Rabu, 3 Juni 2026

Aplikasi

5 Jenis Aplikasi yang Bikin HP Android Lemot dan Cepat Penuh

Banyak pengguna Android heran mengapa ponsel mereka cepat lemot padahal memori masih terlihat cukup.

Tayang:
Editor: Heriani AM
Canva
HP ANDROID LEMOT - Ilustrasi HP Andorid. Banyak pengguna Android sering mengeluh karena ponsel mereka cepat penuh dan terasa makin lemot dari waktu ke waktu. 
Ringkasan Berita:
  • Banyak pengguna Android tidak sadar bahwa memori cepat penuh sering disebabkan oleh aplikasi tidak penting seperti bloatware, aplikasi duplikat, dan game lama.
  • Aplikasi peningkat performa seperti RAM cleaner atau battery saver justru bisa memperlambat sistem karena Android sudah memiliki manajemen bawaan yang lebih efisien.
  • Menghapus aplikasi duplikat, game yang tak dimainkan, dan aplikasi lama yang jarang dibuka dapat membuat ponsel lebih lega, baterai awet, dan performa lebih lancar.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Banyak pengguna Android heran mengapa ponsel mereka cepat lemot padahal memori masih terlihat cukup.

Tanpa disadari, penyebab utamanya bukan hanya file foto dan video, melainkan aplikasi-aplikasi tertentu yang bekerja diam-diam di latar belakang.

Beberapa aplikasi justru membuat sistem bekerja lebih berat dan memperpendek usia baterai, terutama jika terus aktif tanpa disadari pengguna.

Parahnya lagi, sebagian besar aplikasi ini sering dianggap “penting” padahal manfaatnya tidak sebanding dengan sumber daya yang dikuras.

Padahal, sebagian besar aplikasi tersebut tidak benar-benar dibutuhkan.

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Filter TikTok Tidak Bisa Digunakan di Android dan iPhone

Android modern kini sudah memiliki sistem pengelolaan RAM dan baterai yang jauh lebih efisien tanpa perlu bantuan aplikasi tambahan.

Dengan menghapus beberapa jenis aplikasi yang tidak penting, pengguna bisa mengembalikan kinerja HP agar tetap cepat dan responsif.

Lantas, aplikasi seperti apa yang sebaiknya dihapus dari ponsel Android Anda? Berikut daftar lima jenis aplikasi yang diam-diam menguras memori dan membuat performa HP melambat.

Salah satu hal yang paling sering dikeluhkan pengguna Android adalah keberadaan bloatware, yaitu aplikasi bawaan pabrikan yang otomatis sudah terpasang.

Sebagian memang berguna, seperti aplikasi kamera tambahan atau tool keamanan, tapi tidak jarang ada juga yang tidak pernah dipakai sama sekali.

Perlu dicatat, setiap antarmuka (skin) Android punya jumlah bloatware berbeda. Misalnya, OxygenOS (OnePlus) dan Pixel UI (Google) dikenal lebih ringan, sementara One UI (Samsung) atau MIUI (Xiaomi) cenderung memuat lebih banyak aplikasi bawaan.  

Baca juga: Ikuti 10 Langkah Mudah Ini untuk Blokir Iklan di HP Android

Contohnya, beberapa HP Xiaomi sering hadir dengan aplikasi cuaca atau toko aplikasi tambahan selain Google Play Store.

Jika tidak pernah digunakan, lebih baik hapus atau nonaktifkan agar tidak makan ruang dan RAM.

Aplikasi peningkat performa

Aplikasi semacam RAM cleaner, battery saver, atau game booster kerap dijanjikan bisa membuat HP lebih cepat.

Faktanya, aplikasi ini justru sering bikin performa menurun.

Misalnya, saat RAM cleaner menutup aplikasi latar, sistem Android otomatis akan membuka ulang karena dianggap penting.

Akibatnya, baterai jadi boros dan waktu loading aplikasi malah lebih lama.

Sebagai contoh, aplikasi pembersih RAM populer seperti “Clean Master” dulu banyak diunduh, tetapi akhirnya dinilai tidak efektif dan bahkan bisa memunculkan iklan mengganggu.

Android modern sebenarnya sudah punya sistem pengelolaan RAM dan baterai bawaan yang jauh lebih pintar, jadi aplikasi tambahan semacam ini sebaiknya dihapus.

Baca juga: Cara Mudah Blokir Iklan di HP Android Agar Tak Mengganggu Aktivitas

Aplikasi duplikat dengan fungsi sama

Tidak jarang HP Android punya lebih dari satu aplikasi dengan fungsi serupa.

Misalnya, ada Google Chrome dan browser bawaan pabrikan yang sama-sama untuk internetan. Atau aplikasi Google Keep bersanding dengan aplikasi catatan bawaan.

Jika keduanya jarang dipakai atau malah bikin bingung, sebaiknya pilih salah satu yang lebih nyaman digunakan. 

Contoh, banyak orang lebih memilih Chrome karena sinkronisasi dengan akun Google lebih mulus, sehingga browser bawaan bisa dihapus.

Hal serupa berlaku untuk aplikasi pesan instan atau backup data: kalau satu aplikasi sudah cukup andal, tidak ada alasan menyimpan yang lain.

Aplikasi game yang sudah lama tidak dimainkan

Game biasanya memakan ruang penyimpanan besar, apalagi yang berukuran di atas 1 GB dan masih rutin update. 

Kalau sudah tidak pernah dimainkan, sebaiknya segera dihapus.

Misalnya, game populer seperti PUBG Mobile atau Genshin Impact bisa menghabiskan belasan gigabyte memori.

Menghapus game lama yang tidak dimainkan memberi ruang baru untuk hal lebih penting, entah itu aplikasi kerja, foto, video, atau game baru yang memang ingin dicoba.

Selain itu, sistem juga jadi lebih ringan karena tidak perlu terus-menerus memindai file update game yang tidak digunakan.

Baca juga: Cara Mudah Blokir Iklan di HP Android Agar Tak Mengganggu Aktivitas

Aplikasi yang sudah tidak digunakan 

Banyak pengguna sering menginstal aplikasi tertentu karena ikut tren, tapi lama-lama lupa atau tidak lagi dipakai.

Contohnya, aplikasi meditasi, aplikasi olahraga, atau aplikasi belajar bahasa yang sudah tidak pernah dibuka berbulan-bulan.

Aplikasi-aplikasi ini hanya akan memenuhi ruang penyimpanan dan mungkin tetap berjalan di latar belakang.

Menghapusnya akan membuat HP lebih lega, baterai lebih hemat, dan performa lebih stabil.

Jika suatu saat dibutuhkan lagi, aplikasi bisa dengan mudah diinstal ulang dari Play Store. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved