Kekerasan di Bontang
Wawali Agus Haris Minta Oknum Guru SD di Bontang Dites Kejiwaan
Wakil Walikota Bontang, Agus Haris menanggapi dugaan kasus kekerasan terhadap seorang siswa kelas 2 SDN 003 Bontang.
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Wakil Walikota Bontang, Agus Haris menanggapi dugaan kasus kekerasan terhadap seorang siswa kelas 2 SDN 003 Bontang Selatan yang dilakukan guru berinisial T.
Ia menegaskan, guru semestinya menjadi teladan, penyampai ilmu, sekaligus pembimbing yang sabar bagi anak didiknya.
Karena itu, tindakan kekerasan, baik fisik maupun psikis, tidak bisa ditoleransi.
“Ini mesti dievaluasi. Guru yang bersangkutan harus tes kejiwaan dan meminta maaf kepada siswa serta orang tuanya,” ujar Agus Haris saat dihubungi, Jumat (29/8/2025).
Baca juga: Lindungi Siswa, Disdikbud Bontang Pindahkan Korban Dugaan Kekerasan Guru ke Sekolah Lain
Agus juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang untuk turun tangan. Bahkan, oknum tersebut harus diberhentikan jika terbukti melakukan kekerasan.
Menurutnya, anak-anak sekolah merupakan tanggung jawab bersama antara orangtua dan guru.
“Tidak boleh ada alasan untuk menyakiti mereka,” tegasnya.
Sebelumnya, seorang wali murid melaporkan anaknya pulang dalam kondisi menangis pada Kamis (21/8/2025) pagi.
Siswa tersebut mengaku dipukul di bagian dada oleh gurunya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Oknum Guru di Bontang Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Seorang Siswanya
Namun ketika dikonfirmasi, guru berinisial T itu membantah, bahkan memarahi orangtua siswa, dengan kata-kata kasar.
Upaya mediasi yang difasilitasi pengawas Disdik, telah dilakukan pada Jumat 22 Agustus 2025, tetapi belum menemukan solusi.
Parahnya, siswa yang menjadi korban malah diminta untuk sementara tidak bersekolah hingga persoalan tersebut diselesaikan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250829_Operasi-Pasar-Murah-di-Balikpapan-Kaltim-2025.jpg)