Senin, 18 Mei 2026

Berita Mahulu Terkini

Program Kreditalisasi Sentuh SDN 001 Ujoh Bilang, Guru Tetap Masuk Sekolah Setiap Hari

SDN 001 Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur mendapat program.

Tayang:
Penulis: Desy Filana | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DESY FILANA
PENDIDIKAN DI MAHULU - Fransiska Garut, Kepala Sekolah, pada Kamis (25/9/2025), di depan Ruang Guru SDN 001, mengatakan pemerintah pusat yang membangun ruang kelas dan merehabilitasi fasilitas sekolah sehingga siswa belajar dari rumah selama empat bulan sementara guru tetap masuk sekolah setiap hari. (TRIBUNKALTIM.CO/DESY FILANA) 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG – SDN 001 Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur mendapat program kreditalisasi pendidikan dari pemerintah pusat.

Program kreditalisasi pendidikan adalah proses penilaian dan pengakuan terhadap kegiatan atau pengalaman belajar nonformal, informal, atau pengalaman kerja yang dapat dikonversi menjadi satuan kredit (SKS) dalam sistem pendidikan formal.

Kepala Sekolah SDN 001 Ujoh Bilang, Fransiska Garut, menyampaikan bahwa program ini menjadi jawaban atas keterbatasan ruang belajar yang selama ini dialami.

Menurutnya, keterbatasan ruang kelas membuat proses pembelajaran terpaksa dibagi dalam dua sesi, pagi dan siang.

“Puji Tuhan, keterbatasan ini mendapat tanggapan dari pemerintah pusat melalui program kreditalisasi pendidikan,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Baca juga: Peduli Pendidikan, Pegadaian Bontang Dukung Pembangunan Ruang Belajar di Panti Darul Aitam

Ia menjelaskan, kegiatan pembangunan yang dilakukan meliputi empat ruang kelas baru, enam ruang rehabilitasi, rehabilitasi perpustakaan, pembangunan WC, serta rehabilitasi satu unit mess guru

Namun, kegiatan tersebut tidak dapat berjalan bersamaan dengan proses belajar aktif sehingga sementara waktu ruang belajar direhatkan.

“Tidak mungkin kami meminta anak-anak hadir di sekolah mengingat risiko dampak dari pekerjaan yang kami lakukan. Sehingga atas kesepakatan persetujuan dari dinas, kemudian kesepakatan dengan orang tua, maka pembelajaran dilakukan dari rumah,” jelasnya.

Meski siswa belajar dari rumah, guru tetap menjalankan tugas sesuai jam kerja. 

“Jadi setiap hari seperti yang mbak lihat, kami guru tetap turun sesuai jam kerja. Bukan jam pembelajaran ya, jam kerja. Artinya 07.15 sampai 14.45 kami ada di sekolah,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya tidak hanya serta merta memberikan tugas, namun untuk memastikan anak tetap produktif di jam belajar mereka diberikan tenggat waktu untuk menyelesaikan tugas dan dari hasilnya sekolah berharap hal-hal tersebut dapat menjadi perhatian orang tua di rumah.

Ia juga menjelaskan awal mula bantuan ini berasal dari laporan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), melalui Dapodik pihaknya melaporkan sarana prasarana yang dimiliki seperti apa dan kemudian dijelaskan juga mengenai proses pembelajaran dua sesi karena keterbatasan ruangan sehingga hal tersebut mending tanggapan positif dari pusat.

Terkait pelaksanaan, pihak sekolah memperkirakan revitalisasi berlangsung selama sekitar empat bulan. 

“Estimasi pelaksanaan revitalisasi di sekolah sekitar empat bulan jika tidak ada halangan dan siswa mulai belajar di rumah sejak Senin 15 September,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved