Berita Bontang Terkini
Bontang Guyur Rp13 Miliar untuk Uang Kuliah Tunggal, tak Ada Lagi Putus Pendidikan
Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang resmi menyalurkan program Bantuan Uang Kuliah Tunggal di Bontang.
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang resmi menyalurkan program Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi 2.038 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Peluncuran program digelar di Hotel Grand Mutiara, Selasa (14/10/2025) malam, sebagai bagian dari implementasi program unggulan “Bontang Pintar” Wali Kota Neni Moerniaeni dan Wakil Walikota Bontang Agus Haris.
Dalam sambutannya Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan, pendidikan tetap menjadi prioritas utama meski kondisi fiskal daerah tengah menantang.
Ia memastikan, alokasi anggaran mandatory spending pendidikan sebesar 20 persen tetap dijalankan penuh dan benar-benar dimanfaatkan untuk anak-anak Bontang.
Baca juga: 16 Ribu Mahasiswa Baru PTN Kaltim Gratis Bayar Uang Kuliah Tunggal
Pemkot Bontang menggelontorkan Rp13 miliar dari total Rp20 miliar yang disediakan untuk program bantuan UKT
“Dengan pendidikan yang kalian miliki, Bunda berharap kalian menjadi ujung tombak pembangunan di Kota Bontang,” ujar Neni.
Bantuan ini mencakup mahasiswa diploma, sarjana, magister, doktor, pendidikan profesi, hingga spesialis.
Baik yang menempuh kuliah di dalam maupun luar daerah, termasuk program jarak jauh, kerja sama, dan afirmasi.
Walikota Neni juga menyebutkan, persyaratan administrasi dibuat lebih sederhana, cukup dengan bukti domisili minimal tiga tahun di Kota Bontang guna mencegah warga luar daerah memanfaatkan program secara tidak sah.
Baca juga: 6 Daftar Beasiswa Kuliah S1 hingga S3 di Bulan Oktober 2024, Dapat Uang Kuliah dan Saku Bulanan
Ia pun mengajak masyarakat dan para ketua RT untuk aktif menyosialisasikan program ini, agar tidak ada lagi anak Bontang yang berhenti kuliah karena keterbatasan biaya.
“Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada anak Bontang yang putus sekolah,” tegasnya.
Selain meringankan beban biaya kuliah, Walikota Neni menilai program ini juga menjadi sarana membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas, jujur, dan berempati.
“Kesempatan ini gunakanlah dengan maksimal, karena pendidikan bukan hanya mengejar nilai, tapi membentuk pribadi yang berkarakter,” pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251015_Walikota-Neni-Bontang-Kaltim.jpg)