Aplikasi
Strict Account Settings WhatsApp, Fitur Keamanan untuk Lawan Spyware
Fitur Strict Account Settings di WhatsApp dapat mengaktifkan perlindungan ekstra untuk membantu mencegah ancaman siber
TRIBUNKALTIM.CO - Ancaman spyware tidak hanya menyasar perangkat tertentu, tetapi juga dapat menyerang pengguna aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.
Bahkan, beberapa jenis spyware mampu menginfeksi perangkat tanpa memerlukan interaksi apa pun dari korban, termasuk tanpa harus mengklik tautan atau membuka file tertentu.
Metode serangan ini dikenal sebagai zero-click attack, yakni teknik peretasan yang memungkinkan pelaku menyusup ke perangkat tanpa tindakan apa pun dari pengguna.
Baca juga: 6 Ciri Nomor WhatsApp Diblokir, Foto Profil hingga Status Hilang
Untuk menghadapi ancaman tersebut, WhatsApp menghadirkan fitur keamanan baru bernama Strict Account Settings.
Menurut laporan TechCrunch, Meta selaku perusahaan induk WhatsApp menjelaskan bahwa fitur ini merupakan opsi keamanan tambahan yang dirancang untuk menerapkan pengaturan privasi dan perlindungan pada tingkat yang lebih ketat.
Lalu, apa saja fungsi yang ditawarkan fitur ini dan bagaimana cara mengaktifkannya?
Baca juga: Cara Melindungi Akun WhatsApp agar Tidak Mudah Dihack, Aktifkan 6 Fitur ini
Fitur yang Dilindungi Strict Account Settings
Saat Strict Account Settings diaktifkan, sejumlah pengaturan keamanan akan diterapkan secara otomatis pada akun pengguna, antara lain:
- Lampiran dan file media dari nomor yang tidak tersimpan di kontak akan diblokir secara otomatis.
- Panggilan dari nomor tidak dikenal akan dibisukan.
- Pratinjau tautan (link preview) dinonaktifkan untuk membantu mencegah pelacakan alamat IP.
- Verifikasi dua langkah akan aktif secara otomatis.
- Informasi pribadi seperti foto profil, status terakhir dilihat (last seen), dan info akun hanya dapat diakses oleh kontak tertentu.
- Pengguna hanya bisa ditambahkan ke grup oleh kontak yang telah diizinkan.
- Alamat IP disembunyikan karena panggilan dialihkan melalui server WhatsApp.
- Pengguna akan menerima notifikasi apabila terjadi perubahan kode enkripsi pada kontak sebagai indikator potensi ancaman keamanan.
Selain itu, WhatsApp disebut telah memanfaatkan bahasa pemrograman Rust untuk memperkuat perlindungan terhadap pesan, foto, dan video dari ancaman spyware tanpa memerlukan tindakan tambahan dari pengguna.
Baca juga: WhatsApp Hadirkan Incognito Chat, Percakapan dengan AI Lebih Aman
Cara Mengaktifkan Strict Account Settings
Perlu diketahui, fitur ini hanya dapat diaktifkan melalui aplikasi WhatsApp di ponsel utama dan tidak tersedia melalui WhatsApp Web maupun aplikasi desktop.
Berikut langkah-langkah untuk mengaktifkannya:
- Pastikan aplikasi WhatsApp telah diperbarui ke versi terbaru melalui Play Store atau App Store.
- Buka aplikasi WhatsApp.
- Masuk ke menu Pengaturan.
- Pilih Privasi.
- Gulir ke bawah lalu pilih Lanjutan.
- Ketuk opsi Strict Account Settings.
- Baca informasi yang ditampilkan.
- Gulir ke bagian bawah lalu pilih Nyalakan.
Meski awalnya dirancang untuk pengguna yang berisiko tinggi menjadi target serangan siber, seperti jurnalis dan aktivis, fitur ini juga dapat dimanfaatkan oleh pengguna umum yang ingin meningkatkan keamanan akun WhatsApp dari berbagai ancaman digital yang semakin berkembang.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada Fitur Khusus di WhatsApp untuk Lawan Spyware, Begini Cara Pakainya "
spyware
zero-click attack
fitur keamanan
Strict Account Settings
privasi
perlindungan
serangan siber
TribunEvergreen
TribunKaltim.co
| 6 Ciri Nomor WhatsApp Diblokir, Foto Profil hingga Status Hilang |
|
|---|
| Cara Melindungi Akun WhatsApp agar Tidak Mudah Dihack, Aktifkan 6 Fitur ini |
|
|---|
| Cara Download Video di YouTube dengan Mudah dan Resmi, Bisa Ditonton Offline Tanpa Internet |
|
|---|
| Fitur WhatsApp yang Diam-diam Menguras Memori HP, Cara Mematikannya di Android dan iPhone |
|
|---|
| Meta Luncurkan Versi Berbayar Instagram, Facebook dan WhatsApp, Intip Fitur dan Harganya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250115_WhatsAppDibajak.jpg)