Berita Kaltim Terkini

Sekolah Rakyat Kalimantan Timur akan Diluncurkan Pertengahan September Ini

Program Sekolah Rakyat di Provinsi Kalimantan Timur akan segera diluncurkan pada pertengahan September ini

Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
SEKOLAH RAKYAT - Sarana asrama sekolah rakyat di SMA Negeri 16 Samarinda yang berlokasi di jalan Jl. Perjuangan, Sempaja, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (5/9/2025). Meski sempat dihadapkan dengan kendala pasokan air, kini kendala tersebut telah teratasi dan bersiap untuk Launching yang diperkirakan pertengahan September ini. (Tribunkaltim.co / Raynaldi Paskalis) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Program Sekolah Rakyat di Provinsi Kalimantan Timur akan segera diluncurkan pada pertengahan September ini.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa kesiapan pelaksanaan program pendidikan berasrama gratis ini sangat bergantung pada kecepatan penyelesaian sarana dan prasarana oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Masalah krusial terkait ketersediaan air bersih yang sempat menghambat persiapan telah berhasil diatasi melalui koordinasi intensif dengan PDAM setempat. 

"Kemarin ada beberapa yang agak krusial terkait dengan air bersih ya. Alhamdulillah kita juga sudah koordinasi dengan PDAM dan itu sudah disambungkan dan volume airnya cukup bisa memenuhi kebutuhan," ungkap Andi Muhammad Ishak.

Baca juga: Sekolah Rakyat di Kaltim Siap 90 Persen, Proses Belajar Berjalan Seiring dengan Penyelesaian

Sebelumnya, pihak pengelola juga mempertimbangkan opsi penggunaan sumur bor apabila volume air dari PDAM tidak mencukupi. 

Namun, hasil koordinasi menunjukkan bahwa sambungan PDAM yang ada memiliki volume yang memadai untuk kebutuhan operasional sekolah, meski tetap memerlukan sistem penampungan air yang memadai.

"Nah, itu juga sudah disiapkan penampungan airnya," tambah Andi.

Saat ini, hampir seluruh sarana prasarana fisik telah dalam kondisi siap, termasuk fasilitas lapangan yang telah selesai dibangun. 

Tenaga pendidik seperti guru dan kepala sekolah juga telah disiapkan dan menanti jadwal penugasan resmi.

Namun, masih terdapat proses yang berlangsung terkait tenaga kependidikan lainnya.

Andi menekankan bahwa pihaknya tidak dapat memastikan jadwal pasti karena masih menunggu hasil kerja dari Satuan Kerja (Satker) PU. 

"Apabila sudah dinyatakan selesai pekerjaannya, diterima oleh Kementerian Sosial. Nah, baru setelah itu ada tahapan berikutnya untuk proses mulai pelaksanaan," ujarnya.

Baca juga: Pelaksanaan Sekolah Rakyat Tahap II di Samarinda Menunggu Instruksi Pemerintah Pusat

Perkiraan launching pada pertengahan September bergantung pada kecepatan penyelesaian pekerjaan oleh PU, sehingga kemungkinan tidak semua lokasi Sekolah Rakyat tahap 1C akan beroperasi bersamaan di seluruh Indonesia. 

Kondisi kesiapan masing-masing lokasi akan menentukan jadwal operasional. Meski demikian, untuk proses launching resmi diharapkan dapat dilaksanakan secara serentak. 

"Tapi launching-nya kemungkinan kemungkinan diharapkan bisa sama-sama. Untuk 1C kan ada 65 sekolah rakyat rintisan yang di tahap 1C," pungkas Andi.(*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved