seluruh 19 laga kandang yang dijanjikan.

Klub berjanji akan memberi kompensasi berupa voucher atau pengembalian uang, namun hal itu belum tentu memuaskan.

Baca juga: Igli Tare Ingin Reuni dengan Mario Gila di AC Milan, Bursa Transfer Januari 2026 Jadi Momen Kunci

Masalah logistik lain pun muncul.

Jika AC Milan lolos ke perempat final Coppa Italia, jadwal pertandingan yang berdekatan (sekitar 12 Februari) kemungkinan besar harus diubah.

Laga tandang ke Pisa yang dijadwalkan 15 Februari juga berpotensi bentrok karena masalah pemulihan dan perjalanan.

Sebenarnya, banyak pihak menilai pemindahan laga ke Australia tidak perlu terjadi.

Baca juga: Massimiliano Allegri Menyadari Skuad AC Milan Belum Matang untuk Bisa Raih Scudetto

Liga bisa saja menunda pertandingan ke pertengahan Februari atau Maret, karena baik AC Milan maupun Como tidak terlibat di kompetisi Eropa musim ini.

Alternatif lain adalah menukar jadwal kandang-tandang: laga di Januari dimainkan di markas Como, sementara laga Februari digelar di San Siro.

Namun, sepertinya tidak ada tekanan nyata untuk mencari solusi praktis.

Sebagian pengamat menilai keputusan ini justru datang dari manajemen AC Milan sendiri, yang tergoda dengan potensi pendapatan besar meski klub kini dalam kondisi finansial sehat.

Sementara itu, klub-klub Serie A lain yang ikut menyetujui rencana ini juga akan mendapat bagian keuntungan, sehingga tak ada yang menolak. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved