Kamis, 30 April 2026

Fenomena Alam

3 Penyebab Cuaca Panas dan Imbauan BMKG, Diprediksi Terjadi hingga Awal November 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu panas di sejumlah wilayah di Indonesia masih berlanjut hingga awal November 2025

Tayang:
kemenkes.go.id
CUACA PANAS - Cuaca panas dirasakan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Pulau Kalimantan. Berikut penyebab dan imbauan dari BMKG (kemenkes.go.id) 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah wilayah Indonesia termasuk Kalimantan merasakan cuaca panas
  • Prediksi BMKG: Suhu panas di Indonesia diperkirakan berlanjut hingga awal November 2025
  • Imbauan BMKG: Jaga kesehatan, cukup minum air, hindari paparan matahari langsung, dan waspadai perubahan cuaca mendadak.
 

TRIBUNKALTIM.CO - Beberapa hari terakhir, banyak masyarakat di berbagai wilayah Indonesia merasakan kondisi cuaca yang jauh lebih panas dari biasanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa fenomena ini bukan merupakan gelombang panas (heatwave) seperti yang kerap terjadi di negara-negara subtropis.

Gelombang panas sendiri adalah peningkatan suhu ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba dan bertahan lama di suatu wilayah, biasanya disertai dampak kesehatan dan lingkungan yang signifikan.

Namun, menurut BMKG, suhu panas di berbagai wilayah Indonesia disebabkan oleh kombinasi sejumlah faktor meteorologis—yakni kondisi yang berkaitan dengan atmosfer, suhu, kelembapan, dan pola angin—yang membuat panas terasa lebih terik di permukaan.

Baca juga: Viral! Cuaca Panas Menyengat di Indonesia Trending di Medsos, Begini Penjelasan Lengkap BMKG

Melansir akun Instagram @infobmkg, Rabu (15/10/2025), BMKG mengatakan suhu udara di Indonesia masih berada dalam rentang normal, namun kondisi lingkungan menyebabkan suhu terasa jauh lebih tinggi dan membuat masyarakat cepat merasa gerah.

Fenomena panas ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025, tergantung waktu masuknya musim hujan di masing-masing wilayah.

Prediksi Cuaca Panas oleh BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu panas di sejumlah wilayah di Indonesia masih berlanjut hingga awal November 2025.

Beberapa hari terakhir, cuaca panas melanda berbagai wilayah Indonesia yang disebabkan oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia.

Gerak semu matahari adalah pergerakan semu tahunan matahari yang tampak berpindah dari utara ke selatan ekuator dan sebaliknya, yang menyebabkan variasi intensitas penyinaran matahari di permukaan bumi.

Sedangkan Monsun Australia adalah sistem angin musiman yang bertiup dari arah Australia menuju Asia, biasanya membawa udara kering dan panas pada periode kemarau.

"Kondisi ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, dalam keterangan pers yang diterima pada Rabu (15/10/2025).

Namun, tidak menutup kemungkinan potensi hujan lokal akibat aktivitas konvektif—yakni proses naiknya udara panas ke atmosfer yang kemudian membentuk awan hujan—masih dapat terjadi pada sore hingga malam hari, terutama di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua.

“Kami memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak seperti hujan disertai petir dan angin kencang pada sore atau malam hari,” ucap Guswanto.

Cuaca Panas hingga 37 Derajat Celsius

BMKG mencatat suhu maksimum di beberapa wilayah Indonesia mencapai di atas 35 derajat Celsius, bahkan mendekati 37 derajat.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengungkapkan, data BMKG menunjukkan pengamatan suhu maksimum mencapai di atas 35 derajat Celsius yang menyebar luas di seluruh wilayah Indonesia.

Wilayah yang paling berdampak suhu tinggi meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.

Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat sebesar 36,8 derajat Celsius di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat).

Kemudian, suhu sedikit menurun menjadi 36,6 derajat Celsius di Sabu Barat (NTT) pada 13 Oktober 2025.

Suhu kembali meningkat pada 14 Oktober 2025, berkisar antara 34–37 derajat Celsius di beberapa wilayah seperti Kalimantan, Papua, dan Jawa.

Dengan adanya potensi perubahan cuaca, BMKG mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan.

“Hindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, khususnya pada siang hari,” pesan Guswanto.

Penyebab Utama Cuaca Terasa Lebih Panas

BMKG menyebutkan tiga penyebab utama mengapa cuaca saat ini terasa jauh lebih panas dari biasanya, meski secara teknis tidak termasuk dalam kategori gelombang panas.

1 . Posisi Semu Matahari

Saat ini, posisi semu matahari telah berada di selatan ekuator. Akibatnya, wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan menerima penyinaran matahari yang lebih intens dibandingkan periode sebelumnya.

Kondisi ini menyebabkan suhu permukaan meningkat secara signifikan terutama pada siang hari.

2. Angin dari Australia

Angin timuran yang bertiup dari Benua Australia membawa massa udara kering.

Udara kering ini menghambat proses pembentukan awan sehingga sinar matahari langsung memancar ke permukaan bumi tanpa banyak hambatan, meningkatkan sensasi panas.

3. Minimnya Tutupan Awan

Meskipun sebagian wilayah telah memasuki musim hujan, pembentukan awan hujan masih terbatas di beberapa daerah.

Minimnya tutupan awan membuat radiasi matahari langsung menyentuh permukaan, menyebabkan suhu terasa jauh lebih panas, terutama pada pagi menjelang siang.
 
Penjelasan Tambahan dari BMKG

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto kembali menjelaskan, penyebab utama suhu panas ini adalah posisi gerak semu matahari yang pada bulan Oktober berada di selatan ekuator.

 Faktor lainnya adalah penguatan angin timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat sehingga pembentukan awan minim serta radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal.

“Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia,” kata Guswanto.

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

Menghadapi kondisi panas yang cukup ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah antisipatif agar terhindar dari dampak kesehatan akibat paparan panas berlebih.

Beberapa imbauan tersebut antara lain:

- Menjaga kesehatan dan cukup minum air putih, untuk menghindari dehidrasi akibat suhu tinggi.

- Menghindari paparan sinar matahari langsung terlalu lama, terutama pada pukul 10.00–15.00 waktu setempat, saat radiasi matahari paling kuat.

- Mewaspadai perubahan cuaca mendadak, seperti hujan petir dan angin kencang yang kerap menyertai masa peralihan musim.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG seperti situs web, aplikasi InfoBMKG, dan akun media sosial resmi lembaga tersebut.

Potensi Hujan Lokal dan Peringatan Dini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk waspada akan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah di Indonesia pada Kamis.

Dalam sistem peringatan dini cuaca, BMKG memprakirakan provinsi yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Aceh, Medan, Padang, Jambi, Bangka Belitung, Bandar Lampung, Banten, Jawa Barat, Denpasar, Kupang (NTT), dan Papua Barat Daya.

Di samping itu, BMKG juga mengumumkan penyebab cuaca panas dengan suhu maksimum mencapai 37,6°C yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut disebabkan oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia.

Kondisi ini, menurut BMKG, diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.

Artikel ini telah tayang di Kompas dengan judul BMKG Prediksi Suhu Panas Bakal Berlangsung hingga Awal November 2025

Artikel ini telah tayang di Kompas dengan judul Cuaca Panas Diprediksi Terjadi hingga Awal November 2025, BMKG Ungkap Penyebabnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved