Berita Mahulu Terkini
Program Kreditalisasi Sentuh SDN 001 Ujoh Bilang, Guru Tetap Masuk Sekolah Setiap Hari
SDN 001 Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur mendapat program.
Penulis: Desy Filana | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG – SDN 001 Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur mendapat program kreditalisasi pendidikan dari pemerintah pusat.
Program kreditalisasi pendidikan adalah proses penilaian dan pengakuan terhadap kegiatan atau pengalaman belajar nonformal, informal, atau pengalaman kerja yang dapat dikonversi menjadi satuan kredit (SKS) dalam sistem pendidikan formal.
Kepala Sekolah SDN 001 Ujoh Bilang, Fransiska Garut, menyampaikan bahwa program ini menjadi jawaban atas keterbatasan ruang belajar yang selama ini dialami.
Menurutnya, keterbatasan ruang kelas membuat proses pembelajaran terpaksa dibagi dalam dua sesi, pagi dan siang.
“Puji Tuhan, keterbatasan ini mendapat tanggapan dari pemerintah pusat melalui program kreditalisasi pendidikan,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).
Baca juga: Peduli Pendidikan, Pegadaian Bontang Dukung Pembangunan Ruang Belajar di Panti Darul Aitam
Ia menjelaskan, kegiatan pembangunan yang dilakukan meliputi empat ruang kelas baru, enam ruang rehabilitasi, rehabilitasi perpustakaan, pembangunan WC, serta rehabilitasi satu unit mess guru.
Namun, kegiatan tersebut tidak dapat berjalan bersamaan dengan proses belajar aktif sehingga sementara waktu ruang belajar direhatkan.
“Tidak mungkin kami meminta anak-anak hadir di sekolah mengingat risiko dampak dari pekerjaan yang kami lakukan. Sehingga atas kesepakatan persetujuan dari dinas, kemudian kesepakatan dengan orang tua, maka pembelajaran dilakukan dari rumah,” jelasnya.
Meski siswa belajar dari rumah, guru tetap menjalankan tugas sesuai jam kerja.
“Jadi setiap hari seperti yang mbak lihat, kami guru tetap turun sesuai jam kerja. Bukan jam pembelajaran ya, jam kerja. Artinya 07.15 sampai 14.45 kami ada di sekolah,” katanya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak hanya serta merta memberikan tugas, namun untuk memastikan anak tetap produktif di jam belajar mereka diberikan tenggat waktu untuk menyelesaikan tugas dan dari hasilnya sekolah berharap hal-hal tersebut dapat menjadi perhatian orang tua di rumah.
Ia juga menjelaskan awal mula bantuan ini berasal dari laporan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), melalui Dapodik pihaknya melaporkan sarana prasarana yang dimiliki seperti apa dan kemudian dijelaskan juga mengenai proses pembelajaran dua sesi karena keterbatasan ruangan sehingga hal tersebut mending tanggapan positif dari pusat.
Terkait pelaksanaan, pihak sekolah memperkirakan revitalisasi berlangsung selama sekitar empat bulan.
“Estimasi pelaksanaan revitalisasi di sekolah sekitar empat bulan jika tidak ada halangan dan siswa mulai belajar di rumah sejak Senin 15 September,” pungkasnya. (*)
| Plafon Rusak Disorot, Dinkes Mahulu Cari Celah Anggaran Demi Kebut Perbaikan Puskesmas |
|
|---|
| Bongkar Rahasia Kampung Lutan Mahulu yang Sukses Ternak 1.000 Ayam Petelur |
|
|---|
| Mahakam Ulu Siapkan Pembangunan RS Tipe C, Dinkes akan Kembali Akreditasi |
|
|---|
| Pemkab Mahulu dan PT SAA Capai Kesepakatan Kerja Sama Sawit di Long Hubung |
|
|---|
| Ketua NU Mahulu Ajak Tokoh Agama Perkuat Kesadaran Politik Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250925_Pendidikan-di-Mahakam-Ulu-Dibangun.jpg)